Geliat
tanaman Kakao saat ini di Kecamatan Kamang Magek berkembang dengan sangat
pesat. Tanaman Kakao di Kecamatan Kamang Magek merupakan salah satu produk unggulan
selain Jeruk Kamang, Durian Kamang dan si Ratu Manggis Kamang. Saat ini luas
tanam tanaman Kakao di Kecamatan Kamang Magek seluas 451 Ha.
Dipelopori oleh para petani kakao yang tergabung
dalam Gapoktan Kakao Kamek, tanaman kakao yang ada di Kecamatan Kamang Magek
mulai direhab. Tanaman Kakao yang sudah tua maupun yang sudah tidak produktif
lagi dilakukan peremajaan dengan teknik sambung samping. Sementara itu tanaman
yang tidak terawat dilakukan pemangkasan, semangat ini ditularkan kepada para
petani Kakao yang lain.
Atas dasar tersebut, Gapoktan Kakao Kamek ditunjuk
untuk melaksanakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Kakao (SL-PHT
Kakao) yang telah dimulai sejak bulan Maret sampai dengan Mei 2017 sebanyak 7
kali pertemuan. Tujuan pelaksanaan SL-PHT Kakao tersebut adalah memacu
pertumbuhan tanaman kakao dan meningkatkan produksi kakao.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah
melakukan studi banding ke Kabupaten Limapuluh Kota yang berhasil mengembangkan
tanaman Kakao menjadi Emas berdaun hijau. Kelompoktani Inovasi yang terletak Nagari
Sungai Talang Kecamatan Guguak Kabupaten Limapuluh Kota merupakan salah satu
Ikon pengembangan tanaman Kakao yang dianggap berhasil meningkatkan
produksinya dengan varietas BL 50 dan mampu menjadikan tanaman kakao mereka sebagai Kakao Klon Unggul Lokal. Kedatangan para petani kakao dan petugas pendamping Kecamatan Kamang
Magek Kamis, 13 April 2017 sebanyak 35 orang disambut dengan sangat antusias oleh
Edi Syafianto, selaku Ketua kelompoktani..
Edi memberi dorongan untuk menyemangati petani bagaimana
cara untuk menjadikan kebun Kakao yang produktif dan menguntungkan secara
ekonomi dengan produktivitas 2,5-3,0 Ton/Ha, cara-cara melakukan pengamatan
lapang dan pengendalian OPT yang praktis dan ramah lingkungan bagi tanaman
kakao.
Edi, menekankan empat kunci dalam budidaya tanaman
Kakao harus dipenuhi oleh petani sehingga mampu mewujudkan hasil maksimal
yaitu:
- Panen sering
- Pemangkasan
- Sanitasi
- Pemupukan
Panen sering dilakukan selain mengambil hasil juga melakukan
seleksi terhadap buah yang sakit. Pemangkasan sangat diperlukan dalam usaha
meningkatkan produksi buah. Salah satu bentuk sanitasi yang dilakukan adalah
tidak menggunakan herbisida dalam pengendalian gulma dan tidak membuka isi Kakao
di lahan kebun.
Rombongan juga disuguhkan teknik melakukan
pengamatan lapang dan pengendalian OPT yang praktis dan ramah lingkungan bagi
tanaman kakao. Para peserta disuguhkan cara pengendalian hama utama tanaman kakao
yaitu PBK dan Helopeltis dan penyakit utama tanaman Kakao, busuk buah yang yang
mampu menurunkan produksi tanaman Kakao sebesar 80 % hingga 100 %.
Selanjutnya rombongan mengunjungi lokasi pabrik
kakao mini pengolahan coklat yang bernama Chokato di Kelurahan
Kapalo Koto Kecamatan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh yang dikelola oleh
Kelompok Tanjung Subur. Pabrik tersebut memproduksi bubuk coklat murni, lemak
coklat, bubuk coklat 3 in 1, coklat batangan dan permen coklat.
Joni Sahputra selaku Ketua/penanggung jawab pabrik menyarankan
supaya kualitas kakao petani harus ditingkatkan dengan melakukan cara dan waktu
panen yang tepat serta melakukan fermentasi biji kakao yang
dihasilkan, sehingga demikian dengan kualitas biji kakao yang baik akan
dihasilkan pula produk olahan yang bermutu.
Namun yang sangat menarik hati adalah motivasi yang
diberikan Joni dalam memberikan motivasi kepada petani dalam berdinamika kelompok
dan support agar fokus menjalankan usaha. Hal ini dirasa perlu disampaikan
kepada para petani sehingga niat dan tujuan kelompok dapat tercapai dalam
meningkatkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Yose Elfiranto, selaku pendamping berharap semangat
Gapoktan Kakao Kamek dalam melakukan revolusi peremajaan dan perawatan tanaman
Kakao di Kecamatan Kamang Magek mendapat respon yang positif dari Pemda Agam
seperti yang telah dilakukan oleh Nagari Kamang Hilia yang mengalokasikan
anggaran Nagari untuk melakukan perawatan tanaman Kakao di nagari Kamang Hilia.
Hal ini akan sangat berpengaruh secara signifikan karena Tim Sambung Kakao yang
telah terbentuk di Kecamatan Kamang Magek akan leluasa bekerja dengan sokongan
dana (Sang T).