Kamis, 13 April 2017

Gapoktan Kakao Kamek Studi Banding Ke Pusat Kakao Unggul Lokal BL 50

Geliat tanaman Kakao saat ini di Kecamatan Kamang Magek berkembang dengan sangat pesat. Tanaman Kakao di Kecamatan Kamang Magek merupakan salah satu produk unggulan selain Jeruk Kamang, Durian Kamang dan si Ratu Manggis Kamang. Saat ini luas tanam tanaman Kakao di Kecamatan Kamang Magek seluas 451 Ha.
Dipelopori oleh para petani kakao yang tergabung dalam Gapoktan Kakao Kamek, tanaman kakao yang ada di Kecamatan Kamang Magek mulai direhab. Tanaman Kakao yang sudah tua maupun yang sudah tidak produktif lagi dilakukan peremajaan dengan teknik sambung samping. Sementara itu tanaman yang tidak terawat dilakukan pemangkasan, semangat ini ditularkan kepada para petani Kakao yang lain.
Atas dasar tersebut, Gapoktan Kakao Kamek ditunjuk untuk melaksanakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Kakao (SL-PHT Kakao) yang telah dimulai sejak bulan Maret sampai dengan Mei 2017 sebanyak 7 kali pertemuan. Tujuan pelaksanaan SL-PHT Kakao tersebut adalah memacu pertumbuhan tanaman kakao dan meningkatkan produksi kakao.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan studi banding ke Kabupaten Limapuluh Kota yang berhasil mengembangkan tanaman Kakao menjadi Emas berdaun hijau. Kelompoktani Inovasi yang terletak Nagari Sungai Talang Kecamatan Guguak Kabupaten Limapuluh Kota merupakan salah satu Ikon pengembangan tanaman Kakao yang dianggap berhasil meningkatkan produksinya dengan varietas BL 50 dan mampu menjadikan tanaman kakao mereka sebagai Kakao Klon Unggul Lokal. Kedatangan para petani kakao dan petugas pendamping Kecamatan Kamang Magek Kamis, 13 April 2017 sebanyak 35 orang disambut dengan sangat antusias oleh Edi Syafianto, selaku Ketua kelompoktani..
Edi memberi dorongan untuk menyemangati petani bagaimana cara untuk  menjadikan kebun Kakao yang produktif dan menguntungkan secara ekonomi dengan produktivitas 2,5-3,0 Ton/Ha, cara-cara melakukan pengamatan lapang dan pengendalian OPT yang praktis dan ramah lingkungan bagi tanaman kakao.
Edi, menekankan empat kunci dalam budidaya tanaman Kakao harus dipenuhi oleh petani sehingga mampu mewujudkan hasil maksimal yaitu:
  1. Panen sering
  2. Pemangkasan
  3. Sanitasi
  4. Pemupukan
Panen sering dilakukan selain mengambil hasil juga melakukan seleksi terhadap buah yang sakit. Pemangkasan sangat diperlukan dalam usaha meningkatkan produksi buah. Salah satu bentuk sanitasi yang dilakukan adalah tidak menggunakan herbisida dalam pengendalian gulma dan tidak membuka isi Kakao di lahan kebun.
Rombongan juga disuguhkan teknik melakukan pengamatan lapang dan pengendalian OPT yang praktis dan ramah lingkungan bagi tanaman kakao. Para peserta disuguhkan cara pengendalian hama utama tanaman kakao yaitu PBK dan Helopeltis dan penyakit utama tanaman Kakao, busuk buah yang yang mampu menurunkan produksi tanaman Kakao sebesar 80 % hingga 100 %.
Selanjutnya rombongan mengunjungi lokasi pabrik kakao mini pengolahan coklat yang bernama Chokato di Kelurahan Kapalo Koto Kecamatan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh yang dikelola oleh Kelompok Tanjung Subur. Pabrik tersebut memproduksi bubuk coklat murni, lemak coklat, bubuk coklat 3 in 1, coklat batangan dan permen coklat.
Joni Sahputra selaku Ketua/penanggung jawab pabrik menyarankan supaya kualitas kakao petani harus ditingkatkan dengan melakukan cara dan waktu panen yang tepat  serta melakukan fermentasi biji  kakao yang dihasilkan, sehingga demikian dengan kualitas biji kakao yang baik akan dihasilkan pula produk olahan yang bermutu.
Namun yang sangat menarik hati adalah motivasi yang diberikan Joni dalam memberikan motivasi kepada petani dalam berdinamika kelompok dan support agar fokus menjalankan usaha. Hal ini dirasa perlu disampaikan kepada para petani sehingga niat dan tujuan kelompok dapat tercapai dalam meningkatkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Yose Elfiranto, selaku pendamping berharap semangat Gapoktan Kakao Kamek dalam melakukan revolusi peremajaan dan perawatan tanaman Kakao di Kecamatan Kamang Magek mendapat respon yang positif dari Pemda Agam seperti yang telah dilakukan oleh Nagari Kamang Hilia yang mengalokasikan anggaran Nagari untuk melakukan perawatan tanaman Kakao di nagari Kamang Hilia. Hal ini akan sangat berpengaruh secara signifikan karena Tim Sambung Kakao yang telah terbentuk di Kecamatan Kamang Magek akan leluasa bekerja dengan sokongan dana (Sang T).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar