Sabtu, 12 Mei 2018

Nurhasiswan: Merubah Paradigma Beternak Berorientasi Bisnis



Kecamatan Kamang Magek sebagai salah satu kawasan Hinterland di Kabupaten Agam mempunyai potensi peternakan yang mampu menopang Kabupaten Agam dalam swasembada daging sapi dan kerbau. Teori ini dapat terwujud jika diukur dengan parameter ketersediaan Hijauan dan populasi ternak. Namun hal ini justru hanya menjadi angan belaka seandainya potensi yang ada tidak mampu dikelola pelaku utama.
Nurhasiswan, selaku petugas peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Agam menyayangkan lambannya perkembangan usaha peternakan di Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek. Salah satu penyebab usaha peternakan di Kamang Mudiak kurang berkembang adalah manajemen pengelolaan yang masih tradisional. Hal itu disampaikan oleh Nurhasiswan, saat melaksanakan penyuluhan pada Kelompoktani Hulu Aia, Jumat tanggal 11 Mei 2018 yang didampingi oleh Yose Elfiranto, SST dan Riswandi, SST selaku penyuluh peternakan.
Pengelolaan yang masih tradisional itu diakibatkan oleh paradigma peternak yang memandang bahwa peternakan merupakan usaha sampingan atau sekadar investasi jangka pendek.  Manajemen pengelolaan yang dilaksanakan selama ini belum mempunyai rencana untuk mengembangkan peternakan, misalnya pengembangbiakan, nutrisi makanan, dan pengetahuan peternak.
“Jangan samakan lagi usaha beternak jaman 80-an dengan usaha peternakan sekarang. Paradigma telah berubah, peternak harus mampu jemput bola, rancang usaha sendiri, rencanakan skala usaha dan baru ajukan bantuan seandainya diperlukan”, tutur Nurhasiswan.
Pertemuan yang dihadiri sebanyak 35 orang peternak tersebut, sepakat akan melaksanakan pelatihan pembuatan pakan ternak dengan bahan baku jerami dan kulit Kakao dan melaksanakan studi banding ke lokasi peternakan yang telah maju. Hal ini didukung oleh ketersediaan limbah kulit Kakao yang sangat melimpah pada kelompok yang selama ini selalu menjadi sampah buangan. Anwar, S.Ag Sutan Majolelo selaku Ketua kelompoktani Hulu Aia berharap dengan adanya penyuluhan ini mampu merubah paradigma peternak dan membangkitkan kembali gairah peternak untuk mampu meningkatkan usaha mereka dari sistem tradisional kepada sistem peternakan yang berorientasi bisnis (Sang T).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar