Senin, 31 Agustus 2015

KAMANG MAGEK SIAP DI DEPAN DALAM MENGOPTIMALKAN POTENSI PENYULUHNYA

Pelaksanaan training pada UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dengan tujuan menggali informasi dan permasalahan yang dihadapi penyuluh sekaligus penyampaian informasi dan kebijakan dari pemerintah. Hal ini dilaksanakan secara rutin sehingga permasalahan yang terjadi di lapangan dapat dipecahkan bersama-sama.
Training yang dilaksanakan Senin tanggal 31 Agustus 2015, mengangkat tema tentang penguatan kelembagaan penyuluh melalui kegiatan Simluhtan (Sistem Informasi dan Manajemen Penyuluhan Pertanian).
Hal ini dikarenakan sebagian besar penyuluh belum mampu mengoperasionalkan komputer dengan jaringan internet. Terbatasnya perangkat cyber extension, bahkan sebagian besar BP4K2P belum mempunyai fasilitas jaringan telepon, buruknya jaringan koneksi, ditambah dengan informasi yang dipublikasikan tidak terbarukan, menyebabkan cyber extension belum mampu memberikan solusi informasi bagi pemenuhan kebutuhan penyuluhan dan kebutuhan pelaku utama dalam berusahatani.  
Lambatnya perkembangan pemanfaatan cyber extension dikarenakan ketidaksiapan sumberdaya manusia pertanian/penyuluhan dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi digital untuk penyuluhan. Kurangnya sumberdaya manusia yang kompeten dalam pengelolaan cyber extension baik dalam pengoperasionalisasian perangkat termasuk perawatan dalam rangka keberlanjutan, maupun kemampuan metodologi penyuluh dalam menyusun, mengemas kembali materi penyuluhan, menyebabkan sistem informasi melalui cyber extension menjadi tidak optimal. Kondisi ini diperlihatkan dari kondisi di UPT BP4K2P Kecamatan yang ada di Kabupaten Agam yang sebagian besar belum mampu mengoperasionalkan komputer dan internet dan belum mampu menyusun dan mengemas informasi menjadi materi penyuluhan yang sesuai kebutuhan.
Bakhrizal, S.Sos selaku Kepala UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek menyampaikan, Kecamatan Kamang Magek siap tampil di depan dan mengoptimalkan setiap jengkal potensi yang dimiliki oleh para penyuluh di lapangan. Setiap kegiatan yang ada selalu didukung dan diinformasikan sehingga masyarakat luas dapat mengetahui kegiatan dan program yang dilaksanakan di Kecamatan Kamang Magek.
Yose Elfiranto, SST selaku penyuluh berharap seharusnya setiap UPT BP4K2P dilengkapi dengan jaringan internet sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan tidak hilang begitu saja. Kecamatan Kamang Magek dalam hal ini sudah mencoba bergerak untuk tampil di depan dengan tetap eksis dalam penyampaian Informasi Teknologi melalui Blogspot http://uptbp4k2pkamek.blogspot.com/ (Sang T).

Minggu, 30 Agustus 2015

PERANAN PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN

Tujuan pembangunan pertanian yaitu mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan, dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang berguna dalam menunjang pembangunan pertanian. Peningkatan kualitas ini tidak hanya dalam peningkatan produktivitas para petani, namun dapat meningkatkan kemampuan mereka agar dapat lebih berperan dalam berbagai proses  pembangunan. Dalam hal ini penyuluhan pertanian meru­pakan faktor yang penting dalam me­wujudkan tujuan pembangunan perta­nian tersebut.
Melalui penyuluhan pertanian, masyarakat pertanian dibekali dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan, pengenalan paket teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian dengan sapta usahanya, penanaman nilai-nilai atau prinsip agribisnis, mengkreasi sumber daya manusia dengan konsep dasar filosofi rajin, kooperatif, inovatif, kreatif dan sebagainya. Yang lebih penting lagi adalah mengubah sikap dan perilaku masyarakat pertanian agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang dibawa dan disampaikan oleh penyuluh pertanian.
Keberhasilan penyebaran suatu teknologi sebaiknya tidak terlepas dari peran penyuluh yang menjalankan fungsinya sebagai agen pembaharu. Van den Ban dan Hawkins (1999) mengemukakan peranan utama penyuluhan di banyak negara pada masa lalu dipandang sebagai alih teknologi dari peneliti ke petani, namun sekarang peranan penyuluhan lebih dipandang sebagai proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan bagi mereka, dan dengan cara menolong mereka mengembangkan wawasan mengenai konsekuensi dari masing-masing pilihan itu.
Penyuluhan pertanian dilaksanakan untuk menambah kesanggupan para petani dalam usahanya memperoleh hasil-hasil yang dapat memenuhi keinginan mereka. Jadi penyuluhan pertanian tujuannya adalah perubahan perilaku  petani, sehingga mereka dapat memperbaiki cara bercocok tanamnya, lebih beruntung usaha taninya dan lebih layak hidupnya, atau yang sering dikatakan keluarga tani maju dan sejahtera
Yose Elfiranto, SST selaku penyuluh berpendapat bahwa peran penyuluh sangat berat, yang mengharuskan mereka memiliki kemampuan tinggi. Oleh sebab itu, kualitas seorang penyuluh harus terus  ditingkatkan sehingga mampu berperan dalam memberikan penyuluhan dan informasi dalam mewujudkan pembangunan pertanian. Peranan penyuluh pertanian adalah membantu pelaku utama membentuk pendapat yang sehat dan membuat keputusan yang tepat melalui cara berkomunikasi dan memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Peranan utama penyuluhan dipandang sebagai proses membantu para petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan bagi mereka, dan menolong pelaku utama mengembangkan wawasan mengenai konsekuensi dari masing-masing pilihan tersebut (Sang T).
Sumber: https://sherlyekanovita.wordpress.com

Jumat, 28 Agustus 2015

MONITORING KEGIATAN JUT DI NAGARI KAMANG MUDIAK OLEH KABAG AP AGAM

Pembangunan pertanian yang merupakan salah satu unsur pembangunan ekonomi nasional diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sampai ke pelosok pedesaan.
Untuk perbaikan ekonomi, masyarakat harus mengolah lahan-lahan terlantar menjadi lahan produktif. Untuk menumbuhkan semangat warga mengolah  lahan tersebut, pemerintah secara bertahap akan membuka jalan-jalan menuju sentra tersebut. Pembangunan dan per­baikan irigasi serta pem­bukaan jalan-jalan menuju pusat-pusat pertanian, per­kebunan merupakan prio­ritas utama dalam sektor pertanian.
Kelompok Sakato Bansa selaku penerima kegiatan Pengembangan Jalan Usaha Tani (JUT) sangat berharap kegiatan yang telah terlaksana tersebut dapat meningkatkan produksi pertanian mereka.
Ir. Irwan Syaf, MM selaku Kabag AP (Administrasi Pembangunan) pada Kantor Bupati Kabupaten Agam saat meninjau lokasi kegiatan yang berada di Jorong Bansa Kanagarian Kamang Mudiak Kecamatan Kamang Magek bersama penyuluh BP4K2P Kecamatan Kamang Magek, menyampaikan bantuan tersebut akan dapat membantu untuk meningkatkan usaha di kelompok tani. 
“Program ini dilaksanakan mengingat bahwa daerah tersebut sangat cocok untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya tanaman padi. Tersedianya lingkungan alam yang luas dan subur serta tenaga manusia yang sangat memadai dalam membangun perekonomian pedesaa” ungkap Irwan Syaf.
Kegiatan JUT ini terlaksana dari kegiatan APBD Kabupaten Agam melalui Dipertahornak Agam. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan yang sama pada tahun 2013 sepanjang 670 meter. Sementara itu lanjutan pembangunan JUT tahun 2015 ini sepanjang 50 meter juga sudah terlaksana 100 % (Sang T).

Kamis, 27 Agustus 2015

TERWUJUDNYA PERTAMBAHAN POPULASI TERNAK MELALUI GBIB DI KAMANG MAGEK


Salah satu program unggulan Kementerian Pertanian pada saat sekarang ini, selain swasembada padi, jagung, dan kedelai (Pajale) adalah swasembada daging (PSDSK). Oleh karena itu gerakan teknologi gertak birahi (GBIB) digadang-gadang menjadi senjata untuk menuju swasembada daging.
UPT Puskeswan wilayah VII melaksanakan kegiatan Gertak Berahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) di Jorong Pauh, Kanagarian Kamang Magek pada tanggal 27 Agustus 2015. Ir. Elisman Rasyid selaku Kepala Bidang Peternakan Dipertahornak Agam mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menginformasikan dan mensinkronisasikan kegiatan gertak birahi pada ternak sapi di Kabupaten Agam.
Sementara itu Nurhasiswan selaku Kepala UPT Puskeswan wilayah VII menyampaikan bahwa Gertak Birahi merupakan teknik penyerentakan birahi pada ternak agar mendapatkan sekelompok ternak, khususnya sapi dan kerbau sehingga dapat birahi dalam waktu yang bersamaan. Jika waktu birahi yang tepat dapat dicapai, maka akan memudahkan proses perkawinan ternak dengan teknologi inseminasi buatan (IB). Program tersebut bertujuan memeriksa kandungan ternak betina yang berusia 1,5 bulan ke atas dan program kawin suntik sapi secara bersamaan. “Kita lakukan gertak birahi terhadap ternak tersebut secara bersamaan. Selang tiga hari kemudian, akan kita suntik ternak tersebut secara bersamaan,” ungkap Nurhasiswan.
Dijelaskan lebih lanjut, jika terdapat sapi yang mengalami gangguan dan tidak bisa diatasi dengan gertak birahi, akan ditindak lanjuti dengan melakukan penanganan gangguan reproduksi. Program ini dilakukan kepada peternak yang mempunyai keluhan di mana sapinya tidak ada tanda-tanda kebuntingan setelah dilakukan proses kawin, dapat memeriksakannya secara gratis.
Tujuan akhir dari kegiatan GBIB ini menurut Ir. Elisman Rasyid adalah terlaksananya sinkronisasi kelahiran anak yang mengakibatkan terwujudnya pertambahan populasi ternak dalam mendukung kegiatan swasembada daging sapi dan kerbau.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh UPT Puskeswan wilayah VII bersama BPTUHPT Padang Mangateh didapatkan hasil umumnya ternak masyarakat di Kanagarian Kamang Mudiak  bahwa Corpus Luteum (CL) yang berkembang adalah kanan. Artinya ternak tersebut reproduksinya berkembang dengan normal dan pernah berahi (Sang T).

KAMANG MUDIAK DAN POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN PETERNAKAN

Nagari Kamang Mudik merupakan salah satu potensi peternakan di Kecamatan Kamang Magek yang mempunyai populasi ternak ruminansia besar seperti kerbau dan sapi. Pada daerah tersebut umumnya masyarakat sudah memelihara kerbau dan sapi secara turun temurun dengan memelihara 1-2 ekor. Kelompok tani Bungo Tanjung merupakan salah satu kelompok peternakan di Kecamatan Kamang Magek yang berlokasi di Jorong Pauh, kanagarian Kamang Mudiak.
Sebagai salah satu kelompoktani di Kecamatan Kamang Magek yang merupakan binaan UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek, kelompoktani Bungo Tanjung mendapatkan bantuan ternak dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat berupa Sapi Bali sebanyak 17 ekor dengan perincian 12 ekor sapi betina dan 5 ekor sapi jantan. Ini merupakan suatu kegiatan yang terlaksana melalui program Pengembangan Integrasi Tanaman Ternak Ruminansia Tahun 2015. Sapi yang didatangkan tersebut berkisar umur 1,5 tahun dan belum tanggal gigi dan dalam kondisi sehat. Hal ini dapat dilihat dari pertulangan, bulu dan nafsu makan sapi tersebut.
Ir. Elisman Rasyid selaku Kepala Bidang Peternakan Dipertahornak Agam yang turut langsung meninjau lokasi pada Kamis tanggal 27 Agustus 2015, merasa yakin bahwa kelompok akan berkembang dengan sangat baik apabila memelihara dengan sungguh-sungguh bantuan yang diberikan pemerintah dan mensyukurinya.
Ir. Elisman Rasyid juga yakin ternak tersebut akan cepat berkembang dan beranak seandainya peternak memperlakukan ternaknya sesuai habitat aslinya. Melihat potensi lahan yang luas, beliau menyarankan supaya para peternak memberikan ruang gerak kepada sapi Bali tersebut untuk dilepas dan berkeliaran minimal 2-3 jam sehari sehingga dapat mempercepat proses adaptasi ternak tersebut.
Yose Elfiranto, SST selaku penyuluh peternakan Kecamatan Kamang Magek bersama Riswandi, SST menyarankan supaya kelompok rutin membersihkan kandang dan menampung urin sapi tersebut untuk dapat dimanfaatkan sehingga tidak terbuang sia-sia. Selain hal tersebut anggota kelompok juga harus teliti menyikapi perubahan perilaku ternak sehingga apabila ternak tersebut sakit dapat diobati dengan cepat (Sang T).

Rabu, 26 Agustus 2015

TIPS PEMILIHAN BIBIT KAMBING

Ternak kambing merupakan jenis ternak yang sudah akrab dengan sistem usaha tani di pedesaan. Ternak ini mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan karena mudah dipelihara, mempunyai adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan serta lebih efisien dalam mengubah makanan yang berkualitas rendah menjadi daging dan air susu. Ternak kambing sangat berperan dalam kehidupan kita sehari-hari karena dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan dapat dijadikan tabungan hidup bagi keluarga petan, sebab ternak ini dapat dijual bila sewaktu-waktu petani membutuhkan uang.
Salah satu faktor yang menentukan produktifitas ternak kambing adalah keberhasilan memperoleh jumlah anak yang dilahirkan. Oleh karena itu pemilihan ternak kambing yang baik untuk penggemukan atau sebagai ternak bibit mutlak diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam usaha peternakan.
Riswandi, SST selaku penyuluh peternakan Kecamatan Kamang Magek memberikan penyuluhan pada kelompoktani Saayun Salangkah Jorong Pintu Koto yang merupakan kelompok ternak penerima dana SMD. Riswandi, SST memberikan tips mengenai pemilihan bibit ternak kambing yang meliputi:
1.      Kesehatannya
  1. Mempunyai nafsu makan yang baik.
  2. Mata bersinar seolah-olah memberi kesan ceria.
  3. Penampilannya lincah
  4. Tidak menunjukkan tanda-tanda lemah (loyo)
  5. Kulit halus dan mengkilat
  6. Berasal dari keturunan yang sehat dan tidak pernah terserang penyakit hewan menular.
2.      Tanda-Tanda Eksterior
  1. Kepala, Leher, badan dan kaki seimbang
  2. Tidak ada cacat
  3. Testis (buah pelir) pada yang jantan cukup besardan lengkap (Dua Buah)
  4. Ambing susu pada yang betina,besar dan simetris (sama besar kiri dan kanan)
3.      Asal Usul
Sebaiknya bibit ternak kambing yang dipelihara diketahui asal-usulnya, karena kambing yang berasal dari keturuna yang baik akan baik pula keturunannya.
KRITERIA BETINA CALON BIBIT
  1. Bentuk tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus
  2. Tubuh besar tetapi tidak terlalu kurus
  3. Mempunyai sifat merawat anak yang bai. Keadaan inidapat ditunjukkan dengan penampilan induk yang jinak serta sorot mata yang ramah.
  4. Berasal dari keturunan yang sehat dan mampu melahirkan 2-3 ekor per kelahiran
  5. Jumlah gigi lengkap, membantu ternak merumput secara efisien serta rahang bawah dan atas yang rata.
  6.  Kaki lurus dan tumit tinggi
KRITERIA PEJANTAN CALON BIBIT
  1. Bentuk tubuh besar diantara pejantannyang umurnya sama
  2. Dada lebar dan tubuh relatif panjang.
  3. Bagian tubuh belakang lebih besar dan tinggi
  4. Penampilan gagah, mencerminkan kemampuan untuk menurunkan sifat yang baik pada anak-anaknya
  5. Kaki lurus dan kuat,tumit tinggi.
  6. Aktif dan siap mengawini induk yang berahi (Nafsu kawinnya besar serta kelihatannya ramah).
  7. Pilih pejantan yang berumur 1,5 sampai 3 tahun.
Menutup pembicaraan, Riswandi, SST berharap semoga kelompok terus meningkatkan populasi dan kualitas ternak tersebut sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan peternak (Sang T).