Tujuan pembangunan
pertanian yaitu mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan, dalam upaya
mewujudkan tujuan tersebut diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas sumberdaya
manusia yang berguna dalam menunjang pembangunan pertanian. Peningkatan
kualitas ini tidak hanya dalam peningkatan produktivitas para petani, namun
dapat meningkatkan kemampuan mereka agar dapat lebih berperan dalam berbagai
proses pembangunan. Dalam hal ini penyuluhan pertanian merupakan faktor
yang penting dalam mewujudkan tujuan pembangunan pertanian tersebut.
Melalui penyuluhan pertanian,
masyarakat pertanian dibekali dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan,
pengenalan paket teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian dengan sapta
usahanya, penanaman nilai-nilai atau prinsip agribisnis, mengkreasi sumber daya
manusia dengan konsep dasar filosofi rajin, kooperatif, inovatif, kreatif dan
sebagainya. Yang lebih penting lagi adalah mengubah sikap dan perilaku
masyarakat pertanian agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang
dibawa dan disampaikan oleh penyuluh pertanian.
Keberhasilan penyebaran suatu teknologi
sebaiknya tidak terlepas dari peran penyuluh yang menjalankan fungsinya sebagai
agen pembaharu. Van den Ban dan Hawkins (1999) mengemukakan peranan utama
penyuluhan di banyak negara pada masa lalu dipandang sebagai alih teknologi
dari peneliti ke petani, namun sekarang peranan penyuluhan lebih dipandang
sebagai proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara
menambah pilihan bagi mereka, dan dengan cara menolong mereka mengembangkan
wawasan mengenai konsekuensi dari masing-masing pilihan itu.
Penyuluhan pertanian dilaksanakan untuk
menambah kesanggupan para petani dalam usahanya memperoleh hasil-hasil yang
dapat memenuhi keinginan mereka. Jadi penyuluhan pertanian tujuannya adalah
perubahan perilaku petani, sehingga mereka dapat memperbaiki cara
bercocok tanamnya, lebih beruntung usaha taninya dan lebih layak hidupnya, atau
yang sering dikatakan keluarga tani maju dan sejahtera
Yose Elfiranto, SST selaku penyuluh
berpendapat bahwa peran penyuluh sangat berat, yang mengharuskan mereka
memiliki kemampuan tinggi. Oleh sebab itu, kualitas seorang penyuluh harus terus
ditingkatkan sehingga mampu berperan dalam memberikan penyuluhan dan informasi
dalam mewujudkan pembangunan pertanian. Peranan penyuluh pertanian adalah
membantu pelaku utama membentuk pendapat yang sehat dan membuat keputusan yang
tepat melalui cara berkomunikasi dan memberikan informasi yang sesuai dengan
kebutuhan petani. Peranan utama penyuluhan dipandang sebagai proses membantu
para petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan bagi
mereka, dan menolong pelaku utama mengembangkan wawasan mengenai konsekuensi
dari masing-masing pilihan tersebut (Sang T).
Sumber:
https://sherlyekanovita.wordpress.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar