Kamis, 27 Agustus 2015

KAMANG MUDIAK DAN POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN PETERNAKAN

Nagari Kamang Mudik merupakan salah satu potensi peternakan di Kecamatan Kamang Magek yang mempunyai populasi ternak ruminansia besar seperti kerbau dan sapi. Pada daerah tersebut umumnya masyarakat sudah memelihara kerbau dan sapi secara turun temurun dengan memelihara 1-2 ekor. Kelompok tani Bungo Tanjung merupakan salah satu kelompok peternakan di Kecamatan Kamang Magek yang berlokasi di Jorong Pauh, kanagarian Kamang Mudiak.
Sebagai salah satu kelompoktani di Kecamatan Kamang Magek yang merupakan binaan UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek, kelompoktani Bungo Tanjung mendapatkan bantuan ternak dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat berupa Sapi Bali sebanyak 17 ekor dengan perincian 12 ekor sapi betina dan 5 ekor sapi jantan. Ini merupakan suatu kegiatan yang terlaksana melalui program Pengembangan Integrasi Tanaman Ternak Ruminansia Tahun 2015. Sapi yang didatangkan tersebut berkisar umur 1,5 tahun dan belum tanggal gigi dan dalam kondisi sehat. Hal ini dapat dilihat dari pertulangan, bulu dan nafsu makan sapi tersebut.
Ir. Elisman Rasyid selaku Kepala Bidang Peternakan Dipertahornak Agam yang turut langsung meninjau lokasi pada Kamis tanggal 27 Agustus 2015, merasa yakin bahwa kelompok akan berkembang dengan sangat baik apabila memelihara dengan sungguh-sungguh bantuan yang diberikan pemerintah dan mensyukurinya.
Ir. Elisman Rasyid juga yakin ternak tersebut akan cepat berkembang dan beranak seandainya peternak memperlakukan ternaknya sesuai habitat aslinya. Melihat potensi lahan yang luas, beliau menyarankan supaya para peternak memberikan ruang gerak kepada sapi Bali tersebut untuk dilepas dan berkeliaran minimal 2-3 jam sehari sehingga dapat mempercepat proses adaptasi ternak tersebut.
Yose Elfiranto, SST selaku penyuluh peternakan Kecamatan Kamang Magek bersama Riswandi, SST menyarankan supaya kelompok rutin membersihkan kandang dan menampung urin sapi tersebut untuk dapat dimanfaatkan sehingga tidak terbuang sia-sia. Selain hal tersebut anggota kelompok juga harus teliti menyikapi perubahan perilaku ternak sehingga apabila ternak tersebut sakit dapat diobati dengan cepat (Sang T).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar