Dalam bahasa ilmiah namanya keren “Leptocoria
Oratorius”. Namun oleh masyarakat tani di kelompok tani Kanagarian Kamang Mudik
Kecamatan kamang Magek, dikenal dengan sebutan “Pianggang”. Bentuknya cantik
warna hijau, dan warna hijau kemerahan untuk yang sudah tua.
Saat ini dibanyak kelompok tani
pelaksana kegiatan Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Ketahanan Pangan dari APBNP
tahun 2015 Kanagarian Kamang Magek sedang diserang oleh walang sangit,dengan
luasan kurang lebih mencapai 200 ha.
Khususnya pada kelompok Tani Sadar
Mandiri, Kapecong Jaya, Balai Baru dan Sarasah Jaya pelaksana kegiatan Rehap
Jaringan Irigasi tersier. Juga pada kelompok tani Binuang Sati pelaksana
kegiatan SRI, Kelompok tani Ulu Aia pelaksana kegiatan OPLA dan Kelompok Indang
Saiyo pelaksana DMB (desa mandiri benih).
Serangan pianggang saat ini cukup
mengkhawatirkan terhadap keberhasilan peningkatan indek panen kegiatan UPSUS
karena kondisi padi yang ditanam tidak serentak sehingga ketersediaan makanan
bagi pianggang tersedia setiap saat.
Saat ini secara umum pada fase masak
susu yang merupakan fase rawan serangan pianggang. Tanaman padi kelompok
pelaksana UPSUS Kamang Mudik adalah varietas “kuruiak kusueik”, Saganggam
Panuah dan Putiah lamo, semua terserang pianggang.
Pianggang ini menghisap cairan butiran
gabah yang sedang mengisi atau masak susu, sehingga gabah menjadi hampa berubah
menjadi coklat dan saat panen hasil turun juha rasa beras kurang enak.
Pianggang juga menjadi vektor (penyebar virus tungro) yang menyebabkan penyakit
tanaman padi.
Untuk pengendalian terpadu Senin (5/10)
dilaksanakan gerakan pengendalaian OPT yang dilaksanakan oleh seluruh
anggota kelompok tani pelaksana Upsus 2015 Kamang Mudik dan dihadiri oleh
rombongan BPTH Provinsi Sumatera Barat, Petugas Labor PHT Bukittinggi, Petugas
PHP Kamang Magek, Petugas TPP Upsus 2015 Kamang Magek, Ka. UPT, Bakhrizal
,S.Sos, Koord Penyuluh, PPL, Danramil dan Babinsa serta acara
dibuka oleh Walinagari Kamang Magek.
Pengendalian alami membuat perangkap
berupa tongkat yang digantungkan botol air mineral bekas berukuran besar yang 1
liter yang telah dilubangi kurang lebih 1 cm agar pianggang nya tidak dapat
keluar lagi dan terkumpul di ujung botol bagian atas.
Tongkat tersebut sebaiknya diletakkan
di sawah jauh-jauh hari sehingga saat pianggang muda mulai terbang telah ada
perangkap menunggu. Pemasangan perangkap tergantung kerapatan tanaman padi
setidaknya berjarak 5 m.
Untuk jangka panjang pengendalian alami
ini harus menggunakan berbagai cara alternatif, dilakukan secara massal, dan
berulang-ulang atau berkesinambungan.
Semoga serangan pianggang ini dapat
diatasi dan panen padi kegiatan upsus dapat mencapai target. Dilaporkan TPP
upsus Kamang Magek. (noni 6/10 2015).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar