Jumat, 02 Oktober 2015

MUSNA Magek: Perbaikan Ampangan Tigo Lurah Harus Terdepan



Dalam mengimplementasikan PP Nomor 18 Tahun 2015 tentang Penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan Nagari, Nagari Magek gelar Musna (Musyawarah Nagari) yang dilaksanakan Jumat, tanggal 2 Oktober 2015 bertempat di Aula pertemuan Kantor Nagari Magek.
Musyawarah yang dihadiri oleh pemuka masyarakat Nagari Magek bersama perangkat Jorong dan SKPD terkait membahas RKP (Rencana Kegiatan Pemerintahan) Nagari Magek Tahun 2016. Termasuk di dalamnya pembahasan tentang Perna Kerjasama Nagari antara lain menyangkut kerjasama pengelolaan pasar antara Nagari Magek dengan Nagari Kamang Hilir.
Namun saya tidak akan berpanjang lebar membahas yang bukan bidang saya tersebut, karena bisa menyebabkan kesalahan dalam pengertian. Saya lebih memfokuskan terhadap bidang saya di sektor peternakan dan pertanian.
Yose Elfiranto, SST selaku Penyuluh Peternakan dan Pertanian Nagari Magek menyampaikan program-program yang telah selesai dan tengah dilaksanakan di Nagari Magek yang meliputi:
1.       JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) di Koto Marapak
2.       JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) di Lurah Bawah
3.       JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) di Sawah Ladang
4.       OPL (Optimalisasi Pemanfaatan Lahan) di Cubadak
5.       SRI (System Of Rice Intensification) di Kubang
6.       PPK (Penggilingan Padi Kecil) di Koto Marapak
Yose menekankan pentingnya memetakan potensi peternakan yang ada di Nagari Magek dan membagi Magek menjadi dua kawasan yaitu Barat Magek meliputi: Kasiak, Sawah Ladang, Kubang, Pulai, Gatah, Pincuran sebagai kawasan pengembangan ternak itik dan Timur Magek meliputi: Kampuang Bawah, Lurah Bawah, Lurah Ateh, Koto Marapak dan Koto Kaciak sebagai kawasan pengembangan ternak kambing.
Yose juga memfokuskan perbaikan Ampangan Tigo Lurah yang terletak di Kasiak yang mengairi 6 jorong di Nagari Magek. Hal ini menjadi prioritas utama bagi pengembangan pertanian Nagari Magek mengingat timpangnya kegiatan bercocok tanam petani pada kawasan tersebut. Kawasan Barat Magek selalu bisa dieksploitasi sumberdayanya untuk bercocok tanam sepanjang tahun, sementara Timur Magek malahan selalu dilanda kekeringan. Sungguh ironis mengingat Nagari Magek merupakan kawasan dengan topografi yang datar.
Helendra selaku Sekretaris BAMUS dan juga Ketua kelompoktani Prancihse mengaminkan masukan dari Yose Elfiranto mengenai perbaikan Ampangan Tigo Lurah dan berharap itu adalah hal utama dan sangat vital dalam pembangunan Nagari Magek karena pertanian merupakan mata pencaharian masyarakat Nagari Magek sehingga akan meningkatkan kesejahteraan petani.
Rikki Ilhamsyah selaku Nyiak Jorong Kubang menyampaikan permasalahan utama yang dihadapi dalam pengairan tersebut adalah sudah rusaknya kincir pemutar dan pembagi air di Ampangan tersebut dan juga tidak berfungsinya peran P3A. Selain itu air yang seharusnya mengairi sawah di 6 jorong tersebut hilang di tengah jalan karena banyaknya irigasi yang dijebol oknum tertentu.
Menutup Musyawarah Nagari, Ir. H. Wirman Syafrul selaku Walinagari Magek menyampaikan P3A dan BAMUS harus duduk bersama membahas hal ini dan perlu dipikirkan insentif terhadap petugas P3A tersebut (Sang T).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar