Dalam mengimplementasikan PP Nomor 18
Tahun 2015 tentang Penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan Nagari, Nagari Magek
gelar Musna (Musyawarah Nagari) yang dilaksanakan Jumat, tanggal 2 Oktober 2015
bertempat di Aula pertemuan Kantor Nagari Magek.
Namun saya tidak akan berpanjang lebar
membahas yang bukan bidang saya tersebut, karena bisa menyebabkan kesalahan
dalam pengertian. Saya lebih memfokuskan terhadap bidang saya di sektor
peternakan dan pertanian.
Yose Elfiranto, SST selaku Penyuluh Peternakan
dan Pertanian Nagari Magek menyampaikan program-program yang telah selesai dan
tengah dilaksanakan di Nagari Magek yang meliputi:
1. JITUT
(Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) di Koto Marapak
2. JITUT
(Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) di Lurah Bawah
3. JITUT
(Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) di Sawah Ladang
4. OPL
(Optimalisasi Pemanfaatan Lahan) di Cubadak
5. SRI
(System Of Rice Intensification) di Kubang
6. PPK
(Penggilingan Padi Kecil) di Koto Marapak
Yose menekankan pentingnya memetakan potensi
peternakan yang ada di Nagari Magek dan membagi Magek menjadi dua kawasan yaitu
Barat Magek meliputi: Kasiak, Sawah Ladang, Kubang, Pulai, Gatah, Pincuran sebagai
kawasan pengembangan ternak itik dan Timur Magek meliputi: Kampuang Bawah,
Lurah Bawah, Lurah Ateh, Koto Marapak dan Koto Kaciak sebagai kawasan
pengembangan ternak kambing.
Yose juga memfokuskan perbaikan Ampangan
Tigo Lurah yang terletak di Kasiak yang mengairi 6 jorong di Nagari Magek. Hal
ini menjadi prioritas utama bagi pengembangan pertanian Nagari Magek mengingat
timpangnya kegiatan bercocok tanam petani pada kawasan tersebut. Kawasan Barat Magek
selalu bisa dieksploitasi sumberdayanya untuk bercocok tanam sepanjang tahun,
sementara Timur Magek malahan selalu dilanda kekeringan. Sungguh ironis
mengingat Nagari Magek merupakan kawasan dengan topografi yang datar.
Helendra selaku Sekretaris BAMUS dan
juga Ketua kelompoktani Prancihse mengaminkan masukan dari Yose Elfiranto mengenai
perbaikan Ampangan Tigo Lurah dan berharap itu adalah hal utama dan sangat
vital dalam pembangunan Nagari Magek karena pertanian merupakan mata
pencaharian masyarakat Nagari Magek sehingga akan meningkatkan kesejahteraan
petani.
Rikki Ilhamsyah selaku Nyiak Jorong
Kubang menyampaikan permasalahan utama yang dihadapi dalam pengairan tersebut
adalah sudah rusaknya kincir pemutar dan pembagi air di Ampangan tersebut dan
juga tidak berfungsinya peran P3A. Selain itu air yang seharusnya mengairi
sawah di 6 jorong tersebut hilang di tengah jalan karena banyaknya irigasi yang
dijebol oknum tertentu.
Menutup Musyawarah Nagari, Ir. H.
Wirman Syafrul selaku Walinagari Magek menyampaikan P3A dan BAMUS harus duduk
bersama membahas hal ini dan perlu dipikirkan insentif terhadap petugas P3A
tersebut (Sang T).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar