Satu lagi keberhasilan Kecamatan Kamang
Magek daam bidang pertanian. Dalam rangka menghadang dan menyongsong era
pertanian yang semakin maju dan tantangan akan Pasar Bebas Asean 2016, Kecamatan
Kamang Magek tidak luput menyikapi hal tersebut. Dengan dasar pemikiran bahwa
era petani tradisional semakin tertinggal, maka penggunaan alat mesin pertanian
mutlak diperlukan dalam mengolah produk pertanian mulai dari hulu ke hilir. Hal
ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, baik tenaga, waktu, biaya
maupun daya saing.
Menyikapi hal tersebut, Kecamatan
Kamang Magek sebagai salah satu sentra tanaman padi di Kabupaten Agam
memperoleh bantuan alat mesin pertanian berupa Combine Harvester H-140 R yang
merupakan mesin sabit sekaligus berfungsi sebagai Threaser sehingga waktu yang
diperlukan petani untuk pelaksanaan panen dapat dihemat (memerlukan waktu 2,5
jam/Ha sawah versi operator).
Mesin Combine Harvester H-140 R yang
merupakan bantuan dari APBN Provinsi Sumatera Barat bulan Oktober 2015 ditempatkan
pada Kelompok Tani Usaha Bersama Jorong Guguak Rang Pisang Nagari Kamang Hilia.
Panen kegiatan OPLA APBN Murni Upsus 2015 pada Kelompok Wanita Tani Mekar Rasa yang
diketuai oleh Deswarti yang beranggotakan 24 orang dilaksanakan pada Selasa,
tanggal 3 November 2015 berlokasi di Jorong Koto Panjang Nagari Kamang Hilia.
Kegiatan panen yang berlokasi di pinggir jalan lintas Kamang Mudiak-Bukittinggi
ini menarik minat masyarakat dan kelompoktani lain sehingga berbondong-bondong menyaksikan
sesuatu yang baru tersebut.
“Direncanakan sistem sewa lebih rendah
dari panen manual. Dimana panen manual sabelek lebih kurang 12 kg setara 10
sukek. Sasukek kurang lebih 1,2 Kg. Pembiayaan manual menggunakan sabit untuk
100 belek dibayarkan 10 belek. Dengan menggunakan mesin ini waktu yang terpakai
lebih sedikit sehingga biaya untuk operasional juga lebih rendah diperkirakan
untuk 150 belek dikeluarkan biaya 10 belek” ujar Linda Zuraida bendahara Kelompok
Tani Usaha Bersama.
Bakhrizal, S,Sos selaku Kepala UPT
BP4K2P Kecamatan Kamang Magek menegaskan bahwa mesin tersebut diterima oleh Kelompoktani
Usaha Bersama, namun digunakan untuk membantu kegiatan panen para petani di
Kecamatan Kamang Magek. Kelompok harus merawat mesin pertanian tersebut dengan
semestinya. “Tidak ada lagi mesin pertanian yang tidur di tengah sawah, mesin
harus dibawa pulang k gudang setelah
pemakaian” ujar Bakhrizal menyikapi kebiasaan operator yang sering membiarkan
mesinnya tidur di lahan sawah.
Bakhrizal juga berharap dengan
penggunaan mesin pertanian tersebut dapat mengurangi resiko Loses atau
kehilangan hasil sehingga dapat menambah pendapatan petani. Menutup kegiatan
tersebut, Bakhrizal berpesan supaya para petani mensosialisasikan mesin
pertanian tersebut dari mulut ke mulut sehingga para petani Kecamatan Kamang
Magek dapat pula menikmati bantuan pemerintah tersebut (Sang T).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar