Selasa, 03 November 2015

Mesin Pertanian Mulai Rambah Kecamatan Kamang Magek

Satu lagi keberhasilan Kecamatan Kamang Magek daam bidang pertanian. Dalam rangka menghadang dan menyongsong era pertanian yang semakin maju dan tantangan akan Pasar Bebas Asean 2016, Kecamatan Kamang Magek tidak luput menyikapi hal tersebut. Dengan dasar pemikiran bahwa era petani tradisional semakin tertinggal, maka penggunaan alat mesin pertanian mutlak diperlukan dalam mengolah produk pertanian mulai dari hulu ke hilir. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, baik tenaga, waktu, biaya maupun daya saing.  
Menyikapi hal tersebut, Kecamatan Kamang Magek sebagai salah satu sentra tanaman padi di Kabupaten Agam memperoleh bantuan alat mesin pertanian berupa Combine Harvester H-140 R yang merupakan mesin sabit sekaligus berfungsi sebagai Threaser sehingga waktu yang diperlukan petani untuk pelaksanaan panen dapat dihemat (memerlukan waktu 2,5 jam/Ha sawah versi operator).
Mesin Combine Harvester H-140 R yang merupakan bantuan dari APBN Provinsi Sumatera Barat bulan Oktober 2015 ditempatkan pada Kelompok Tani Usaha Bersama Jorong Guguak Rang Pisang Nagari Kamang Hilia. Panen kegiatan OPLA APBN Murni Upsus 2015 pada Kelompok Wanita Tani Mekar Rasa yang diketuai oleh Deswarti yang beranggotakan 24 orang dilaksanakan pada Selasa, tanggal 3 November 2015 berlokasi di Jorong Koto Panjang Nagari Kamang Hilia. Kegiatan panen yang berlokasi di pinggir jalan lintas Kamang Mudiak-Bukittinggi ini menarik minat masyarakat dan kelompoktani lain sehingga berbondong-bondong menyaksikan sesuatu yang baru tersebut.
“Direncanakan sistem sewa lebih rendah dari panen manual. Dimana panen manual sabelek lebih kurang 12 kg setara 10 sukek. Sasukek kurang lebih 1,2 Kg. Pembiayaan manual menggunakan sabit untuk 100 belek dibayarkan 10 belek. Dengan menggunakan mesin ini waktu yang terpakai lebih sedikit sehingga biaya untuk operasional juga lebih rendah diperkirakan untuk 150 belek dikeluarkan biaya 10 belek” ujar Linda Zuraida bendahara Kelompok Tani Usaha Bersama.
Telah ada permintaan dalam kecamatan untuk kelompok tani yang akan panen untuk jadwal minggu ini. Rencana manajemen 1/3 untuk tabungan sebagai keuntungan kelompok. 1/3 bagian untuk termasuk biaya perawatan. 1/3 untuk sewa operator biaya pelaksanaan. Hal ini akan di musyawarahkan kembali di kelompok setelah perhitungan perdana ini.
Bakhrizal, S,Sos selaku Kepala UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek menegaskan bahwa mesin tersebut diterima oleh Kelompoktani Usaha Bersama, namun digunakan untuk membantu kegiatan panen para petani di Kecamatan Kamang Magek. Kelompok harus merawat mesin pertanian tersebut dengan semestinya. “Tidak ada lagi mesin pertanian yang tidur di tengah sawah, mesin harus dibawa pulang k gudang  setelah pemakaian” ujar Bakhrizal menyikapi kebiasaan operator yang sering membiarkan mesinnya tidur di lahan sawah.
Bakhrizal juga berharap dengan penggunaan mesin pertanian tersebut dapat mengurangi resiko Loses atau kehilangan hasil sehingga dapat menambah pendapatan petani. Menutup kegiatan tersebut, Bakhrizal berpesan supaya para petani mensosialisasikan mesin pertanian tersebut dari mulut ke mulut sehingga para petani Kecamatan Kamang Magek dapat pula menikmati bantuan pemerintah tersebut (Sang T).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar