Jumat, 13 Mei 2016

Benarkah Penyebab Robohnya Tanaman Padi Hanya Karena Faktor Hujan?

Menunggu padi pulang ke rumah sejak tanam 4-5 bulan sebelumnya adalah sesuatu yang sangat ditunggu petani. Di saat padi mulai menguning, harapan dan asa yang tinggi sangat membayang di wajah para petani. Terbayang sudah hutang yang akan dibayar, anak yang sedang sekolah, rumah yang harus direhab dan tentu saja zakat yang harus dikeluarkan bagi yang mencapai nisab zakat.
Seiring semakin menuanya padi dan mulai berisi, tanaman padi akan terlihat menunduk karena berat dari daun dan bulir padi. Angin dan hujan dapat mengakibatkan tanaman padi rebah. Musim tanam padi yang berada pada musim penghujan menjadi berkah dengan ketersediaan air tetapi di sisi lain ketika padi sudah mulai menua dan berisi akan rentan roboh terkena angin maupun hujan sehingga akan kehilangan potensi hasil panen. Tanaman padi yang roboh merupakan momok bagi petani karena mereka mengurangi hasil produksi hingga 80%.  
Harapan yang begitu tinggi dengan bayangan sejuta masalah yang akan terselesaikan harus ditunda melihat kondisi padi yang sudah rebah. Sebagai seorang penyuluh lapangan tentu kita ikut merasa bersedih, sebab keuntungan dan hasil petani tidak sesuai dengan harapan.
Yose Elfiranto, SST selaku petugas lapangan menilai ada beberapa alternatif mensikapi robohnya tanaman padi tersebut:

  • Tanaman padi yang roboh ditegakkan kembali dengan cara beberapa rumpun padi diikat hingga bisa berdiri. Langkah ini membutuhkan kerja keras, karena tidak mudah mengikat rumpun padi yang roboh semua, dan tidak ada jaminan tidak akan roboh kembali saat terjadi hujan lebat.
  • Memanen secara dini. Jika langkah ini yang diambil, petani akan mengalami kerugian yang lumayan besar. Hasil produksinya akan sangat jauh berkurang dibandingkan jika panen normal. Belum lagi pada kualitas beras yang dihasilkan. Biasanya panen yang dilakukan sebelum waktunya menyebabkan bulir padi belum terisi penuh dan beras menjadi pecah-pecah saat digiling.
Benarkah penyebab robohnya tanaman padi hanya karena faktor hujan? Yose melihat hujan bukan satu-satunya faktor penyebab. Jarak tanam juga mempengaruhi factor tersebut,  diperlebarnya jarak tanam antar tanaman dimaksudkan agar jumlah anakan padi lebih banyak. Dengan rumpun padi yang besar tersebut maka padi yang dihasilkan akan lebih banyak. yang akan berimbas pada kesejahteraan petani.
Beberapa cara yang sudah dilakukan adalah dengan mengikat tanaman padi menjadi sekelompok agar tidak mudah roboh. Tanaman padi yang sudah roboh akan terganggu proses transfer unsur hara di batang padi sehingga bulir padi tidak akan berkembang.
Berikut beberapa teknik yang dihimpun tentang penyebab padi mudah roboh:

  • Tanaman padi terlalu gemuk sehingga batang tanaman padi tidak kuat menopang daun dan malai padi yang tumbuh sangat lebat yang mengakibatkan apabila terkena angin sedikit akan mudah rebah.
  • Pangkal batang tanaman busuk yang disebabkan oleh penggenangan air yang terus-menerus tanpa adanya pengaturan pengairan.
Hal yang dilakukan agar padi tidak mudah Roboh:

  • Penanaman varietas yang tidak tinggi maupun jenis yang tahan air.
  • Mengurangi penggunaan pupuk dengan unsur N yang berlebih, semisal Urea karena pupuk jenis ini dapat mengakibatkan daun terlalu lebat dan tanaman terlalu gemuk. Gunakan juga pupuk ZA atau NPK karena pupuk ini bisa menguatkan batang tanaman padi.
  • Pola pengaturan pengairan, dengan kadang mengeringkan lahan pertanian jangan terus-terusan menggenangi tanaman padi karena bisa mengakibatkan batang mudah busuk.
  • Pemotongan pada daun bagian atas apabila pemupukan sudah terkontrol dan berimbang tetapi tanaman masih terlalu gemuk. Pengurangan daun kurang lebih 10-15cm pada saat umur tanaman 45-50 hst jangan lebih dari itu. Pemotongan ini bertujuan untuk mengurangi beban yang ditopang batang tanaman padi, agar nantinya saat terkena hujan batang kuat menopang (Sang T).

Kamis, 12 Mei 2016

Memasuki musim hujan tanaman padi yang sudah mulai menua tentu akan rentan roboh terkena angin dan hujan. Apalagi apabila tanaman padi tumbuh terlalu subur akan semakin rentan untuk roboh, hal ini akibat dari batang tanaman tidak kuat menopang daun dan bulir padi. Rebahnya tanaman padi dapat menyebabkan menurunya hasil panen, salain itu juga akan menyulitkan dan menambah biaya saat proses pemanenan. Banyak hal yang dilakukan oleh petani kita dalam rangka pengendalian roboh missal dengan melakukan pengikatan, akan tetapi hal tersebut tidak maksimal. Padi yang roboh kemudian didirikan kembali laluk diikat sudah tidak maksimal lagi dalam proses pengisian bulir. Oleh karena itu kenali factor penyebab padi roboh berikut ini 2 faktor yang menyebabkan padi mudah roboh: Tanaman padi yang terlalu gemuk. Hal ini mengakibatkan batang tanaman padi tidak kuat menopang daun dan malai padi yang tumbuh sangat lebat, apabila terkena angin sedikit mudah rebah.Pangkal batang tanaman busuk. Hali ini disebabkan oleh penggenangan air yang terus-menerus.tanpa adanya pengaturan pengairan. Hal yang dilakukan agar padi tidak mudah Roboh: Saat musim hujan Tanamlah Varietas padi yang jenisnya tidak tinggi atau yang tahan air.Pemupukan yang berimbang. Dengan mengurangi penggunaan pupuk dengan unsur N semisal Urea karena pupuk jenis ini dapat mengakibatkan daun terlalu lebat dan tanaman terlalu gemuk. Gunakan juga pupuk ZA atau NPK karena pupuk ini bisa menguatkan batang tanaman padi.Lakukan Pengaturan pengairan, dengan kadang mengeringkan lahan pertanian jangan terus-terusan menggenangi tanaman padi karena bisa mengakibatkan batang mudah busuk.Apabila pemupukan sudah terkontrol dan berimbang tetapi tanaman masih terlalu gemuk lakukan langkah pemotongan daun pada bagian atas. Dipotong kurang lebih 10-15cm pada saat umur tanaman 45-50 hst jangan lebih dari itu. Pemotongan ini bertujuan untuk mengurangi beban yang ditopang batang tanaman padi, agar nantinya saat terkena hujan batang kuat menopang.

Drg

Rabu, 11 Mei 2016

AD ART Sebagai Pondasi Utama Suatu Kelompoktani

Penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup (penjelasan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Dan Kehutanan). Mempedomani hal tersebut, penyuluh sebagai prajurit tempur di lapangan harus mampu mengayomi dirinya sendiri untuk menjadi teladan dan guru bagi para pelaku utama.
Kelompoktani sebagai sebuah organisasi tentunya terdiri atas beberapa orang yang bernaung dalam sebuah wadah. Namun demikian, agar sebuah kelompoktani dapat berjalan dan berkembang dengan baik, tentunya harus didukung dengan perangkat-perangkat organisasi yang salah satunya adalah adanya aturan main berkelompok yang dituangkan dalam bentuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kelompok, atau yang biasa disebut dengan AD/ART Kelompok.
Pada pertemuan kelompok yang dihadiri kelompok Durian Sebatang dan Barek Sapikua yang terletak di Jorong Durian Nagari Kamang Mudiak Rabu tanggal 11 Mei 2016, Zul Ikhsan selaku wakil rakyat di DPRD Agam menjelaskan kekuatan dasar suatu kelompoktani terletak pada seberapa taat kelompok mematuhi kesepakatan yang telah dirancang dalam AD/ART. Kondisi saat ini di lapangan banyak dijumpai kelompok dibentuk karena mengejar target bantuan, sehingga saat bantuan yang diharapkan tidak tercapai anggota kelompok membubarkan diri. Selain itu hanya pengurus yang mengerti tentang AD/ART, hal ini mengakibatkan hilangnya kepercayaan anggota terhadap suatu kepengurusan.
“Dalam penyusunan sebuah AD/ART silakan mencontek AD/ART kelompok lain, tetapi tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan kelompok. Pengurus juga harus diberi ruang waktu untuk bekerja sekitar 5 tahunan sehingga program yang direncanakan kelompok tidak berubah” tegas Zul Ikhsan.
Terdapat perbedaan antara Anggaran Dasar (AD) dengan Anggaran Rumah Tangga (ART). AD hanya mengemukaan pokok-pokok mekanisme organisasi saja, sedangkan ART menerangkan hal-hal yang belum spesifik pada AD atau yang tidak diterangkan dalam AD. Dengan kata lain ART merupakan perincian dari AD. Selain itu, Ketentuan dalam ART lebih mudah untuk di dirubah daripada ketentuan pada AD. 
Dalam Anggaran Dasar (AD) menyangkut beberapa pasal yang dianggap cukup dalam kesepakan tersebut dan disetujui bersama seperti: Pasal 1. Umum; Pasal 2. Nama dan Tempat Kedudukan; Pasal 3. Bidang Usaha; Pasal 4. Kepengurusan; Pasal 5. Keanggotaan; Pasal 6. Rapat Anggota; Pasal 7. Permodalan; Pasal 8. Keuntungan atau SHU; dan terakhir Pasal 9. Penutup, yang ditetapkan oleh Tim Perumus. 
Sedangkan untuk Anggaran Rumah Tangga (ART) menyangkut penjelasan yang lebih rinci dari beberapa aspek antara lain: Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus, Keanggotaan, Rapat Anggota, Pengelolaan Modal Usaha, Keuntungan Usaha dan Penutup yang ditetapkan oleh Tim Perumus.
Yose Elfiranto, SST selaku petugas lapangan menekankan kelompok harus menunjukkan jati dirinya dulu sebelum berharap dapat “Kue Bolu” dari pemerintah. Kelompok harus merapikan tata administrasinya dan setiap kelompok harus mempunyai profil kelompok yang mencakup: latar belakang pendirian, potensi kelompok, program kelompok dan evaluasi kelompok. Kelompok Durian Sebatang sebagai kelompok yang baru berdiri awal tahun 2016 mempunyai potensi di bidang peternakan Sapi dan mempunyai lahan bersama sekitar 5 Ha yang diperuntukkan untuk penanaman Jeruk. Dengan potensi yang ada diharapkan kelompok mampu mengelola potensi dirinya sendiri sebelum menjemput “Kue Bolu” tadi (Sang T).

Rabu, 04 Mei 2016

Teknik Sambung Pucuk Pada Kakao "Cirik" Musang di Kamang Magek

Pada umumnya Pengembangan tanaman  yang dilakukan oleh petani secara generatif (dari biji), sehingga menyebabkan fase vegetatif tanaman lebih panjang (sekitar 7-10 tahun lebih) baru memasuki masa produksi. Hal tersebut merupakan salah satu kendala dalam produktivitas dan mutu tanaman yang dihasilkan. Namun dengan kemajuan teknologi, kendala tersebut dapat diatasi dengan menggunakan cara sambung pucuk. Sambung pucuk merupakan perbanyakan tanaman gabungan antara perbanyakan secara generatif (dari persemaian biji) dengan salah satu bagian vegetatif (cabang/ranting) yang berasal dari tanaman lain.
Sebagaimana usaha perkebunan Kakao di Kecamatan lain, begitu juga dengan usaha perkebunan Kakao di Kecamatan Kamang Magek. Areal tanam tersebar secara merata di lahan para petani. Namun tanaman Kakao yang dipelihara sekarang umumnya adalah tanaman tua yang sudah tidak berproduksi secara maksimal lagi karena umur tanam yang sudah lebih dari 10 tahun bahkan sampai 35 tahun. Dapat dimaklumi usaha perkebunan Kakao di Nagari Kamang Hilir khususnya adalah suatu bentuk pelarian usaha yang disebabkan trauma petani terhadap virus CVPD yang menghantam tanaman Jeruk (Limau) Kamang pertengahan dekade 80-an. Lahan-lahan bekas tanaman Limau tersebut ditanami dengan Kakao varietas Lokal yang menghasilkan hingga saat sekarang. Saya lebih suka menyebut varietas Kakao Cirik (Kotoran) Musang... Mengapa?? Karena umumnya bibit Kakao yang ditanam petani adalah bibit Kakao yang tumbuh secara liar setelah dimakan oleh binatang yang bernama Musang.
Apakah itu suatu tuduhan saya terhadap petani Kakao di Kamang? Silakan tanya secara person kepada pelaku utama. Namun tidak sedikit yang benar-benar melakukan budidaya Kakao secara teknis dengan bimbingan penyuluh lapang. H. Taufik, sebagai salah satu pakar penggerak tanaman Kakao di Kamang Hilir merupakan contoh nyata bahwa tanaman Kakao cukup mengharumkan Nagari Kamang setelah era kejayaan Limau sirna.  Bernaung di bawah bendera kelompoktani KPC Kami Saiyo yang bersekretariat di Parumahan, H. Taufik sukses dan dianggap sebagai penyuluh Kakao Kecamatan Kamang Magek. Umur tanaman Kakao H. Taufik saat ini sudah seumuran dengan saya yaitu 34 tahunan. Namun dengan teknologi yang dianjurkan penyuluh, sekarang ini secara berangsur-angsur tanaman Kakao di Kecamatan Kamang Magek mulai direhabilitasi secara keseluruhan dengan teknik Sambung Pucuk maupun Sambung Samping.
Secara teknis saya tidak menguasai ilmu per-Kakaoan, namun dari beberapa literatur dan sumber resmi dapat dikemukakan teknik peremajaan tanaman Kakao di Kecamatan Kamang Magek.
Kegiatan sambung pucuk kerap digunakan dengan menggabungkan batang bawah dan batang atas. Batang bawah diharapkan menjadi batang yang tahan terhadap patogen tanah dan kokoh sedangkan batang atas merupakan bagian yang memilki karakter produksi yang diinginkan.Batang bawah biasanya dipakai dari tanaman yang tumbuh dari biji sehingga perakarannya lebih kuat. Akan tetapi, batang bawah yang berasal dari biji memiliki karakter yang berbeda (segregasi). Teknologi perbanyakan mengusahakan batang bawah juga diperoleh seragam dari hasil stek.
Perpaduan dari bagian tanaman yang disatukan akan berkembang membentuk tanaman jenis baru, dengan kelebihan yang dimilikinya antara lain : keunggulan dari segi perakaran,  masa berbuah lebih cepat, ukuran tanaman  yang lebih pendek,memiliki sifat genetis yang berasal dari induknya misalnya ukuran buah, daging yang tebal dan rasa manis sertaterhadap penyakit. Bahan yang dibutuhkan dalam proses penyambungan ini adalah bagian tanaman yang akan di sambung atau disebut batang atas (entres)bisa tunas pucuk atau tunas samping.bagian bawah yang menerima sambungan di sebut Batang Bawah(understock).cara mendapatkan batang bawang dengan penyemaian biji tanaman lokal yg memilki perakaran yg baik dan tahan terhadap serangan busuk akar.
Teknik sambung celah dengan entres yang mempunyai 1 – 3 mata tunas, tingkat keberhasilan sambungan mencapai 90%.  Batang bawah siap untuk disambung bila diameter telah berukuran 0,6 cm atau lebih.  Potong pucuknya pada bagian yang berwarna kecoklatan dan biarkan helaian daun sebelah bawah tetap berada pada batang bawah. Kemudian tepat ditengah bekas potongan dibelah dengan pisau tajam sedalam 2-3 cm.
Entris berasal dari pohon induk yang sehat, yang sedang dorman sepanjang 10-15 cm dari, kemudian potong daunnya.  Sayat bagian pangkal entris pada kedua belah sisinya sepanjang 2 – 3 cm membentuk baji dan sisipkan bagian baji dari entris kedalam celah batang bawah + ikat dg tali plastik, sungkup dengan kantong  plastik transparan agar tetap lembab dan tempatkan di bawah naungan.  Sungkup plastik dibuka apabila mata tunas pada entris telah pecah, lebih kurang umur 1 bulan.
Alat-alat yang dibutuhkan gunting stek, pisau stek/cutter, tali plastik.
Langkah – langkah penyambungan:
  • Memilih batang bawah yang diameternya kurang lebih sama dengan batang atas.potong batang bawah kurang lebih 20 – 25 cm dari permukaan tanah atau sekitar 3 cm dari bagian hipokotil.kemudian batang bawah di belah sekitar 2-2,5 cm.
  • Batang atas yg sudah disiapkan buang daunnya, kemudian sayat kedua sisi pangkal cabang sepanjang2- 2,5 cm, sehingga bentuk seperti mata kampak.
  • Selanjutnya batang atas di masukkan kedalam belahan batang bawah.
  • Pengikatan atau pembalutan menggunakan sealtip(isolasi paralon) atau bisa juga menggunakan tali yang terbuat dari plastik es. 
  • Tujuan penyungkupan adalah untuk menjaga kelembapan agar tetap tinggidan mengurangi penguapan di sekitar sambungan.Tempatkan tanaman tang sudah tersambung di tempah yang teduh atau di beri naungan agar terhindar dari panas matahari langsung.
  • Proses selanjutnya tinggal perawatan bibit sampai siap di tanam di kebun,sekitar 3-6 bulan kemudian. 
Teknologi ini bisa dicoba dan diterapkan pada tanaman buah yang berbatang keras lain seperti mangga, durian, alpukat dll (Sang T).