Pada umumnya Pengembangan tanaman yang dilakukan oleh petani secara generatif (dari biji), sehingga menyebabkan fase vegetatif tanaman lebih panjang (sekitar 7-10 tahun lebih) baru memasuki masa produksi. Hal tersebut merupakan salah satu kendala dalam produktivitas dan mutu tanaman yang dihasilkan. Namun dengan kemajuan teknologi, kendala tersebut dapat diatasi dengan menggunakan cara sambung pucuk. Sambung pucuk merupakan perbanyakan tanaman gabungan antara perbanyakan secara generatif (dari persemaian biji) dengan salah satu bagian vegetatif (cabang/ranting) yang berasal dari tanaman lain.
Sebagaimana
usaha perkebunan Kakao di Kecamatan lain, begitu juga dengan usaha perkebunan
Kakao di Kecamatan Kamang Magek. Areal tanam tersebar secara merata di lahan para
petani. Namun tanaman Kakao yang dipelihara sekarang umumnya adalah tanaman tua
yang sudah tidak berproduksi secara maksimal lagi karena umur tanam yang sudah
lebih dari 10 tahun bahkan sampai 35 tahun. Dapat dimaklumi usaha perkebunan
Kakao di Nagari Kamang Hilir khususnya adalah suatu bentuk pelarian usaha yang
disebabkan trauma petani terhadap virus CVPD yang menghantam tanaman Jeruk
(Limau) Kamang pertengahan dekade 80-an. Lahan-lahan bekas tanaman Limau tersebut
ditanami dengan Kakao varietas Lokal yang menghasilkan hingga saat sekarang.
Saya lebih suka menyebut varietas Kakao Cirik (Kotoran) Musang... Mengapa??
Karena umumnya bibit Kakao yang ditanam petani adalah bibit Kakao yang tumbuh secara
liar setelah dimakan oleh binatang yang bernama Musang.
Apakah
itu suatu tuduhan saya terhadap petani Kakao di Kamang? Silakan tanya secara
person kepada pelaku utama. Namun tidak sedikit yang benar-benar melakukan
budidaya Kakao secara teknis dengan bimbingan penyuluh lapang. H. Taufik,
sebagai salah satu pakar penggerak tanaman Kakao di Kamang Hilir merupakan
contoh nyata bahwa tanaman Kakao cukup mengharumkan Nagari Kamang setelah era
kejayaan Limau sirna. Bernaung di bawah
bendera kelompoktani KPC Kami Saiyo yang bersekretariat di Parumahan, H. Taufik
sukses dan dianggap sebagai penyuluh Kakao Kecamatan Kamang Magek. Umur tanaman
Kakao H. Taufik saat ini sudah seumuran dengan saya yaitu 34 tahunan. Namun
dengan teknologi yang dianjurkan penyuluh, sekarang ini secara berangsur-angsur
tanaman Kakao di Kecamatan Kamang Magek mulai direhabilitasi secara keseluruhan
dengan teknik Sambung Pucuk maupun Sambung Samping.
Secara
teknis saya tidak menguasai ilmu per-Kakaoan, namun dari beberapa
literatur dan sumber resmi dapat dikemukakan teknik peremajaan tanaman Kakao di
Kecamatan Kamang Magek.
Kegiatan
sambung pucuk kerap digunakan dengan menggabungkan batang bawah dan batang
atas. Batang bawah diharapkan menjadi batang yang tahan terhadap patogen tanah
dan kokoh sedangkan batang atas merupakan bagian yang memilki karakter produksi
yang diinginkan.Batang bawah biasanya dipakai dari tanaman yang tumbuh dari
biji sehingga perakarannya lebih kuat. Akan tetapi, batang bawah yang berasal
dari biji memiliki karakter yang berbeda (segregasi). Teknologi perbanyakan
mengusahakan batang bawah juga diperoleh seragam dari hasil stek.
Perpaduan
dari bagian tanaman yang disatukan akan berkembang membentuk tanaman jenis
baru, dengan kelebihan yang dimilikinya antara lain : keunggulan dari segi
perakaran, masa berbuah lebih cepat, ukuran tanaman yang lebih
pendek,memiliki sifat genetis yang berasal dari induknya misalnya ukuran buah,
daging yang tebal dan rasa manis sertaterhadap penyakit. Bahan yang dibutuhkan
dalam proses penyambungan ini adalah bagian tanaman yang akan di sambung atau
disebut batang atas (entres)bisa tunas pucuk atau tunas samping.bagian bawah
yang menerima sambungan di sebut Batang Bawah(understock).cara mendapatkan
batang bawang dengan penyemaian biji tanaman lokal yg memilki perakaran yg baik
dan tahan terhadap serangan busuk akar.
Teknik
sambung celah dengan entres yang mempunyai 1 – 3 mata tunas, tingkat
keberhasilan sambungan mencapai 90%. Batang bawah siap untuk disambung
bila diameter telah berukuran 0,6 cm atau lebih. Potong pucuknya pada
bagian yang berwarna kecoklatan dan biarkan helaian daun sebelah bawah tetap
berada pada batang bawah. Kemudian tepat ditengah bekas potongan dibelah dengan
pisau tajam sedalam 2-3 cm.
Entris
berasal dari pohon induk yang sehat, yang sedang dorman sepanjang 10-15 cm
dari, kemudian potong daunnya. Sayat bagian pangkal entris pada kedua
belah sisinya sepanjang 2 – 3 cm membentuk baji dan sisipkan bagian baji dari
entris kedalam celah batang bawah + ikat dg tali plastik, sungkup dengan
kantong plastik transparan agar tetap lembab dan tempatkan di bawah
naungan. Sungkup plastik dibuka apabila mata tunas pada entris telah
pecah, lebih kurang umur 1 bulan.
Alat-alat
yang dibutuhkan gunting stek, pisau stek/cutter, tali plastik.
Langkah
– langkah penyambungan:
- Memilih batang bawah yang diameternya kurang lebih sama dengan batang atas.potong batang bawah kurang lebih 20 – 25 cm dari permukaan tanah atau sekitar 3 cm dari bagian hipokotil.kemudian batang bawah di belah sekitar 2-2,5 cm.
- Batang atas yg sudah disiapkan buang daunnya, kemudian sayat kedua sisi pangkal cabang sepanjang2- 2,5 cm, sehingga bentuk seperti mata kampak.
- Selanjutnya batang atas di masukkan kedalam belahan batang bawah.
- Pengikatan atau pembalutan menggunakan sealtip(isolasi paralon) atau bisa juga menggunakan tali yang terbuat dari plastik es.
- Tujuan penyungkupan adalah untuk menjaga kelembapan agar tetap tinggidan mengurangi penguapan di sekitar sambungan.Tempatkan tanaman tang sudah tersambung di tempah yang teduh atau di beri naungan agar terhindar dari panas matahari langsung.
- Proses selanjutnya tinggal perawatan bibit sampai siap di tanam di kebun,sekitar 3-6 bulan kemudian.
Teknologi
ini bisa dicoba dan diterapkan pada tanaman buah yang berbatang keras lain seperti
mangga, durian, alpukat dll (Sang T).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar