Selasa, 06 Desember 2016

Dirjen Hortikultura Kementan: Kamang Magek Seharusnya Sentra Bawang Merah Kabupaten Agam

Sukses Kecamatan Kamang Magek mengembangkan tanaman bawang merah pada penanaman perdana mendapat respon yang tinggi dari Kementerian Pertanian RI. Kedatangan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Ir. Spudnik Sujono Kamino, MM di Kecamatan Kamang Magek disambut dengan sukacita oleh Camat Kamang Magek dan UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek.
Dirjen blusukan ke lahan pertanian bawang merah di Kecamatan Kamang Magek dalam rangka mensosialisasikan sekaligus memonitoring perkembangan bawang merah di Kabupaten Agam yang dinilanya cukup berhasil dengan penggunaan bibit Maja Cipanas. Dirjen yang turun bersama Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktur Perlindungan Tanaman didampingi Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat dan Kabid Hortikulutra Kabupaten Agam, Selasa tanggal 6 Desember 2016 selain berdialog dengan petani tentang program dan tindak lanjut pengembangan bawang merah juga turut mengapresiasi kualitas Jeruk Kamang yang dinilainya luar biasa. Tanpa basa-basi Dirjen turun menemui petani bawang merah dan Jeruk  di kelompoktani Manis Sejahtera, Nagari Kamang Hilia.
Di sela-sela menikmati buah Jeruk di lahan kelompok, Dirjen menyatakan kekagumannya dengan kondisi tanah di Kecamatan Kamang Magek yang mampu menampung segala jenis tanaman Hortikultura. “Seharusnya Kecamatan Kamang Magek ini cocok dijadikan sentra tanaman Hortikultura karena iklimnya sangat mendukung sehingga mampu mengangkat perekonomian masyarakat lebih tinggi lagi”, jelasnya.
Dirjen juga menawarkan Camat Kamang Magek seandainya Kamang Magek mampu menyediakan lahan satu hamparan seluas 100 Ha untuk penanaman Jeruk Kamang tentu hal ini akan semakin menarik. “Kita punya program dan anggaran, tentu hal ini akan sangat menggiurkan, tidak masalah juga tetapi akan lebih sangat cantik seandainya satu hamparan sehingga mampu kita sulap menjadi lahan Agrowisata”, pungkasnya.
Terkait tanaman cabe dan bawang merah yang saat ini menjadi primadona baru di Kabupaten Agam, Dirjen menekankan perluasan lahan tanam bawang dan satu hamparan. ”Berani gak, kalau tanaman bawang ini kita jadikan satu hamparan minimal 5 Ha satu hamparan. Pusatkan Kecamatan Kamang Magek sebagai sentra bawang merah di Kabupaten Agam”, tegasnya. Namun tentu teknik berbudidaya harus lebih ditingkatkan lagi, sehingga produktivitas baik kualitas maupun kuantitas dapat ditingkatkan. Saat ini produktivitas bawang merah Kecamatan Kamang Magek dinilai cukup bagus sehingga mampu menghasilkan 20 sampai 25 anakan setiap bijinya.
Dirjen secara khusus menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan kebijakan Bupati Agam yang dinilainya sangat perhatian terhadap perkembangan dunia pertanian di wilayahnya sehingga petani merasa diuntungkan. Apalagi Dirjen mendengar baru-baru ini Bupati menyediakan waktu secara khusus meninjau pengembangan tanaman hortikultura di Kabupaten Agam. Dirjen juga menjelaskan PR bersama bagi kita semua, bagaimana supaya petani cabe dan bawang seharusnya menikmati harga mahal komoditinya, namun yang terjadi justru para pengumpul dan pedagang yang selalu mengambil keuntungan.

Zulmarni, SP selaku Kabid Hortikultura Kabupaten Agam menjelaskan potensi pengembangan pertanian khususnya tanaman hortikultura di Kecamatan Kamang Magek umumnya adalah pemanfaatan lahan pekarangan seperempat hingga setengah hektar di belakang rumah petani. Hal ini disebabkan karena keterbatasan kepemilikan lahan, sehingga sukar mencetak lahan baru untuk pengembangan hortikulura. “Satu-satunya jalan adalah memaksimalkan setiap tegalan yang ada disamping dijadikan tanaman tumpang sari pada tanaman yang telah ada dan melakukan pergantian pola tanam pada lahan sawah petani dengan tanaman cabe maupun bawang”, tutupnya (Sang T).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar