Sabtu, 03 Desember 2016

Kamang Magek Siap Menjadi Pemasok Utama Bawang Merah Kabupaten Agam


Kecamatan Kamang Magek sebagai salah satu kawasan Hinterland di Kabupaten Agam mempunyai potensi yang sangat luar biasa dalam pengembangan tanaman sayuran. Kecamatan Kamang Magek yang merupakan daerah lereng Bukit Barisan termasuk daerah dataran tinggi yang mempunyai iklim sejuk dengan curah hujan yang tinggi (2.042 mm/tahun).
Salah satu tanaman sayuran yang menjadi primadona baru di Kecamatan Kamang Magek saat ini adalah bawang merah (Allium ascalonicum). Bawang merah merupakan sayuran unggulan nasional yang belum banyak keragaman varietasnya. Bawang merah  dikenal sebagai sayuran yang sangat fluktuatif  harga maupun produksinya. Hal ini terjadi karena pasokan produksi yang tidak seimbang antara panen pada musimnya serta panen di luar musim. Salah satu diantaranya disebabkan tingginya intensitas serangan hama dan penyakit terutama bila penanaman dilakukan di luar musim.
Bawang merah merupakan Tanaman yang cocok dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 0 hingga 900 meter dari permukaan laut. Namun hal tersebut seolah tak berlaku di daerah Kecamatan Kamang Magek. Tanaman bawang merah mampu tumbuh subur dan sangat menjanjikan dalam peningkatan perekonomian masyarakat.
Alokasi pengembangan tanaman bawang merah di Kecamatan Kamang Magek oleh Dipertahornak Kabupaten Agam pada Tahun 2016 sebanyak 5 Ha mendapat respon yang sangat signifikan dari para petani. Secara swadaya petani mampu mengembangkan  penanaman tanaman bawang merah menjadi 10 Ha.  Produksi bawang merah di Kecamatan Kamang Magek mampu mencapai 14 - 15 Ton/Ha, melihat peningkatan hasil yang diperoleh serta waktu yang pendek (70-85 hari) membuat para petani mulai melirik sektor ini.
Bakhrizal, S.Sos selaku Kepala UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek menyatakan para petani saat ini tergiur untuk berbudidaya bawang merah. Kecamatan Kamang Magek sangat potensial dalam pengembangan tanaman bawang merah. Total untuk Tahun 2017 sebanyak 16 kelompoktani dengan luas lahan 21,5 Ha siap untuk menjadikan tanaman bawang merah sebagai komoditas unggulan. Dilihat dari potensi lahan dan animo para petani jumlah tersebut dinilai masih kurang.  Setidaknya Kecamatan Kamang Magek mampu menyediakan 30 Ha  untuk pengembangan tanaman bawang merah. Peran serta penyuluh lapangan dalam memfasilitasi dan mempromosikan komoditi tersebut dinilai sangat vital, pungkas Bakhrizal.

Drs. Surya Wendri selaku Camat Kamang Magek mengapresiasi pengembangan tanaman bawang merah di Kecamatan Kamang Magek yang dinilai sangat berhasil membangkitkan gairah dan merubah pola pikir petani. Surya Wendri yakin Kecamatan Kamang Magek mampu menjadi pilot project tanaman bawang merah di Kabupaten Agam dan menjadi pemasok utama bawang merah untuk Kabupaten Agam khususnya dan Sumatera Barat umumnya. Ketersediaan bawang merah yang  melimpah di Kabupaten Agam diharapkan mampu menetralisir fluktuatif harga bawang merah yang dinilai tidak stabil (Sang T).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar