Kamis, 08 Desember 2016

Pengendalian Kepinding tanah

Hama adalah salah satu masalah besar bagi petani. Untuk itu perlunya seorang petani mengenali dan memahami dari tiap jenis-jenis hama yang sering menyerang dan memperburuk tumbuh kembang tanaman. Salah satu jenis hama yang sering menyerang tanaman padi adalah serangga kepinding tanah.
Sebelum melangkah kepada cara menanggulangi serangga kepinding tanah tersebut, terlebih dahulu kenalilah jenis serangga tersebut. Serangga kepinding tanah termasuk jenis kepik berwarna hitam kusam dengan panjang 7–10 mm dan lebar 4 mm. Tanaman inang terdiri dari padi, jagung dan tumbuh-tumbuhan golongan rumput-rumputan (graminae). Kepadatan populasi kepinding tanah sangat berpengaruh terhadap besarnya serangan hama tersebut pada tanaman padi. Infestasi awal kepinding tanah pada tanaman yang lebih muda menimbulkan kerusakan tinggi. Nimfa dan imago menghisap cairan tanaman pada bagian batang dan mengakibatkan tanaman menjadi kerdil dengan daun-daun yang berwarna coklat kemerahan atau kuning. Serangan kepinding tanah pada awal musim menyebabkan pengurangan jumlah anakan dan tanaman menjadi kerdil. Kepinding tanah yang menyerang malai mengakibatkan malai tidak berkembang sempurna dan bulir kosong. Pada populasi tinggi, dapat menyebabkan pertanaman mati, diawali dengan perubahan warna kuning kemerahan dan akhirnya menjadi coklat. Semakin awal infestasi semakin berkurang produksi yang dihasilkan. Penurunan hasil padi pada infestasi stadia anakan (30 hst) pada kepadatan 25–75 ekor per rumpun hasilnya akan berkurangantara 51–71%. Sedang jika infetasi pada stadia tanaman generatif, padakepadatan 25–75 ekor per rumpun hasilnya akan berkurang antara 37–48%. Pada serangan berat dapat menurunkan hasil 60 sampai 80%.
Pengendalian hama kepinding tanah:
  1. Menggunakan miko insektisida berupa cendawan Beauveria bassiana yang diaplikasikan seperti insektisida kimia karena mampu menekan populasi hingga 30%.
  2. Kultur teknis dengan cara pengolahan tanah yang baik, pengaturan air padatanaman padi (intermitten), penyiangan atau pengendalian gulma dan sanitasi lingkungan (gulma dan rerumputan) terutama pada galengan dan tanggul saluran irrigasi, atau pinggiran jalan.
  3. Menggunakan musuh alami seperti parasitoid dan predator. Mengingat pentingnya peran kepinding tanah pada pertanaman padi dan sulitnya pengendalian, maka untuk dapat menentukan strategi pengendalian yang lebih tepat perlu diketahui perkembangan populasinya dan jenis-jenis musuh alami yang potensial untuk mengendalikan hama tersebut.
  4. Secara kimia dengan insektisida seperti Fastac 15 EC, Atabron 50 EC, Matador25 EC dan regent 50 SC , dengan volume larutan 400-500 lt/ha. Namun, penggunaan insektisida sintetik secara tidak bijaksana dan berlebihan dapat menimbulkan beberapa masalah seperti pencemaran lingkungan, hama menjadi resistensi dan terjadi resurjensi hama, serta terbunuhnya serangga yang bermanfaat (Oka 1995). Hama kepinding tanah sangat sulit dikendalikan karena bersembunyi di pangkal batang tanaman padi. Meski disemprot dengan insektisida tetap tidak efektif, karena semprotan tidak dapat menjangkau lokasi persembunyian hama tersebut. Ketika disemprot saat sawah dikeringkan, hama tersebut tetap tidak mati karena bersembunyi di pangkal batang padi, sehingga penyemprotan harus diulangi dan 3 hal ini dapat menyebabkan terbunuhnya serangga bermanfaat yang ada di pertanaman padi akibat penyemprotan insektisida terlalu intensif.
  5. Secara fisik dan mekanis dengan menggunakan lampu perangkap dan pelapasan bebek/itik disawah.

Musuh alami 
Musuh alami kepinding tanah antara lain:
  • Parasitoid telur : Scelionid
  • Predator telur : Katak dan kadal
  • Predator telur, nimfa dan dewasa adalah kumbang Carabidae
  • Musuh alami yang dapat ditemukan di pertanaman padi yang dapat berperan sebagai predator kepinding tanah di antaranya adalah Agonium daimio (Coleoptera: Carabidae), Stenonabis tagalicus (Hemiptera: Nabidae), Rana sp. (Ranidae). Musuh alami lainnya sebagai parasitoid telur adalah Telenomus cyrus, dan T. triptus (Hymenoptera: Scelionidae), serta patogen Metarhizium anisopla.

Demikianlah informasi mengenai hama kepinding dan cara menanggulanginya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda mengenai hama tanaman terkhususnya padi (Sang T). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar