Minggu, 28 Februari 2016

Zul Ikhsan: Kelompoktani Harus Mendekatkan Diri Dengan Balai Penyuluhan Kecamatan

Kelompoktani Ternak Dangau Baru Saiyo yang terletak di Kanagarian Kamang Hilia terus marathon memperbaiki manajemen kelompok. Kelompok yang tergolong baru tersebut didirikan oleh sekelompok pemuda yang mempunyai pemikiran sama bagaimana mengelola usaha secara bersama-sama dan tukar pemikiran dalam pemeliharaan ternak yang mereka pelihara. Dalam rangka penyusunan rencana kerja ke depan, kelompoktani Ternak Dangau Baru Saiyo melakukan pertemuan yang dihadiri  seluruh anggota kelompok pada hari Minggu tanggal 28 Februari 2016.
Nurhasiswan, selaku Kepala UPT Puskeswan Wilayah VII (Kecamatan Baso dan Kecamatan Kamang Magek) mengapresiasi para pemuda yang menurutnya mempunyai potensi yang besar untuk maju. Nurhasiswan memaparkan ada beberapa poin yang perlu diperhatikan untuk kokohnya suatu kelompok. Suatu kelompok bukan hanya berbicara secara lisan, namun harus diiringi dengan kerja nyata. Beberapa poin penting kelompok adalah:

1.      Kelompok harus mempunyai anggota
2.      Kelompok terdaftar dan mempunyai SK
3.      Mempunyai administrasi yang rapi
4.      Kelompok mempunyai kantor sekretariat
5.      Kelompok tidak bergantung kepada bantuan pemerintah
Nurhasiswan menjelaskan potensi Nagari Kamang Hilia yang sangat potensial dengan hijaun makanan ternak harus mampu dikelola oleh kelompok. Kelompoktani Dangau Baru Saiyo dengan potensi yang ada harus partisipatif menyikapi hal tersebut. Dalam mendukung program percepatan swasembada daging sapi dan kerbau Tahun 2017, Nurhasiswan menyarankan kelompok lebih fokus terhadap pemeliharaan sapi potong dan sapi induk.
Sementara itu kehadiran Zul Ikhsan seolah membawa angin segar bagi para peternak yang tergabung dalam kelompoktani Ternak Dangau Baru Saiyo. Betapa tidak, seolah kehadiran anggota DPRD Kabupaten Agam yang berada di Komisi II yang membawahi bidang pertanian tersebut diharapkan mampu membawa aspirasi mereka.
Ibarat sebuah lidi yang mudah dipatahkan, Zul Ikhsan mengibaratkan sebuah kelompok dengan sapu lidi yang terikat kuat dan mampu membersihkan setiap permasalahan. Kelompok diharapkan adalah tempat berunding dan memecahkan suatu masalah dan menjadi ajang diskusi demi perbaikan kualitas diri. Kelompok harus mempunyai legalitas yang jelas dan tujuan yang jelas. Seandainya hal tersebut sudah terlaksana, adalah menjadi tugas pemerintah (Balai Penyuluhan Kecamatan) untuk memfasilitasi kepentingan pelaku utama.
Zul Ikhsan bersyukur dengan keberadaan kelompoktani Ternak Dangau Baru Saiyo dan potensi yang ada. Sebut saja keberadaan Ibukota Kecamatan, potensi putera nagari yang dimiliki seperti penyuluh peternakan, Kepala Bidang Perikanan maupun Kepala Bidang Peternakan Provinsi sampai dengan potensi anggota DPRD. Untuk itu Zul Ikhsan berharap kelompok mampu menghilangkan semua perbedaan yang ada dan memahami perbedaan tersebut. Kelompok juga harus berpedoman kepada AD/ART, sebab AD/ART adalah keputusan tertinggi kelompok.
Yose Elfiranto, SST selaku putera nagari sekaligus penyuluh setempat berharap kelompok mampu menyelesaikan setiap masalah secara bersama-sama dan tukar informasi. Ibarat pepatah Minang Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. “Membentuk kelompok sangatlah mudah, namun mempertahankan eksistensinya sukar dilaksanakan. Kelompok harus mampu menunjukkan kinerjanya dan memperbaiki administrasi secara kontinu. Selain itu, kelompok mempunyai potensi seperti sebagian anggota adalah peternak, kelompok juga mempunyai lahan kosong seluas lebih kurang 1 Ha dan mempunyai sumber dana sebagai kas kelompok. Ini adalah nilai plus kelompok” ujar Yose.
Melihat potensi yang ada dan rencana kerja kelompok, Zul Ikhsan yakin akan eksistensi kelompok. “Untuk mempertegas keberadaannya, kelompok harus mampu menjalin kebersamaan dan mampu memahami perbedaan. Kelompok juga harus menjalin komunikasi/mendekatkan diri dengan Balai Penyuluhan Kecamatan. Sehubungan dengan pendanaan, kelompok sebaiknya mempunyai wadah keuangan dan tergabung dalam Lembaga Keuangan seperti Koperasi maupun BMT” pungkas Zul Ikhsan menutup diskusi (Sang T).

Kamis, 25 Februari 2016

FATHIR, Dari 80 Batang Limau Kamang Menghasilkan 50 Juta Rupiah Satu Kali Panen

Siapa tak kenal dengan Jeruk (Limau) Kamang? Pada dekade 80-an Limau Kamang mengalami masa puncak jayanya. Salah satu pelopor berjayanya Limau Kamang tersebut adalah H. Nasrullah, beliau sekarang sudah tidak ada. Namun tongkat estafet untuk tetap berjaya di Limau Kamang, tampaknya mengalir dalam salah satu putera beliau.
Fathir, salah satu putera beliau saat ini mulai merintis usaha berkebun Limau Kamang. Mulai dari Nol, di saat Limau Kamang diterpa Virus yang menghancurkan seluruh komoditi Limau Kamang, Sekarang Fathir sudah dapat membusungkan dada melihat rimbunnya buah Limau Kamangnya.
Sempat mengenyam pendidikan di Perguran Tinggi, namun jiwa wiraswasta  membuat Fathir mengakhiri masa pendidikannya walaupun itu penuh resiko terhadap masa depannya.
Fathir, petani Limau  berusia 49 tahun ini adalah sosok petani yang menjadi wakil ketua dalam Kelompoktani Manis Sejahtera Jorong Nan VII, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek. Lahir pada tanggal 27 Februari 1967 adalah anak ketiga dari 5 bersaudara pasangan H. Nasrullah dan Hj. Fauziah.
Pengalaman berkebun Fathir dimulai saat masih aktif sebagai pelajar di bangku SMA sekitar tahun 80-an, saat membantu orangtua berkebun Limau Kamang. Motivasi untuk maju begitu tinggi, sehingga tidak malu untuk bertanya kesana kemari, dan belajar dari pengalaman dan praktek yang dilakukan. Besar dari keluarga dan lingkungan petani membuat Fathir lebih mudah menguasai ilmu pertanian yang didapat. 
Dalam kiprahnya sebagai petani, Fathir banyak berinteraksi dengan berbagai kalangan termasuk dengan para petani Limau di Kamang Hilia, petani maju, petugas PHP dan terutama dengan para Penyuluh. Fathir juga menjadi sumber ilmu dan guru bagi para petani limau di Kamang Hilia
Sejarah Usaha  
Sebenarnya hobi berkebun Limau sudah turun temurun dari orangtua Fathir. Sekitar Tahun 1975 s/d 1984 orangtuanya sudah berkiprah di bidang Limau. H. Nasrullah dan H. Samiak merupakan simbol perintis Limau Kamang. Sehingga saat itu orang berbondong-bondong menanam Limau Kamang melihat kesuksesan dan nilai ekonomi dari Limau Kamang. Perekonomian masyarakat meningkat drastis, banyak orang kaya baru bermunculan di Nagari Kamang. Pada tahun 1984, mulailah masa suram itu. Nagari Kamang dihantam Virus CVPD yang menghantam sendi perekonomian petani khususnya petani Limau Kamang.
Melihat kondisi tersebut, selepas SMA Fathir yang mempunyai jiwa mandiri, mulai merintis usaha perabot Kamang. Dengan usaha yang kecil-kecilan sampai berkembang dan mempunyai beberapa karyawan, Fathir terus bereksperimen dengan niat tulus supaya Limau Kamang kembali bisa berjaya lagi. Dengan melakukan berbagai demplot dan percobaan, Fathir terus berusaha meskipun hasilnya tetap mengecewakan, umur Limau hanya bertahan 4 tahun.
Pada Tahun 1995 s/d 2010 Fathir memfokuskan untuk serius di bidang usaha perabot Kamang. Setelah mengalami masa kejayaan dengan perabot, usaha perabot mulai goyang dan tidak menguntungkan lagi karena faktor susahnya mendapatkan bahan baku. Fathir mulai berpikir tentang usaha apa yang akan diteruskan. Kembali ke niat awal, Fathir mulai belajar bertanya ke sana kemari dan belajar dari pengalaman petani sebelumnya, akhirnya diputuskan bahwa Limau Kamang harus kembali dibangkitkan.
Setelah berpikir dengan matang dan memperhitungkan faktor kegagalan, Fathir mulai membuka lahan yang telah mulai terlantar. Segala pemikiran dicurahkan untuk menangkal kembalinya virus CPPD. Fathir mulai mencari informasi ke Balai Penyuluhan Kecamatan tentang Tata Cara Pemeliharaan Limau Kamang dan Strategi Menangkal Penyakit Limau. Mengikuti anjuran Penyuluh, Fathir mulai menerapkan teknologi Pertanian dalam mengelola usaha berkebun Limau.
Apa Kelebihan Seorang Fathir?
Apa kelebihan dari seorang Fathir? Minat yang besar terhadap perkembangan Limau Kamang membuat Fathir terus melakukan eksperimen dengan niat dapat menjadikan Limau Kamang kembali ke puncak kejayaannya. Kemauan yang kuat untuk maju juga membuat Fathir tidak mau besar kepala dengan hasil yang telah diperolehnya. Fathir yang selama ini dikenal ramah dan suka membantu, terus membimbing para petani pemula untuk berusaha Limau Kamang dan bersedia menjadi tempat konsultasi mereka.
Bakhrizal, S.Sos selaku Kepala UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek mengaku salut dan terkesan dengan semangat Fathir dalam usaha memajukan Limau Kamang. Dia berharap, semangat Fathir tersebut dapat menular kepada para petani di Kecamatan Kamang Magek.
Penerapan Teknologi Petanian
Jumlah luasan kebun Limau Kamang milik kelompoktani Manis Sejahtera saat ini sekitar  15 Ha yang tersebar di Nagari Kamang Hilia. Saat ini jumlah Limau Kamang milik Fathir sebanyak 400 batang, dan 80 batang sudah mulai menghasilkan. Buah yang dihasilkan pada kebun Fathir boleh dikatakan luar biasa hasilnya. Hasnul Hadya selaku Penyuluh Pertanian Swadaya mengistilahkan Limau Kamang milik Fathir ibarat telur itik sebesar  mangga. Dengan kualitas super yang dihasilkan tentu Limau Fathir menjadi bahan lirikan para toke buah.
Namun dibalik itu, apa yang dilakukan oleh Fathir sehingga dapat kembali “mambangkik batang tarandam” tersebut? Mengikuti pola anjuran tentang Tata Cara Pemeliharaan Limau Kamang dan Penggunaan Teknologi Pertanian dari Balai Penyuluhan Kecamatan, Fathir mulai menerapkannya di lahan Limau miliknya.
Melalui serangkaian penyuluhan yang diikuti, Fathir tertarik mencoba melakukan percobaan menggunakan bubur Bordo dan bubur California. Bubur Bordeaux (bordo) adalah salah satu pestisida yang bisa dibuat sendiri. Pestisida ini sudah dikenal sangat lama dan terbukti manjur untuk mengatasi serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur.
Bubur california adalah pestisida yang dapat dibuat sendiri  dengan menggunakan bahan baku yang mudah didapat dan merupakan pestisida alternatif yang dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama dan penyakit tanaman ,kususnya tanaman jeruk. Bubur california sangat efektif dan luar biasa dalam mengatasi gangguan tanaman yang disebabkan oleh cendawan atau jamur dan jenis-jenis tertentu dari golongan akarina. Penyakit blendok atau cendawan dan jamur kerak yang biasa menyerang batang dapat dikendalikan dengan bubur california, begitu juga tungau yang biasa menyerang daun  dan buah serta bisa untuk mencegah gangguan atau serangan dari hama dan penyakit lainnya. Cara mengaplikasikan bubur california bisa melalui penyemprotan dan penyaputan.
Penyemprotan dilakukan dengan mencampur larutan yang jernih dan air bersih  dengan dosis ± 70-100 Ml/L. Sedangkan penyaputan yang biasa dilakukan pada batang menggunakan endapan yang ada dan dicampur dengan perekat. Perlu diketahui bahwa bubur california setelah proses  pembuatannya selesai kemudian dibiarkan sampai dingin akan terjadi pengendapan. Larutan yang mengendap digunakan untuk penyaputan dan larutan yang  diatas yang jernih digunakan untuk sebagai bahan penyemprotan.
Fathir juga menemukan metode baru dalam hal pemupukan. Besaran dosis dan tenggang waktu pemupukan menjadi prioritas Fathir. Tujuannya bagaimana supaya tubuh yang penuh dengan makanan dapat menghasilkan buah yang berkualitas dan tahan penyakit.
Hasil Yang Diperoleh
Sekarang ini, Fathir telah dapat membuktikan diri kepada masyarakat bahwa kesungguhan dan ilmu yang didapatkan dari Balai Penyuluhan Kecamatan telah berguna dalam mengembalikan Limau Kamang. Petani Limau yang selama ini lesu kembali menggeliat dan optimis kembali menatap ekonomi yang lebih baik.
Melihat analisa usaha yang dilakukan Fathir dan pendapatan yang diperolehnya sekitar 50 juta rupiah sekali panen, rasanya semua petani di Nagari Kamang Hilia akan tergoda kembali menanam Limau Kamang di Lahan mereka. Sepantasnyalah Fathir didaulat sebagai Penyuluh Limau Kamang mengingat ilmu yang ditularkannya kepada masyarakat (Sang T).

Selasa, 23 Februari 2016

Kamang Magek Mempunyai Inovasi dan Potensi Yang Sangat Luar Biasa

Petani dan peternak selaku pelaku utama merupakan ujung tombak pertanian dalam kaitannya dengan faktor pengganjal perut masyarakat banyak. Rutinitas sehari-hari di lahan maupun kandang, membuat para petani tidak mempunyai waktu luang untuk melakukan pencatatan terhadap apa yang telah mereka lakukan. Inilah salah satu kelemahan petani kita, tidak ada melakukan recording atau pencatatan. Padahal tujuan utama pencatatan kegiatan adalah mengetahui sejauhmana teknologi yang telah diterapkan tingkat keberhasilannya dan mengetahui analisa usaha taninya.
Untuk meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya suatu pencatatan, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam melakukan penilaian terhadap para pelaku utama dan petugas penyuluhan berprestasi. Sehingga minat dan kemauan para petani untuk melakukan pencatatan dapat termotivasi yang ujungnya para petani mampu merekam kilas balik usahanya.
UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek sesuai jadwal yang telah disusun, mendapat penilaian Selasa tanggal 23 Februari 2016 bertempat di Aula Penyuluh UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek. UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek pada tahun ini hanya mengikut-sertakan 5 kategori perlombaan, yaitu: 1) Kategori peternak berprestasi oleh Edrizal dari kelompok ternak Saayun Salangkah, 2) Kategori petani berprestasi oleh M. Fathir dari kelompoktani Manis Sejahtera, 3) Kategori kelompoktani berprestasi oleh kelompoktani Indang Saiyo, 4) Kategori kelompok wanita tani berprestasi oleh KWT Anak Aia Saratuih, dan 5) Kategori Penyuluh Pertanian Swadaya berprestasi oleh Hasnul Hadya.
Bakhrizal, S.Sos selaku Kepala UPT dalam sambutannya menyatakan Kamang Magek siap untuk dilombakan. Bakhrizal menegaskan petani Kamang Magek mempunyai potensi yang sangat luar biasa dan mempunya Inovasi-inovasi yang bagus dalam pengembangan kegiatan pertanian yang sangat berguna dan menjadi teladan bagi para petani lainnya di Kecamatan Kamanng Magek.. Sebut saja M. Fathir, petani Jeruk (Limau Kamang) yang mampu mendulang pundi-pundi keuangan sekali panen sampai 50 juta rupiah, atau Edrizal peternak Kambing Perah yang mampu menyulap limbah Kakao menjadi nilai gizi bagi ternaknya.
Zufren, SP selaku sekretasis BP4K2P Kabupaten Agam berharap kegiatan penilaian dan pembinaan tersebut dapat dimanfaatkan penyuluh untuk memperbaiki sistem administrasinya maupun sistem administrasi kelompok binaan. Dalam hal ini, Zufren menegaskan tidak ada unsur rekayasa dalam penilaian seperti yang dituduhkan segelintir orang. Hal ini dibuktikan dengan berprestasinya Kabupaten Agam dan menjadi juara umum tingkat Provinsi Sumatera Barat kategori Lomba penilaian tersebut. Kegiatan penilaian para teladan ini adalah murni hasil kegiatan mereka dan prestasi yang telah mereka lakukan terhadap dunia pertanian. Zufren juga menegaskan selama ini Penyuluh Pertanian Swadaya tidak mempunyai sistem administrasi yang rapi sehingga sulit sekali terpantau inovasi yang telah mereka perbuat terhadap para petani.
Kegiatan penilaian ini jangan dijadikan ajang untuk mencari pemenang, namun merupakan suatu bentuk rangsangan dan binaan dengan sasaran tercapainya pencatatan yang lebih rapi, baik untuk penyuluh itu sendiri maupun untuk pelaku utama. Selain menilai kerapian administrasi, faktor yang paling signifikan dalam menentukan hasil adalah faktor inovasi yang telah dilaksanakan. Suatu bentuk penemuan terbaru yang dapat menunjang kegiatan pertanian dan dapat menjadi pedoman bagi penyuluhan. “Untuk itu sampaikanlah inovasi-inovasi yang sangat mendukung penilaian” pungkas Zufren (Sang T).

Minggu, 21 Februari 2016

Zul Ikhsan: Pemikiran Yang Maju, Akan Menghasilkan Sesuatu Yang Maju Pula

“Pemikiran yang maju, akan menghasilkan sesuatu yang maju pula”. Itulah intro pembukaan diskusi yang disampaikan oleh Zul Ikhsan anggota DPRD Kabupaten Agam Komisi II yang membawahi bidang pertanian. Dalam sesi diskusi Anak Nagari Kamang Hilia yang berlangsung Minggu sore tanggal 21 Februari di rumah Zethelmi yang merupakan Ketua Gapoktan Kamek, Zul Ikhsan yang didampingi oleh Yose Elfiranto, SST dan Riswandi, SST mencoba mendengar keluh kesah anggota kelompok yang notabene adalah kelompok pengolahan hasil.
Dalam diskusi yang dihadiri oleh Gapoktan Kamek dan beberapa ibu-ibu pengolah hasil pertanian dari beberapa kelompoktani, Yose Elfiranto, SST yang lebih tenar dengan sebutan Sang Thothon memaparkan betapa luar biasanya potensi Nagari Kamang Hilia. Bukan hanya sektor pertanian, namun sektor kerajinan, pengolahan hasil, sektor perkebunan dan lainnya pantas disyukuri akan kelebihan hal tersebut. Tidak perlu disebutkan satu persatu hasil alam  yang dilabeli “produk Kamang”.
Yose menyoroti tentang minimnya peranan kelompok maupun Gapoktan dalam mengelola suatu potensi yang dimiliki sehingga produk yang seharusnya sudah beredar di pasaran tersebut hanya menghasilkan nilai tambah yang rendah terhadap pelaku utama. Saat ini peranan kelompok sangat strategis dalam menghadapi pasar bebas ASEAN yang dikenal dengan sebutan MEA tersebut.
Salah satu syarat mutlak suatu kelompoktani maupun Gapoktan dapat ikut bersaing dalam pasar bebas ASEAN adalah kelompok harus terdaftar secara legal dalam SIMLUHTAN pada Kementerian Pertanian. Ini diibaratkan SIM dalam membawa suatu kendaraan bermotor. Untuk bisa masuk pasar bebas ASEAN maka kelompoktani harus mempunyai suatu payung hukum berbentuk Badan Hukum, baik secara berkelompok, secara koperasi maupun secara Badan Usaha.
Senada dengan hal tersebut diatas, Zul Ikhsan mencoba membandingkan kelompoktani dengan sebatang lidi dan Gapoktan dengan seikat lidi. Sebatang lidi tidak akan bisa menyapu, namun seikat lidi akan dapat membersihkan sesuatu. Untuk itu kelompoktani perlu berusaha dan bekerjasama menyamakan persepsi untuk memajukan Nagari Kamang Hilia. Kelompoktani perlu mengikuti prosedur dan legalitas formal, untuk itu kelompoktani wajib berbadan hukum seandainya ingin bersaing menghadapi masa depan. Zul Ikhsan memberikan secercah harapan bahwa akan memanfaatkan setiap celah yang ada setelah kelompok sudah mempunyai legalitas hukum.
Zul Ikhsan menambahkan sejalan dengan program pariwisata dan terbentuknya ikon Kecamatan Kamang Magek berupa objek wisata Tarusan Kamang, para wisatawan terus berdatangan ke Kecamatan Kamang Magek. Hal ini memberikan dampak luar biasa terhadap usaha kerajinan rumah tangga di Kecamatan Kamang Magek. Gapoktan Kamek maupun kelompok pengolahan hasil seperti Mekar Rasa harus mengambil peluang tersebut dan menjadikan pundi-pundi keuangan masa depan. Gapoktan Kamek yang berkantor di Simpang Koto Panjang menjadi gerbang untuk pusat pemasaran maupun outlet produk pertanian Kamang. Dalam hal ini hendaknya Gapoktan tidak menunggu aba-aba dari pemerintah , namun mulailah merangkak sendiri sampai dapat berjalan.
Zul Ikhsan selaku wakil rakyat di DPRD berharap kelompoktani harus aktif menyampaikan aspirasi dan permasalahan mereka dan berjanji akan mengawal dan memfasilitasi hal tersebut.
Menutup diskusi sore, Zul Ikhsan menyimpulkan perlunya kelompoktani mempunyai legalitas hukum untuk menghadapai persaingan masa depan. Kelompok juga diharapkan mampu melihat harapan yang besar di masa depan dengan langkah awal memperbaiki pemikiran dan menyempurnakan aspek kelembagaan maupun pemasaran (Sang T).

Selasa, 16 Februari 2016

MUSRENBANG Kamang Magek: Pembangunan Yang Berkeadilan

Kecamatan Kamang Magek sukses menggelar Musrenbang, Selasa tanggal 16 Februari 2016. Kegiatan yang merupakan Musyawarah penentuan kebijakan program untuk masyarakat tersebut dihadiri tokoh masyarakat dan pemangku jabatan dari beberapa SKPD terkait di Kabupaten Agam. Selain itu Musrenbang Kecamatan Kamang Magek tersebut juga dihadiri oleh para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Agam yang berasal dari Kaang Magek. Kegiatan Musrenbang merupakan suatu tahap penentuan prioritas berdasarkan metode GMP (Gawat, Mendesak dan Prioritas) yang dilaksanakan berdasarkan perencanaan usulan di mulai dari tingkat jorong hingga nagari.
Dalam sessi acara pada program TV Tri Arga, Drs. Surya Wendri selaku Camat Kecamatan Kamang Magek menjelaskan Musrenbang bukan hanya melakukan pembangunan fisik dan infrastruktur, namun didalamnya terkait peningkatan sumber daya manusia, baik di bidang olahraga, pemuda dan seni. Drs. Surya Wendri menekankan topik utama pemikiran Musrenbang Tahun 2016 ini adalah Pembangunan Berkeadilan yang manfaatnya dapat menyentuh sendi-sendi perekonomian masyarakat.
Sementara itu Zul Ikhsan selaku wakil rakyat di DPRD Kabupaten Agam menyatakan tugas wakil rakyat adalah mengawal setiap jengkal aspirasi dan suara rakyat. Bukan saatnya lagi wakil rakyat berdiam diri menunggu aspirasi, namun saatnyalah menjemput aspirasi ke lapisan terendah. Hal ini dibuktikan sendiri olehnya dengan selalu berkomunikasi dengan para petani dan para penyuluh menyikapi perkembangan informasi dan kebutuhan petani. Zul Ikhsan yang merupakan wakil rakyat pada Komisi II yang membawahi bidang pertanian tentunya berharap dapat mengawal segala kepentingan petani. Zul Ikhsan juga menekankan seandainya alokasi dana yang diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat tidak tercover oleh Nagari, maka hal tersebut menjadi bagian tugas dari DPRD untuk mengawal sepanjang ada komunikasi. Zul Ikhsan juga berharap dari cerita lapau dan ocehan senda gurau dapat menjadi sumber informasi yang berguna hendaknya bukan hanya bualan “palamak carito”.
Bakhrizal, S.Sos selaku Kepala UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek menjelaskan telah banyak bantuan yang dirasakan oleh masyarakat Kamang Magek yang mampu menopang perekonomian mereka. Saat ini sedang gencarnya pemerintah Kabupaten Agam dalam melakukan promosi kembalinya si anak hilang “Limau Kamang”. Saat ini perkembangan Limau Kamang sangat luar biasa pesatnya. Dimulai sejak Tahun 2004, masyarakat kembali diajak bermain dengan Limau yang telah mengharumkan Kecamatan Kamang Magek. Hasilnya, saat ini petani telah menikmati hasilnya dengan penjualan yang sangat menggiurkan (Sang T).