Kelompoktani Ternak Dangau Baru Saiyo yang terletak
di Kanagarian Kamang Hilia terus marathon memperbaiki manajemen kelompok.
Kelompok yang tergolong baru tersebut didirikan oleh sekelompok pemuda yang
mempunyai pemikiran sama bagaimana mengelola usaha secara bersama-sama dan
tukar pemikiran dalam pemeliharaan ternak yang mereka pelihara. Dalam rangka
penyusunan rencana kerja ke depan, kelompoktani Ternak Dangau Baru Saiyo
melakukan pertemuan yang dihadiri
seluruh anggota kelompok pada hari Minggu tanggal 28 Februari 2016.
Nurhasiswan, selaku Kepala UPT Puskeswan Wilayah VII
(Kecamatan Baso dan Kecamatan Kamang Magek) mengapresiasi para pemuda yang menurutnya
mempunyai potensi yang besar untuk maju. Nurhasiswan memaparkan ada beberapa
poin yang perlu diperhatikan untuk kokohnya suatu kelompok. Suatu kelompok
bukan hanya berbicara secara lisan, namun harus diiringi dengan kerja nyata.
Beberapa poin penting kelompok adalah:
1.
Kelompok harus mempunyai anggota
2.
Kelompok terdaftar dan mempunyai SK
3.
Mempunyai administrasi yang rapi
4.
Kelompok mempunyai kantor sekretariat
5.
Kelompok tidak bergantung kepada bantuan pemerintah
Nurhasiswan menjelaskan potensi Nagari Kamang Hilia
yang sangat potensial dengan hijaun makanan ternak harus mampu dikelola oleh
kelompok. Kelompoktani Dangau Baru Saiyo dengan potensi yang ada harus
partisipatif menyikapi hal tersebut. Dalam mendukung program percepatan
swasembada daging sapi dan kerbau Tahun 2017, Nurhasiswan menyarankan kelompok
lebih fokus terhadap pemeliharaan sapi potong dan sapi induk.
Sementara itu kehadiran Zul Ikhsan seolah membawa
angin segar bagi para peternak yang tergabung dalam kelompoktani Ternak Dangau
Baru Saiyo. Betapa tidak, seolah kehadiran anggota DPRD Kabupaten Agam yang
berada di Komisi II yang membawahi bidang pertanian tersebut diharapkan mampu
membawa aspirasi mereka.
Ibarat sebuah lidi yang mudah dipatahkan, Zul Ikhsan
mengibaratkan sebuah kelompok dengan sapu lidi yang terikat kuat dan mampu
membersihkan setiap permasalahan. Kelompok diharapkan adalah tempat berunding
dan memecahkan suatu masalah dan menjadi ajang diskusi demi perbaikan kualitas
diri. Kelompok harus mempunyai legalitas yang jelas dan tujuan yang jelas.
Seandainya hal tersebut sudah terlaksana, adalah menjadi tugas pemerintah
(Balai Penyuluhan Kecamatan) untuk memfasilitasi kepentingan pelaku utama.
Zul Ikhsan bersyukur dengan keberadaan kelompoktani
Ternak Dangau Baru Saiyo dan potensi yang ada. Sebut saja keberadaan Ibukota
Kecamatan, potensi putera nagari yang dimiliki seperti penyuluh peternakan,
Kepala Bidang Perikanan maupun Kepala Bidang Peternakan Provinsi sampai dengan
potensi anggota DPRD. Untuk itu Zul Ikhsan berharap kelompok mampu
menghilangkan semua perbedaan yang ada dan memahami perbedaan tersebut.
Kelompok juga harus berpedoman kepada AD/ART, sebab AD/ART adalah keputusan
tertinggi kelompok.
Yose Elfiranto, SST selaku putera nagari sekaligus
penyuluh setempat berharap kelompok mampu menyelesaikan setiap masalah secara
bersama-sama dan tukar informasi. Ibarat pepatah Minang Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. “Membentuk kelompok
sangatlah mudah, namun mempertahankan eksistensinya sukar dilaksanakan.
Kelompok harus mampu menunjukkan kinerjanya dan memperbaiki administrasi secara
kontinu. Selain itu, kelompok mempunyai potensi seperti sebagian anggota adalah
peternak, kelompok juga mempunyai lahan kosong seluas lebih kurang 1 Ha dan mempunyai
sumber dana sebagai kas kelompok. Ini adalah nilai plus kelompok” ujar Yose.
Melihat potensi yang ada dan rencana kerja kelompok,
Zul Ikhsan yakin akan eksistensi kelompok. “Untuk mempertegas keberadaannya,
kelompok harus mampu menjalin kebersamaan dan mampu memahami perbedaan. Kelompok
juga harus menjalin komunikasi/mendekatkan diri dengan Balai Penyuluhan Kecamatan.
Sehubungan dengan pendanaan, kelompok sebaiknya mempunyai wadah keuangan dan
tergabung dalam Lembaga Keuangan seperti Koperasi maupun BMT” pungkas Zul
Ikhsan menutup diskusi (Sang T).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar