Minggu, 28 Februari 2016

Zul Ikhsan: Kelompoktani Harus Mendekatkan Diri Dengan Balai Penyuluhan Kecamatan

Kelompoktani Ternak Dangau Baru Saiyo yang terletak di Kanagarian Kamang Hilia terus marathon memperbaiki manajemen kelompok. Kelompok yang tergolong baru tersebut didirikan oleh sekelompok pemuda yang mempunyai pemikiran sama bagaimana mengelola usaha secara bersama-sama dan tukar pemikiran dalam pemeliharaan ternak yang mereka pelihara. Dalam rangka penyusunan rencana kerja ke depan, kelompoktani Ternak Dangau Baru Saiyo melakukan pertemuan yang dihadiri  seluruh anggota kelompok pada hari Minggu tanggal 28 Februari 2016.
Nurhasiswan, selaku Kepala UPT Puskeswan Wilayah VII (Kecamatan Baso dan Kecamatan Kamang Magek) mengapresiasi para pemuda yang menurutnya mempunyai potensi yang besar untuk maju. Nurhasiswan memaparkan ada beberapa poin yang perlu diperhatikan untuk kokohnya suatu kelompok. Suatu kelompok bukan hanya berbicara secara lisan, namun harus diiringi dengan kerja nyata. Beberapa poin penting kelompok adalah:

1.      Kelompok harus mempunyai anggota
2.      Kelompok terdaftar dan mempunyai SK
3.      Mempunyai administrasi yang rapi
4.      Kelompok mempunyai kantor sekretariat
5.      Kelompok tidak bergantung kepada bantuan pemerintah
Nurhasiswan menjelaskan potensi Nagari Kamang Hilia yang sangat potensial dengan hijaun makanan ternak harus mampu dikelola oleh kelompok. Kelompoktani Dangau Baru Saiyo dengan potensi yang ada harus partisipatif menyikapi hal tersebut. Dalam mendukung program percepatan swasembada daging sapi dan kerbau Tahun 2017, Nurhasiswan menyarankan kelompok lebih fokus terhadap pemeliharaan sapi potong dan sapi induk.
Sementara itu kehadiran Zul Ikhsan seolah membawa angin segar bagi para peternak yang tergabung dalam kelompoktani Ternak Dangau Baru Saiyo. Betapa tidak, seolah kehadiran anggota DPRD Kabupaten Agam yang berada di Komisi II yang membawahi bidang pertanian tersebut diharapkan mampu membawa aspirasi mereka.
Ibarat sebuah lidi yang mudah dipatahkan, Zul Ikhsan mengibaratkan sebuah kelompok dengan sapu lidi yang terikat kuat dan mampu membersihkan setiap permasalahan. Kelompok diharapkan adalah tempat berunding dan memecahkan suatu masalah dan menjadi ajang diskusi demi perbaikan kualitas diri. Kelompok harus mempunyai legalitas yang jelas dan tujuan yang jelas. Seandainya hal tersebut sudah terlaksana, adalah menjadi tugas pemerintah (Balai Penyuluhan Kecamatan) untuk memfasilitasi kepentingan pelaku utama.
Zul Ikhsan bersyukur dengan keberadaan kelompoktani Ternak Dangau Baru Saiyo dan potensi yang ada. Sebut saja keberadaan Ibukota Kecamatan, potensi putera nagari yang dimiliki seperti penyuluh peternakan, Kepala Bidang Perikanan maupun Kepala Bidang Peternakan Provinsi sampai dengan potensi anggota DPRD. Untuk itu Zul Ikhsan berharap kelompok mampu menghilangkan semua perbedaan yang ada dan memahami perbedaan tersebut. Kelompok juga harus berpedoman kepada AD/ART, sebab AD/ART adalah keputusan tertinggi kelompok.
Yose Elfiranto, SST selaku putera nagari sekaligus penyuluh setempat berharap kelompok mampu menyelesaikan setiap masalah secara bersama-sama dan tukar informasi. Ibarat pepatah Minang Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. “Membentuk kelompok sangatlah mudah, namun mempertahankan eksistensinya sukar dilaksanakan. Kelompok harus mampu menunjukkan kinerjanya dan memperbaiki administrasi secara kontinu. Selain itu, kelompok mempunyai potensi seperti sebagian anggota adalah peternak, kelompok juga mempunyai lahan kosong seluas lebih kurang 1 Ha dan mempunyai sumber dana sebagai kas kelompok. Ini adalah nilai plus kelompok” ujar Yose.
Melihat potensi yang ada dan rencana kerja kelompok, Zul Ikhsan yakin akan eksistensi kelompok. “Untuk mempertegas keberadaannya, kelompok harus mampu menjalin kebersamaan dan mampu memahami perbedaan. Kelompok juga harus menjalin komunikasi/mendekatkan diri dengan Balai Penyuluhan Kecamatan. Sehubungan dengan pendanaan, kelompok sebaiknya mempunyai wadah keuangan dan tergabung dalam Lembaga Keuangan seperti Koperasi maupun BMT” pungkas Zul Ikhsan menutup diskusi (Sang T).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar