Petani dan peternak selaku pelaku utama merupakan ujung
tombak pertanian dalam kaitannya dengan faktor pengganjal perut masyarakat
banyak. Rutinitas sehari-hari di lahan maupun kandang, membuat para petani
tidak mempunyai waktu luang untuk melakukan pencatatan terhadap apa yang telah
mereka lakukan. Inilah salah satu kelemahan petani kita, tidak ada melakukan recording
atau pencatatan. Padahal tujuan utama pencatatan kegiatan adalah mengetahui
sejauhmana teknologi yang telah diterapkan tingkat keberhasilannya dan
mengetahui analisa usaha taninya.
Untuk meningkatkan kesadaran petani terhadap
pentingnya suatu pencatatan, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan
dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam melakukan penilaian terhadap para pelaku
utama dan petugas penyuluhan berprestasi. Sehingga minat dan kemauan para
petani untuk melakukan pencatatan dapat termotivasi yang ujungnya para petani
mampu merekam kilas balik usahanya.
UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek sesuai jadwal yang
telah disusun, mendapat penilaian Selasa tanggal 23 Februari 2016 bertempat di
Aula Penyuluh UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek. UPT BP4K2P Kecamatan Kamang
Magek pada tahun ini hanya mengikut-sertakan 5 kategori perlombaan, yaitu: 1) Kategori
peternak berprestasi oleh Edrizal dari kelompok ternak Saayun Salangkah, 2)
Kategori petani berprestasi oleh M. Fathir dari kelompoktani Manis Sejahtera, 3)
Kategori kelompoktani berprestasi oleh kelompoktani Indang Saiyo, 4) Kategori
kelompok wanita tani berprestasi oleh KWT Anak Aia Saratuih, dan 5) Kategori
Penyuluh Pertanian Swadaya berprestasi oleh Hasnul Hadya.
Bakhrizal, S.Sos selaku Kepala UPT dalam sambutannya menyatakan Kamang Magek siap untuk dilombakan. Bakhrizal menegaskan petani Kamang Magek mempunyai potensi yang sangat luar biasa dan mempunya Inovasi-inovasi yang bagus dalam pengembangan kegiatan pertanian yang sangat berguna dan menjadi teladan bagi para petani lainnya di Kecamatan Kamanng Magek.. Sebut saja M. Fathir, petani Jeruk (Limau Kamang) yang mampu mendulang pundi-pundi keuangan sekali panen sampai 50 juta rupiah, atau Edrizal peternak Kambing Perah yang mampu menyulap limbah Kakao menjadi nilai gizi bagi ternaknya.
Zufren, SP selaku sekretasis BP4K2P Kabupaten Agam
berharap kegiatan penilaian dan pembinaan tersebut dapat dimanfaatkan penyuluh
untuk memperbaiki sistem administrasinya maupun sistem administrasi kelompok
binaan. Dalam hal ini, Zufren menegaskan tidak ada unsur rekayasa dalam penilaian
seperti yang dituduhkan segelintir orang. Hal ini dibuktikan dengan
berprestasinya Kabupaten Agam dan menjadi juara umum tingkat Provinsi Sumatera
Barat kategori Lomba penilaian tersebut. Kegiatan penilaian para teladan ini
adalah murni hasil kegiatan mereka dan prestasi yang telah mereka lakukan
terhadap dunia pertanian. Zufren juga menegaskan selama ini Penyuluh Pertanian
Swadaya tidak mempunyai sistem administrasi yang rapi sehingga sulit sekali
terpantau inovasi yang telah mereka perbuat terhadap para petani.
Kegiatan penilaian ini jangan dijadikan ajang untuk
mencari pemenang, namun merupakan suatu bentuk rangsangan dan binaan dengan
sasaran tercapainya pencatatan yang lebih rapi, baik untuk penyuluh itu sendiri
maupun untuk pelaku utama. Selain menilai kerapian administrasi, faktor yang
paling signifikan dalam menentukan hasil adalah faktor inovasi yang telah
dilaksanakan. Suatu bentuk penemuan terbaru yang dapat menunjang kegiatan pertanian
dan dapat menjadi pedoman bagi penyuluhan. “Untuk itu sampaikanlah
inovasi-inovasi yang sangat mendukung penilaian” pungkas Zufren (Sang T).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar