Selasa, 23 Februari 2016

Kamang Magek Mempunyai Inovasi dan Potensi Yang Sangat Luar Biasa

Petani dan peternak selaku pelaku utama merupakan ujung tombak pertanian dalam kaitannya dengan faktor pengganjal perut masyarakat banyak. Rutinitas sehari-hari di lahan maupun kandang, membuat para petani tidak mempunyai waktu luang untuk melakukan pencatatan terhadap apa yang telah mereka lakukan. Inilah salah satu kelemahan petani kita, tidak ada melakukan recording atau pencatatan. Padahal tujuan utama pencatatan kegiatan adalah mengetahui sejauhmana teknologi yang telah diterapkan tingkat keberhasilannya dan mengetahui analisa usaha taninya.
Untuk meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya suatu pencatatan, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam melakukan penilaian terhadap para pelaku utama dan petugas penyuluhan berprestasi. Sehingga minat dan kemauan para petani untuk melakukan pencatatan dapat termotivasi yang ujungnya para petani mampu merekam kilas balik usahanya.
UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek sesuai jadwal yang telah disusun, mendapat penilaian Selasa tanggal 23 Februari 2016 bertempat di Aula Penyuluh UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek. UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek pada tahun ini hanya mengikut-sertakan 5 kategori perlombaan, yaitu: 1) Kategori peternak berprestasi oleh Edrizal dari kelompok ternak Saayun Salangkah, 2) Kategori petani berprestasi oleh M. Fathir dari kelompoktani Manis Sejahtera, 3) Kategori kelompoktani berprestasi oleh kelompoktani Indang Saiyo, 4) Kategori kelompok wanita tani berprestasi oleh KWT Anak Aia Saratuih, dan 5) Kategori Penyuluh Pertanian Swadaya berprestasi oleh Hasnul Hadya.
Bakhrizal, S.Sos selaku Kepala UPT dalam sambutannya menyatakan Kamang Magek siap untuk dilombakan. Bakhrizal menegaskan petani Kamang Magek mempunyai potensi yang sangat luar biasa dan mempunya Inovasi-inovasi yang bagus dalam pengembangan kegiatan pertanian yang sangat berguna dan menjadi teladan bagi para petani lainnya di Kecamatan Kamanng Magek.. Sebut saja M. Fathir, petani Jeruk (Limau Kamang) yang mampu mendulang pundi-pundi keuangan sekali panen sampai 50 juta rupiah, atau Edrizal peternak Kambing Perah yang mampu menyulap limbah Kakao menjadi nilai gizi bagi ternaknya.
Zufren, SP selaku sekretasis BP4K2P Kabupaten Agam berharap kegiatan penilaian dan pembinaan tersebut dapat dimanfaatkan penyuluh untuk memperbaiki sistem administrasinya maupun sistem administrasi kelompok binaan. Dalam hal ini, Zufren menegaskan tidak ada unsur rekayasa dalam penilaian seperti yang dituduhkan segelintir orang. Hal ini dibuktikan dengan berprestasinya Kabupaten Agam dan menjadi juara umum tingkat Provinsi Sumatera Barat kategori Lomba penilaian tersebut. Kegiatan penilaian para teladan ini adalah murni hasil kegiatan mereka dan prestasi yang telah mereka lakukan terhadap dunia pertanian. Zufren juga menegaskan selama ini Penyuluh Pertanian Swadaya tidak mempunyai sistem administrasi yang rapi sehingga sulit sekali terpantau inovasi yang telah mereka perbuat terhadap para petani.
Kegiatan penilaian ini jangan dijadikan ajang untuk mencari pemenang, namun merupakan suatu bentuk rangsangan dan binaan dengan sasaran tercapainya pencatatan yang lebih rapi, baik untuk penyuluh itu sendiri maupun untuk pelaku utama. Selain menilai kerapian administrasi, faktor yang paling signifikan dalam menentukan hasil adalah faktor inovasi yang telah dilaksanakan. Suatu bentuk penemuan terbaru yang dapat menunjang kegiatan pertanian dan dapat menjadi pedoman bagi penyuluhan. “Untuk itu sampaikanlah inovasi-inovasi yang sangat mendukung penilaian” pungkas Zufren (Sang T).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar