Kamis, 25 Februari 2016

FATHIR, Dari 80 Batang Limau Kamang Menghasilkan 50 Juta Rupiah Satu Kali Panen

Siapa tak kenal dengan Jeruk (Limau) Kamang? Pada dekade 80-an Limau Kamang mengalami masa puncak jayanya. Salah satu pelopor berjayanya Limau Kamang tersebut adalah H. Nasrullah, beliau sekarang sudah tidak ada. Namun tongkat estafet untuk tetap berjaya di Limau Kamang, tampaknya mengalir dalam salah satu putera beliau.
Fathir, salah satu putera beliau saat ini mulai merintis usaha berkebun Limau Kamang. Mulai dari Nol, di saat Limau Kamang diterpa Virus yang menghancurkan seluruh komoditi Limau Kamang, Sekarang Fathir sudah dapat membusungkan dada melihat rimbunnya buah Limau Kamangnya.
Sempat mengenyam pendidikan di Perguran Tinggi, namun jiwa wiraswasta  membuat Fathir mengakhiri masa pendidikannya walaupun itu penuh resiko terhadap masa depannya.
Fathir, petani Limau  berusia 49 tahun ini adalah sosok petani yang menjadi wakil ketua dalam Kelompoktani Manis Sejahtera Jorong Nan VII, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek. Lahir pada tanggal 27 Februari 1967 adalah anak ketiga dari 5 bersaudara pasangan H. Nasrullah dan Hj. Fauziah.
Pengalaman berkebun Fathir dimulai saat masih aktif sebagai pelajar di bangku SMA sekitar tahun 80-an, saat membantu orangtua berkebun Limau Kamang. Motivasi untuk maju begitu tinggi, sehingga tidak malu untuk bertanya kesana kemari, dan belajar dari pengalaman dan praktek yang dilakukan. Besar dari keluarga dan lingkungan petani membuat Fathir lebih mudah menguasai ilmu pertanian yang didapat. 
Dalam kiprahnya sebagai petani, Fathir banyak berinteraksi dengan berbagai kalangan termasuk dengan para petani Limau di Kamang Hilia, petani maju, petugas PHP dan terutama dengan para Penyuluh. Fathir juga menjadi sumber ilmu dan guru bagi para petani limau di Kamang Hilia
Sejarah Usaha  
Sebenarnya hobi berkebun Limau sudah turun temurun dari orangtua Fathir. Sekitar Tahun 1975 s/d 1984 orangtuanya sudah berkiprah di bidang Limau. H. Nasrullah dan H. Samiak merupakan simbol perintis Limau Kamang. Sehingga saat itu orang berbondong-bondong menanam Limau Kamang melihat kesuksesan dan nilai ekonomi dari Limau Kamang. Perekonomian masyarakat meningkat drastis, banyak orang kaya baru bermunculan di Nagari Kamang. Pada tahun 1984, mulailah masa suram itu. Nagari Kamang dihantam Virus CVPD yang menghantam sendi perekonomian petani khususnya petani Limau Kamang.
Melihat kondisi tersebut, selepas SMA Fathir yang mempunyai jiwa mandiri, mulai merintis usaha perabot Kamang. Dengan usaha yang kecil-kecilan sampai berkembang dan mempunyai beberapa karyawan, Fathir terus bereksperimen dengan niat tulus supaya Limau Kamang kembali bisa berjaya lagi. Dengan melakukan berbagai demplot dan percobaan, Fathir terus berusaha meskipun hasilnya tetap mengecewakan, umur Limau hanya bertahan 4 tahun.
Pada Tahun 1995 s/d 2010 Fathir memfokuskan untuk serius di bidang usaha perabot Kamang. Setelah mengalami masa kejayaan dengan perabot, usaha perabot mulai goyang dan tidak menguntungkan lagi karena faktor susahnya mendapatkan bahan baku. Fathir mulai berpikir tentang usaha apa yang akan diteruskan. Kembali ke niat awal, Fathir mulai belajar bertanya ke sana kemari dan belajar dari pengalaman petani sebelumnya, akhirnya diputuskan bahwa Limau Kamang harus kembali dibangkitkan.
Setelah berpikir dengan matang dan memperhitungkan faktor kegagalan, Fathir mulai membuka lahan yang telah mulai terlantar. Segala pemikiran dicurahkan untuk menangkal kembalinya virus CPPD. Fathir mulai mencari informasi ke Balai Penyuluhan Kecamatan tentang Tata Cara Pemeliharaan Limau Kamang dan Strategi Menangkal Penyakit Limau. Mengikuti anjuran Penyuluh, Fathir mulai menerapkan teknologi Pertanian dalam mengelola usaha berkebun Limau.
Apa Kelebihan Seorang Fathir?
Apa kelebihan dari seorang Fathir? Minat yang besar terhadap perkembangan Limau Kamang membuat Fathir terus melakukan eksperimen dengan niat dapat menjadikan Limau Kamang kembali ke puncak kejayaannya. Kemauan yang kuat untuk maju juga membuat Fathir tidak mau besar kepala dengan hasil yang telah diperolehnya. Fathir yang selama ini dikenal ramah dan suka membantu, terus membimbing para petani pemula untuk berusaha Limau Kamang dan bersedia menjadi tempat konsultasi mereka.
Bakhrizal, S.Sos selaku Kepala UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek mengaku salut dan terkesan dengan semangat Fathir dalam usaha memajukan Limau Kamang. Dia berharap, semangat Fathir tersebut dapat menular kepada para petani di Kecamatan Kamang Magek.
Penerapan Teknologi Petanian
Jumlah luasan kebun Limau Kamang milik kelompoktani Manis Sejahtera saat ini sekitar  15 Ha yang tersebar di Nagari Kamang Hilia. Saat ini jumlah Limau Kamang milik Fathir sebanyak 400 batang, dan 80 batang sudah mulai menghasilkan. Buah yang dihasilkan pada kebun Fathir boleh dikatakan luar biasa hasilnya. Hasnul Hadya selaku Penyuluh Pertanian Swadaya mengistilahkan Limau Kamang milik Fathir ibarat telur itik sebesar  mangga. Dengan kualitas super yang dihasilkan tentu Limau Fathir menjadi bahan lirikan para toke buah.
Namun dibalik itu, apa yang dilakukan oleh Fathir sehingga dapat kembali “mambangkik batang tarandam” tersebut? Mengikuti pola anjuran tentang Tata Cara Pemeliharaan Limau Kamang dan Penggunaan Teknologi Pertanian dari Balai Penyuluhan Kecamatan, Fathir mulai menerapkannya di lahan Limau miliknya.
Melalui serangkaian penyuluhan yang diikuti, Fathir tertarik mencoba melakukan percobaan menggunakan bubur Bordo dan bubur California. Bubur Bordeaux (bordo) adalah salah satu pestisida yang bisa dibuat sendiri. Pestisida ini sudah dikenal sangat lama dan terbukti manjur untuk mengatasi serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur.
Bubur california adalah pestisida yang dapat dibuat sendiri  dengan menggunakan bahan baku yang mudah didapat dan merupakan pestisida alternatif yang dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama dan penyakit tanaman ,kususnya tanaman jeruk. Bubur california sangat efektif dan luar biasa dalam mengatasi gangguan tanaman yang disebabkan oleh cendawan atau jamur dan jenis-jenis tertentu dari golongan akarina. Penyakit blendok atau cendawan dan jamur kerak yang biasa menyerang batang dapat dikendalikan dengan bubur california, begitu juga tungau yang biasa menyerang daun  dan buah serta bisa untuk mencegah gangguan atau serangan dari hama dan penyakit lainnya. Cara mengaplikasikan bubur california bisa melalui penyemprotan dan penyaputan.
Penyemprotan dilakukan dengan mencampur larutan yang jernih dan air bersih  dengan dosis ± 70-100 Ml/L. Sedangkan penyaputan yang biasa dilakukan pada batang menggunakan endapan yang ada dan dicampur dengan perekat. Perlu diketahui bahwa bubur california setelah proses  pembuatannya selesai kemudian dibiarkan sampai dingin akan terjadi pengendapan. Larutan yang mengendap digunakan untuk penyaputan dan larutan yang  diatas yang jernih digunakan untuk sebagai bahan penyemprotan.
Fathir juga menemukan metode baru dalam hal pemupukan. Besaran dosis dan tenggang waktu pemupukan menjadi prioritas Fathir. Tujuannya bagaimana supaya tubuh yang penuh dengan makanan dapat menghasilkan buah yang berkualitas dan tahan penyakit.
Hasil Yang Diperoleh
Sekarang ini, Fathir telah dapat membuktikan diri kepada masyarakat bahwa kesungguhan dan ilmu yang didapatkan dari Balai Penyuluhan Kecamatan telah berguna dalam mengembalikan Limau Kamang. Petani Limau yang selama ini lesu kembali menggeliat dan optimis kembali menatap ekonomi yang lebih baik.
Melihat analisa usaha yang dilakukan Fathir dan pendapatan yang diperolehnya sekitar 50 juta rupiah sekali panen, rasanya semua petani di Nagari Kamang Hilia akan tergoda kembali menanam Limau Kamang di Lahan mereka. Sepantasnyalah Fathir didaulat sebagai Penyuluh Limau Kamang mengingat ilmu yang ditularkannya kepada masyarakat (Sang T).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar