Siapa tak
kenal dengan Jeruk (Limau) Kamang? Pada dekade 80-an Limau Kamang mengalami
masa puncak jayanya. Salah satu pelopor berjayanya Limau Kamang tersebut adalah
H. Nasrullah, beliau sekarang sudah tidak ada. Namun tongkat estafet untuk
tetap berjaya di Limau Kamang, tampaknya mengalir dalam salah satu putera
beliau.
Fathir,
salah satu putera beliau saat ini mulai merintis usaha berkebun Limau Kamang.
Mulai dari Nol, di saat Limau Kamang diterpa Virus yang menghancurkan seluruh
komoditi Limau Kamang, Sekarang Fathir sudah dapat membusungkan dada melihat rimbunnya
buah Limau Kamangnya.
Sempat
mengenyam pendidikan di Perguran Tinggi, namun jiwa wiraswasta membuat Fathir mengakhiri masa pendidikannya
walaupun itu penuh resiko terhadap masa depannya.
Fathir, petani
Limau berusia 49 tahun ini adalah sosok petani
yang menjadi wakil ketua dalam Kelompoktani Manis Sejahtera Jorong Nan VII,
Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek. Lahir pada tanggal 27 Februari
1967 adalah anak ketiga dari 5 bersaudara pasangan H. Nasrullah dan Hj.
Fauziah.
Pengalaman
berkebun Fathir dimulai saat masih aktif sebagai pelajar di bangku SMA sekitar
tahun 80-an, saat membantu orangtua berkebun Limau Kamang. Motivasi untuk maju
begitu tinggi, sehingga tidak malu untuk bertanya kesana kemari, dan belajar
dari pengalaman dan praktek yang dilakukan. Besar dari keluarga dan lingkungan petani
membuat Fathir lebih mudah menguasai ilmu pertanian yang didapat.
Dalam
kiprahnya sebagai petani, Fathir banyak berinteraksi dengan berbagai kalangan
termasuk dengan para petani Limau di Kamang Hilia, petani maju, petugas PHP dan
terutama dengan para Penyuluh. Fathir juga menjadi sumber ilmu dan guru bagi
para petani limau di Kamang Hilia
Sejarah Usaha
Sebenarnya
hobi berkebun Limau sudah turun temurun dari orangtua Fathir. Sekitar Tahun
1975 s/d 1984 orangtuanya sudah berkiprah di bidang Limau. H. Nasrullah dan H.
Samiak merupakan simbol perintis Limau Kamang. Sehingga saat itu orang
berbondong-bondong menanam Limau Kamang melihat kesuksesan dan nilai ekonomi
dari Limau Kamang. Perekonomian masyarakat meningkat drastis, banyak orang kaya
baru bermunculan di Nagari Kamang. Pada tahun 1984, mulailah masa suram itu.
Nagari Kamang dihantam Virus CVPD yang menghantam sendi perekonomian petani
khususnya petani Limau Kamang.
Pada
Tahun 1995 s/d 2010 Fathir memfokuskan untuk serius di bidang usaha perabot
Kamang. Setelah mengalami masa kejayaan dengan perabot, usaha perabot mulai
goyang dan tidak menguntungkan lagi karena faktor susahnya mendapatkan bahan
baku. Fathir mulai berpikir tentang usaha apa yang akan diteruskan. Kembali ke
niat awal, Fathir mulai belajar bertanya ke sana kemari dan belajar dari
pengalaman petani sebelumnya, akhirnya diputuskan bahwa Limau Kamang harus
kembali dibangkitkan.
Setelah
berpikir dengan matang dan memperhitungkan faktor kegagalan, Fathir mulai
membuka lahan yang telah mulai terlantar. Segala pemikiran dicurahkan untuk
menangkal kembalinya virus CPPD. Fathir mulai mencari informasi ke Balai
Penyuluhan Kecamatan tentang Tata Cara Pemeliharaan Limau Kamang dan Strategi
Menangkal Penyakit Limau. Mengikuti anjuran Penyuluh, Fathir mulai menerapkan
teknologi Pertanian dalam mengelola usaha berkebun Limau.
Apa Kelebihan Seorang Fathir?
Apa
kelebihan dari seorang Fathir? Minat yang besar terhadap perkembangan Limau
Kamang membuat Fathir terus melakukan eksperimen dengan niat dapat menjadikan
Limau Kamang kembali ke puncak kejayaannya. Kemauan yang kuat untuk maju juga
membuat Fathir tidak mau besar kepala dengan hasil yang telah diperolehnya. Fathir
yang selama ini dikenal ramah dan suka membantu, terus membimbing para petani
pemula untuk berusaha Limau Kamang dan bersedia menjadi tempat konsultasi
mereka.
Bakhrizal,
S.Sos selaku Kepala UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek mengaku salut dan
terkesan dengan semangat Fathir dalam usaha memajukan Limau Kamang. Dia
berharap, semangat Fathir tersebut dapat menular kepada para petani di
Kecamatan Kamang Magek.
Penerapan Teknologi Petanian
Jumlah
luasan kebun Limau Kamang milik kelompoktani Manis Sejahtera saat ini
sekitar 15 Ha yang tersebar di Nagari
Kamang Hilia. Saat ini jumlah Limau Kamang milik Fathir sebanyak 400 batang,
dan 80 batang sudah mulai menghasilkan. Buah yang dihasilkan pada kebun Fathir
boleh dikatakan luar biasa hasilnya. Hasnul Hadya selaku Penyuluh Pertanian
Swadaya mengistilahkan Limau Kamang milik Fathir ibarat telur itik sebesar mangga. Dengan kualitas super yang dihasilkan
tentu Limau Fathir menjadi bahan lirikan para toke buah.
Namun
dibalik itu, apa yang dilakukan oleh Fathir sehingga dapat kembali “mambangkik
batang tarandam” tersebut? Mengikuti pola anjuran tentang Tata Cara
Pemeliharaan Limau Kamang dan Penggunaan Teknologi Pertanian dari Balai
Penyuluhan Kecamatan, Fathir mulai menerapkannya di lahan Limau miliknya.
Melalui
serangkaian penyuluhan yang diikuti, Fathir tertarik mencoba melakukan
percobaan menggunakan bubur Bordo dan bubur California. Bubur Bordeaux (bordo) adalah
salah satu pestisida yang bisa dibuat sendiri. Pestisida ini sudah dikenal
sangat lama dan terbukti manjur untuk mengatasi serangan penyakit yang
disebabkan oleh jamur.
Bubur
california adalah pestisida yang dapat dibuat sendiri dengan menggunakan
bahan baku yang mudah didapat dan merupakan pestisida alternatif yang dapat
digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama dan penyakit tanaman
,kususnya tanaman jeruk. Bubur california sangat efektif dan luar biasa dalam
mengatasi gangguan tanaman yang disebabkan oleh cendawan atau jamur dan jenis-jenis
tertentu dari golongan akarina. Penyakit blendok atau cendawan dan jamur kerak
yang biasa menyerang batang dapat dikendalikan dengan bubur california, begitu
juga tungau yang biasa menyerang daun dan buah serta bisa untuk mencegah
gangguan atau serangan dari hama dan penyakit lainnya. Cara mengaplikasikan
bubur california bisa melalui penyemprotan dan penyaputan.
Penyemprotan
dilakukan dengan mencampur larutan yang jernih dan air bersih dengan
dosis ± 70-100 Ml/L. Sedangkan penyaputan yang biasa dilakukan pada batang
menggunakan endapan yang ada dan dicampur dengan perekat. Perlu diketahui bahwa
bubur california setelah proses pembuatannya selesai kemudian dibiarkan
sampai dingin akan terjadi pengendapan. Larutan yang mengendap digunakan untuk
penyaputan dan larutan yang diatas yang jernih digunakan untuk sebagai
bahan penyemprotan.
Fathir
juga menemukan metode baru dalam hal pemupukan. Besaran dosis dan tenggang
waktu pemupukan menjadi prioritas Fathir. Tujuannya bagaimana supaya tubuh yang
penuh dengan makanan dapat menghasilkan buah yang berkualitas dan tahan
penyakit.
Hasil Yang Diperoleh
Sekarang
ini, Fathir telah dapat membuktikan diri kepada masyarakat bahwa kesungguhan
dan ilmu yang didapatkan dari Balai Penyuluhan Kecamatan telah berguna dalam mengembalikan
Limau Kamang. Petani Limau yang selama ini lesu kembali menggeliat dan optimis
kembali menatap ekonomi yang lebih baik.
Melihat
analisa usaha yang dilakukan Fathir dan pendapatan yang diperolehnya sekitar 50
juta rupiah sekali panen, rasanya semua petani di Nagari Kamang Hilia akan
tergoda kembali menanam Limau Kamang di Lahan mereka. Sepantasnyalah Fathir
didaulat sebagai Penyuluh Limau Kamang mengingat ilmu yang ditularkannya kepada
masyarakat (Sang T).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar