Kelompoktani sebagai organisasi masyarakat merupakan
wadah aspirasi para pelaku utama dalam mengelola usahanya untuk kehidupan yang
lebih baik. Bagus tidaknya kelompoktani mempengaruhi seberapa bagus usaha pelaku
utama tersebut. Kelompoktani yang tertata rapi dan mampu memberi manfaat kepada
anggota biasanya mempunyai korelasi yang sejalan dengan pelaku utama.
Begitulah seharusnya sebuah kelompoktani dapat
memberi manfaat kepada anggotanya. Kepengurusan yang jujur dan saling percaya
antara pengurus dengan anggota kelompok juga diperlukan kedisiplinan anggota
terhadap tupoksinya. Anggota harus mempunyai tanggung jawab dalam menguatkan wadah
kelompok dan pengurus bertanggung jawab dalam mengelola manajemen kelompok.
Itulah yang disuluhkan oleh Yose Elfiranto, SST selaku
Penyuluh Nagari Magek saat pertemuan bulanan kelompoktani Prancihse Jorong Koto
Kaciak Nagari Magek, Rabu tanggal 23 Maret 2016. Sebagai penyuluh lapangan
wajib bagi PPL mengutamakan pembinaan administrasi kelompok seperti kelengkapan
AD/ART kelompok, profil kelompok, pembukuan kelompok dan mengusahakan Badan
Hukum bagi kelompok yang mempunyai usaha yang jelas dan mempunyai visi jangka
panjang.
Kelompoktani Prancihse sebagai salah satu kelompok
yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian berupa kerupuk mempunyai
prospek yang terang untuk maju secara potensi anggota. Sebagian besar anggota
adalah pengolah kerupuk kamang dan mempunyai pasar masing-masing. Selain itu
tingkat disipliin anggota terhadap kewajiban cukup tinggi seperti tidak ada
tunggakan dalam pembayaran simpanan wajib dan sosial per bulan.
Walaupun sempat terjadi kevakuman pengurus beberapa
waktu yang lalu terkait tidak adanya transparansi kepengurusan, namun melalui dorongan
yang kuat kelompok mencoba bangkit kembali. Yose mengingatkan supaya tidak
terjadi lagi kasus kepengurusan yang tidak mendapat kepercayaan dari anggotanya
sendiri. Majunya sebuah kelompok ditentukan oleh kepengurusan yang jujur dan dipercaya.
Zul Ikhsan selaku wakil rakyat di DPRD Kabupaten
Agam mempunyai komitmen siap turun ke tingkat terbawah mendengar aspirasi petani.
Hal ini dibuktikan lagi dengan kehadirannya pada pertemuan kelompoktani. Hal
ini tidak lepas dari rasa tanggung jawabnya terhadap kemajuan petani mengingat
Zul Ikhsan yang tergabung pada Komisi II yang membawahi perekonomian dan
keuangan.
Zul Ikhsan mengingatkan lagi akan pentingnya AD/ART
suatu organisasi, sebab dalam AD/ART tertuang poin-poin kepengurusan,
keanggotaan, pembiayaan, hak dan kewajiban
dan sanksi yang mengikat anggota kelompok. Seandainya terjadi konflik
dalam kelompok, kelompok harus berpegang kembali kepada AD/ART. Pengurus harus
memahami AD/ART dan anggota harus diberitahu tentang AD/ART tersebut.
Terkait kegiatan simpan pinjam kelompok, Zul Ikhsan
berpesan bahwa faktor keuangan adalah sesuatu yang sangat sensitif dan berhati-hatilah
dengan hal tersebut. Diperlukan komitmen khusus terkait kegiatan simpan pinjam.
Kelompok disarankan supaya bekerjasama dengan lembaga keuangan terdekat sehingga
dapat memajukan dan memudahkan pembiayaan kelompok mengingat asset kelompoktani
Prancihse saat ini yang telah mencapai 30 juta rupiah (Sang T).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar