Rabu, 23 Maret 2016

Prospek Prancihse (Magek) Sebagai Kelompok Pengolahan Hasil

Kelompoktani sebagai organisasi masyarakat merupakan wadah aspirasi para pelaku utama dalam mengelola usahanya untuk kehidupan yang lebih baik. Bagus tidaknya kelompoktani mempengaruhi seberapa bagus usaha pelaku utama tersebut. Kelompoktani yang tertata rapi dan mampu memberi manfaat kepada anggota biasanya mempunyai korelasi yang sejalan dengan pelaku utama.
Begitulah seharusnya sebuah kelompoktani dapat memberi manfaat kepada anggotanya. Kepengurusan yang jujur dan saling percaya antara pengurus dengan anggota kelompok juga diperlukan kedisiplinan anggota terhadap tupoksinya. Anggota harus mempunyai tanggung jawab dalam menguatkan wadah kelompok dan pengurus bertanggung jawab dalam mengelola manajemen kelompok.
Itulah yang disuluhkan oleh Yose Elfiranto, SST selaku Penyuluh Nagari Magek saat pertemuan bulanan kelompoktani Prancihse Jorong Koto Kaciak Nagari Magek, Rabu tanggal 23 Maret 2016. Sebagai penyuluh lapangan wajib bagi PPL mengutamakan pembinaan administrasi kelompok seperti kelengkapan AD/ART kelompok, profil kelompok, pembukuan kelompok dan mengusahakan Badan Hukum bagi kelompok yang mempunyai usaha yang jelas dan mempunyai visi jangka panjang.
Kelompoktani Prancihse sebagai salah satu kelompok yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian berupa kerupuk mempunyai prospek yang terang untuk maju secara potensi anggota. Sebagian besar anggota adalah pengolah kerupuk kamang dan mempunyai pasar masing-masing. Selain itu tingkat disipliin anggota terhadap kewajiban cukup tinggi seperti tidak ada tunggakan dalam pembayaran simpanan wajib dan sosial per bulan.
Walaupun sempat terjadi kevakuman pengurus beberapa waktu yang lalu terkait tidak adanya transparansi kepengurusan, namun melalui dorongan yang kuat kelompok mencoba bangkit kembali. Yose mengingatkan supaya tidak terjadi lagi kasus kepengurusan yang tidak mendapat kepercayaan dari anggotanya sendiri. Majunya sebuah kelompok ditentukan oleh kepengurusan yang jujur dan dipercaya.
Zul Ikhsan selaku wakil rakyat di DPRD Kabupaten Agam mempunyai komitmen siap turun ke tingkat terbawah mendengar aspirasi petani. Hal ini dibuktikan lagi dengan kehadirannya pada pertemuan kelompoktani. Hal ini tidak lepas dari rasa tanggung jawabnya terhadap kemajuan petani mengingat Zul Ikhsan yang tergabung pada Komisi II yang membawahi perekonomian dan keuangan.
Zul Ikhsan mengingatkan lagi akan pentingnya AD/ART suatu organisasi, sebab dalam AD/ART tertuang poin-poin kepengurusan, keanggotaan, pembiayaan, hak dan kewajiban dan sanksi yang mengikat anggota kelompok. Seandainya terjadi konflik dalam kelompok, kelompok harus berpegang kembali kepada AD/ART. Pengurus harus memahami AD/ART dan anggota harus diberitahu tentang AD/ART tersebut.
Terkait kegiatan simpan pinjam kelompok, Zul Ikhsan berpesan bahwa faktor keuangan adalah sesuatu yang sangat sensitif dan berhati-hatilah dengan hal tersebut. Diperlukan komitmen khusus terkait kegiatan simpan pinjam. Kelompok disarankan supaya bekerjasama dengan lembaga keuangan terdekat sehingga dapat memajukan dan memudahkan pembiayaan kelompok mengingat asset kelompoktani Prancihse saat ini yang telah mencapai 30 juta rupiah (Sang T).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar