Jumat, 11 Maret 2016

Rehab Kolam Mesjid Dangau Baru Menggunakan Alat Berat

Sebagaimana Mesjid-mesjid tua lainnya di Minangkabau yang mempunyai kolam di pekarangannya yang ditujukan selain tempat menyucikan diri seperti mandi maupun berwudhu juga merupakan juga suatu potensi dalam mengelola usaha yang dapat menghasilkan. Namun sayang sekali, saat ini telah banyak kolam mesjid yang telah ditimbun dengan tujuan membuat lapangan parkir ataupun perluasan mesjid. Padahal nenek moyang kita dahulunya sengaja membuat kolam tersebut dan menjadikan mesjid itu menjadi tempat yang indah dan asri, namun sudahlah... saya hanya kecewa.
Beralih ke topik, salah satu mesjid yang tetap mempertahankan kolam mesjid adalah mesjid Taqwim Jorong Dangau Baru Nagari Kamang Hilir. Pemuda dan pengelola sepakat untuk mempertahankan kolam tersebut dan menjadikannya sebagai kolam ikan yang hasilnya dapat dipanen.
Elmira Adharni, A.Md selalu penyuluh perikanan menyuluhkan tentang arti penting kolam Kamis, tanggal 10 Maret. Kolam adalah tempat yang sengaja dibangun untuk penampungan air dalam jumlah terbatas sehingga bisa dipakai atau digunakan untuk kegiatan budidaya ikan dan jenis hewan air lainnya yang dapat dibudidayakan. Supaya target produksinya dapat terkoodinir dengan baik. 
Fungsi Kolam juga selain sebagai media hidup ikan meski dapat berfugsi sebagai sumber tumbuh pakan alami bagi kehidupan ikan. Dalam rangka melakukan rehab dan penggalian kembali kolam yang telah mulai mendangkal pemuda Jorong Dangau Baru menggunakan alat berat berupa eskavator untuk menggali dan memperdalam kembali kolam mesjid seluas setengah hektar tersebut. Tujuan penggalian tersebut adalah mengangkat sedimen dan lumpur yang menumpuk, pembalikan dasar kolam dan untuk memperbaiki tekstur tanah. Biaya yang dikeluarkan cukup besar, yaitu 3 juta rupiah perhari, dan telah memasuki hari ketiga. Elmira menyayangkan, tidak ada koordinasi dari  pemuda tentang hal tersebut. Padahal Pemda Agam melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mempunyai alat berat yang dapat digunakan untuk rehabilitasi kolam sehingga dapat menghemat biaya pengerjaan.
Elmira juga menerangkan setelah penggalian selesai lanjutkan dengan pemberian kapur dan pupuk kandang. Tujuannya yaitu untuk menetralisir pH tanah dan membunuh bibit penyakit. Penggunaan pupuk kandang digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah kembali sehingga ketersediaan pakan alami terjaga. Elmira memperkirakan diperlukan benih ikan sebanyak 125.000 ekor untuk mengisi kolam ikan Mesjid Taqwim tersebut. Diperkirakan ada sekitar 5 Ha kolam ikan  yang dapat difungsikan kembali setelah sekian lama terlantar. Untuk itu, Elmira kembali meminta pendataan ulang terhadap potensi kolam ikan di Jorong Dangau Baru.
Penutup,Elmira juga melihat potensi yang besar dalam pengembangan potensi kolam ikan Mesjid Taqwim yaitu ketersediaan air yang terus menerus dan kondisi air yang dapat dikendalikan keluar masuk (Sang T).



  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar