Kamis, 12 Mei 2016

Memasuki musim hujan tanaman padi yang sudah mulai menua tentu akan rentan roboh terkena angin dan hujan. Apalagi apabila tanaman padi tumbuh terlalu subur akan semakin rentan untuk roboh, hal ini akibat dari batang tanaman tidak kuat menopang daun dan bulir padi. Rebahnya tanaman padi dapat menyebabkan menurunya hasil panen, salain itu juga akan menyulitkan dan menambah biaya saat proses pemanenan. Banyak hal yang dilakukan oleh petani kita dalam rangka pengendalian roboh missal dengan melakukan pengikatan, akan tetapi hal tersebut tidak maksimal. Padi yang roboh kemudian didirikan kembali laluk diikat sudah tidak maksimal lagi dalam proses pengisian bulir. Oleh karena itu kenali factor penyebab padi roboh berikut ini 2 faktor yang menyebabkan padi mudah roboh: Tanaman padi yang terlalu gemuk. Hal ini mengakibatkan batang tanaman padi tidak kuat menopang daun dan malai padi yang tumbuh sangat lebat, apabila terkena angin sedikit mudah rebah.Pangkal batang tanaman busuk. Hali ini disebabkan oleh penggenangan air yang terus-menerus.tanpa adanya pengaturan pengairan. Hal yang dilakukan agar padi tidak mudah Roboh: Saat musim hujan Tanamlah Varietas padi yang jenisnya tidak tinggi atau yang tahan air.Pemupukan yang berimbang. Dengan mengurangi penggunaan pupuk dengan unsur N semisal Urea karena pupuk jenis ini dapat mengakibatkan daun terlalu lebat dan tanaman terlalu gemuk. Gunakan juga pupuk ZA atau NPK karena pupuk ini bisa menguatkan batang tanaman padi.Lakukan Pengaturan pengairan, dengan kadang mengeringkan lahan pertanian jangan terus-terusan menggenangi tanaman padi karena bisa mengakibatkan batang mudah busuk.Apabila pemupukan sudah terkontrol dan berimbang tetapi tanaman masih terlalu gemuk lakukan langkah pemotongan daun pada bagian atas. Dipotong kurang lebih 10-15cm pada saat umur tanaman 45-50 hst jangan lebih dari itu. Pemotongan ini bertujuan untuk mengurangi beban yang ditopang batang tanaman padi, agar nantinya saat terkena hujan batang kuat menopang.

Drg

Rabu, 11 Mei 2016

AD ART Sebagai Pondasi Utama Suatu Kelompoktani

Penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup (penjelasan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Dan Kehutanan). Mempedomani hal tersebut, penyuluh sebagai prajurit tempur di lapangan harus mampu mengayomi dirinya sendiri untuk menjadi teladan dan guru bagi para pelaku utama.
Kelompoktani sebagai sebuah organisasi tentunya terdiri atas beberapa orang yang bernaung dalam sebuah wadah. Namun demikian, agar sebuah kelompoktani dapat berjalan dan berkembang dengan baik, tentunya harus didukung dengan perangkat-perangkat organisasi yang salah satunya adalah adanya aturan main berkelompok yang dituangkan dalam bentuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kelompok, atau yang biasa disebut dengan AD/ART Kelompok.
Pada pertemuan kelompok yang dihadiri kelompok Durian Sebatang dan Barek Sapikua yang terletak di Jorong Durian Nagari Kamang Mudiak Rabu tanggal 11 Mei 2016, Zul Ikhsan selaku wakil rakyat di DPRD Agam menjelaskan kekuatan dasar suatu kelompoktani terletak pada seberapa taat kelompok mematuhi kesepakatan yang telah dirancang dalam AD/ART. Kondisi saat ini di lapangan banyak dijumpai kelompok dibentuk karena mengejar target bantuan, sehingga saat bantuan yang diharapkan tidak tercapai anggota kelompok membubarkan diri. Selain itu hanya pengurus yang mengerti tentang AD/ART, hal ini mengakibatkan hilangnya kepercayaan anggota terhadap suatu kepengurusan.
“Dalam penyusunan sebuah AD/ART silakan mencontek AD/ART kelompok lain, tetapi tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan kelompok. Pengurus juga harus diberi ruang waktu untuk bekerja sekitar 5 tahunan sehingga program yang direncanakan kelompok tidak berubah” tegas Zul Ikhsan.
Terdapat perbedaan antara Anggaran Dasar (AD) dengan Anggaran Rumah Tangga (ART). AD hanya mengemukaan pokok-pokok mekanisme organisasi saja, sedangkan ART menerangkan hal-hal yang belum spesifik pada AD atau yang tidak diterangkan dalam AD. Dengan kata lain ART merupakan perincian dari AD. Selain itu, Ketentuan dalam ART lebih mudah untuk di dirubah daripada ketentuan pada AD. 
Dalam Anggaran Dasar (AD) menyangkut beberapa pasal yang dianggap cukup dalam kesepakan tersebut dan disetujui bersama seperti: Pasal 1. Umum; Pasal 2. Nama dan Tempat Kedudukan; Pasal 3. Bidang Usaha; Pasal 4. Kepengurusan; Pasal 5. Keanggotaan; Pasal 6. Rapat Anggota; Pasal 7. Permodalan; Pasal 8. Keuntungan atau SHU; dan terakhir Pasal 9. Penutup, yang ditetapkan oleh Tim Perumus. 
Sedangkan untuk Anggaran Rumah Tangga (ART) menyangkut penjelasan yang lebih rinci dari beberapa aspek antara lain: Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus, Keanggotaan, Rapat Anggota, Pengelolaan Modal Usaha, Keuntungan Usaha dan Penutup yang ditetapkan oleh Tim Perumus.
Yose Elfiranto, SST selaku petugas lapangan menekankan kelompok harus menunjukkan jati dirinya dulu sebelum berharap dapat “Kue Bolu” dari pemerintah. Kelompok harus merapikan tata administrasinya dan setiap kelompok harus mempunyai profil kelompok yang mencakup: latar belakang pendirian, potensi kelompok, program kelompok dan evaluasi kelompok. Kelompok Durian Sebatang sebagai kelompok yang baru berdiri awal tahun 2016 mempunyai potensi di bidang peternakan Sapi dan mempunyai lahan bersama sekitar 5 Ha yang diperuntukkan untuk penanaman Jeruk. Dengan potensi yang ada diharapkan kelompok mampu mengelola potensi dirinya sendiri sebelum menjemput “Kue Bolu” tadi (Sang T).

Rabu, 04 Mei 2016

Teknik Sambung Pucuk Pada Kakao "Cirik" Musang di Kamang Magek

Pada umumnya Pengembangan tanaman  yang dilakukan oleh petani secara generatif (dari biji), sehingga menyebabkan fase vegetatif tanaman lebih panjang (sekitar 7-10 tahun lebih) baru memasuki masa produksi. Hal tersebut merupakan salah satu kendala dalam produktivitas dan mutu tanaman yang dihasilkan. Namun dengan kemajuan teknologi, kendala tersebut dapat diatasi dengan menggunakan cara sambung pucuk. Sambung pucuk merupakan perbanyakan tanaman gabungan antara perbanyakan secara generatif (dari persemaian biji) dengan salah satu bagian vegetatif (cabang/ranting) yang berasal dari tanaman lain.
Sebagaimana usaha perkebunan Kakao di Kecamatan lain, begitu juga dengan usaha perkebunan Kakao di Kecamatan Kamang Magek. Areal tanam tersebar secara merata di lahan para petani. Namun tanaman Kakao yang dipelihara sekarang umumnya adalah tanaman tua yang sudah tidak berproduksi secara maksimal lagi karena umur tanam yang sudah lebih dari 10 tahun bahkan sampai 35 tahun. Dapat dimaklumi usaha perkebunan Kakao di Nagari Kamang Hilir khususnya adalah suatu bentuk pelarian usaha yang disebabkan trauma petani terhadap virus CVPD yang menghantam tanaman Jeruk (Limau) Kamang pertengahan dekade 80-an. Lahan-lahan bekas tanaman Limau tersebut ditanami dengan Kakao varietas Lokal yang menghasilkan hingga saat sekarang. Saya lebih suka menyebut varietas Kakao Cirik (Kotoran) Musang... Mengapa?? Karena umumnya bibit Kakao yang ditanam petani adalah bibit Kakao yang tumbuh secara liar setelah dimakan oleh binatang yang bernama Musang.
Apakah itu suatu tuduhan saya terhadap petani Kakao di Kamang? Silakan tanya secara person kepada pelaku utama. Namun tidak sedikit yang benar-benar melakukan budidaya Kakao secara teknis dengan bimbingan penyuluh lapang. H. Taufik, sebagai salah satu pakar penggerak tanaman Kakao di Kamang Hilir merupakan contoh nyata bahwa tanaman Kakao cukup mengharumkan Nagari Kamang setelah era kejayaan Limau sirna.  Bernaung di bawah bendera kelompoktani KPC Kami Saiyo yang bersekretariat di Parumahan, H. Taufik sukses dan dianggap sebagai penyuluh Kakao Kecamatan Kamang Magek. Umur tanaman Kakao H. Taufik saat ini sudah seumuran dengan saya yaitu 34 tahunan. Namun dengan teknologi yang dianjurkan penyuluh, sekarang ini secara berangsur-angsur tanaman Kakao di Kecamatan Kamang Magek mulai direhabilitasi secara keseluruhan dengan teknik Sambung Pucuk maupun Sambung Samping.
Secara teknis saya tidak menguasai ilmu per-Kakaoan, namun dari beberapa literatur dan sumber resmi dapat dikemukakan teknik peremajaan tanaman Kakao di Kecamatan Kamang Magek.
Kegiatan sambung pucuk kerap digunakan dengan menggabungkan batang bawah dan batang atas. Batang bawah diharapkan menjadi batang yang tahan terhadap patogen tanah dan kokoh sedangkan batang atas merupakan bagian yang memilki karakter produksi yang diinginkan.Batang bawah biasanya dipakai dari tanaman yang tumbuh dari biji sehingga perakarannya lebih kuat. Akan tetapi, batang bawah yang berasal dari biji memiliki karakter yang berbeda (segregasi). Teknologi perbanyakan mengusahakan batang bawah juga diperoleh seragam dari hasil stek.
Perpaduan dari bagian tanaman yang disatukan akan berkembang membentuk tanaman jenis baru, dengan kelebihan yang dimilikinya antara lain : keunggulan dari segi perakaran,  masa berbuah lebih cepat, ukuran tanaman  yang lebih pendek,memiliki sifat genetis yang berasal dari induknya misalnya ukuran buah, daging yang tebal dan rasa manis sertaterhadap penyakit. Bahan yang dibutuhkan dalam proses penyambungan ini adalah bagian tanaman yang akan di sambung atau disebut batang atas (entres)bisa tunas pucuk atau tunas samping.bagian bawah yang menerima sambungan di sebut Batang Bawah(understock).cara mendapatkan batang bawang dengan penyemaian biji tanaman lokal yg memilki perakaran yg baik dan tahan terhadap serangan busuk akar.
Teknik sambung celah dengan entres yang mempunyai 1 – 3 mata tunas, tingkat keberhasilan sambungan mencapai 90%.  Batang bawah siap untuk disambung bila diameter telah berukuran 0,6 cm atau lebih.  Potong pucuknya pada bagian yang berwarna kecoklatan dan biarkan helaian daun sebelah bawah tetap berada pada batang bawah. Kemudian tepat ditengah bekas potongan dibelah dengan pisau tajam sedalam 2-3 cm.
Entris berasal dari pohon induk yang sehat, yang sedang dorman sepanjang 10-15 cm dari, kemudian potong daunnya.  Sayat bagian pangkal entris pada kedua belah sisinya sepanjang 2 – 3 cm membentuk baji dan sisipkan bagian baji dari entris kedalam celah batang bawah + ikat dg tali plastik, sungkup dengan kantong  plastik transparan agar tetap lembab dan tempatkan di bawah naungan.  Sungkup plastik dibuka apabila mata tunas pada entris telah pecah, lebih kurang umur 1 bulan.
Alat-alat yang dibutuhkan gunting stek, pisau stek/cutter, tali plastik.
Langkah – langkah penyambungan:
  • Memilih batang bawah yang diameternya kurang lebih sama dengan batang atas.potong batang bawah kurang lebih 20 – 25 cm dari permukaan tanah atau sekitar 3 cm dari bagian hipokotil.kemudian batang bawah di belah sekitar 2-2,5 cm.
  • Batang atas yg sudah disiapkan buang daunnya, kemudian sayat kedua sisi pangkal cabang sepanjang2- 2,5 cm, sehingga bentuk seperti mata kampak.
  • Selanjutnya batang atas di masukkan kedalam belahan batang bawah.
  • Pengikatan atau pembalutan menggunakan sealtip(isolasi paralon) atau bisa juga menggunakan tali yang terbuat dari plastik es. 
  • Tujuan penyungkupan adalah untuk menjaga kelembapan agar tetap tinggidan mengurangi penguapan di sekitar sambungan.Tempatkan tanaman tang sudah tersambung di tempah yang teduh atau di beri naungan agar terhindar dari panas matahari langsung.
  • Proses selanjutnya tinggal perawatan bibit sampai siap di tanam di kebun,sekitar 3-6 bulan kemudian. 
Teknologi ini bisa dicoba dan diterapkan pada tanaman buah yang berbatang keras lain seperti mangga, durian, alpukat dll (Sang T).

Rabu, 13 April 2016

Alah Bisa Karena Biasa

Ada pepatah Minang mengatakan: “Alah Bisa Karena Biasa”. Suatu pekerjaan yang tidak dibiasakan akan memberikan kesan yang sulit. Penulis harus sering dan membiasakan dirinya menulis. Semakin rajin menulis dan membaca, akan semakin lancar seseorang menyampaikan gagasannya lewat tulisan.
Itulah “Lead” yang dapat saya tonjolkan pada tulisan kali ini dalam sesi Menulis Untuk Pembaca pada Diklat Penulisan Ilmiah Populer yang dilaksanakan di PPMKP, Rabu tanggal 13 April 2016. Menulis berarti berkomunikasi dengan pembaca atau masyarakat lewat bahasa tulisan. Pesan yang disampaikan dapat berupa informasi, gagasan, pemikiran maupun ajakan. Setiap penulis mempunyai “Angle” atau sudut pandang yang berbeda terhadap suatu objek yang sama.
Ir. Sumardi selaku Widyaiswara pada PPMKP Ciawi menyatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menulis: 1) Tugas yang diemban, 2) Hobi menulis, 3) Mengharap imbalan dan 4) Sebagai pengembangan diri.
Lantas, apa tujuan seseorang tersebut menulis? Biasanya seseorang menulis bertujuan menyampaikan informasi yang berguna bagi umum dan juga mencoba menarik perhatian pembaca terhadap suatu objek.
Berikut 10 kiat sukses menjadi penulis yang saya cerna dari pembelajaran hari ini:
1.       Berlatih menulis
Awali hari-hari dengan melatih kemampuan menulis
2.       Suka membaca
Kebiasaan rajin membaca akan memperluas wawasan
3.       Kuasai tata bahasa
Menulis berarti memvisualisasikan pikiran lewat bahasa tulisan
4.       Sabar
Menulis butuh proses, ketekunan dan kesabaran
5.       Tekun dan berani
Beranikan diri untuk mengirim hasil tulisan ke media
6.       Belajar bersama pakarnya
Dibutuhkan mentor sebagai pembimbing
7.       Sosialisasi dengan lingkungan
Mampu mengembangkan diri melalui proses sosialisasi
8.       Berawal dari hobi
Berawal dari hobi, berkembanglah sebuah ide yang diisualisasikan ke dalam tulisan
9.       Berbagi pengalaman lewat tulisan
Lewat tulisan kita bisa berbagi sebuah konsep
10.   Jangan berhenti menulis
Jika sudah mempunyai sebuah tulisan, jangan pernah puas (Sang T)
 

Rabu, 23 Maret 2016

Prospek Prancihse (Magek) Sebagai Kelompok Pengolahan Hasil

Kelompoktani sebagai organisasi masyarakat merupakan wadah aspirasi para pelaku utama dalam mengelola usahanya untuk kehidupan yang lebih baik. Bagus tidaknya kelompoktani mempengaruhi seberapa bagus usaha pelaku utama tersebut. Kelompoktani yang tertata rapi dan mampu memberi manfaat kepada anggota biasanya mempunyai korelasi yang sejalan dengan pelaku utama.
Begitulah seharusnya sebuah kelompoktani dapat memberi manfaat kepada anggotanya. Kepengurusan yang jujur dan saling percaya antara pengurus dengan anggota kelompok juga diperlukan kedisiplinan anggota terhadap tupoksinya. Anggota harus mempunyai tanggung jawab dalam menguatkan wadah kelompok dan pengurus bertanggung jawab dalam mengelola manajemen kelompok.
Itulah yang disuluhkan oleh Yose Elfiranto, SST selaku Penyuluh Nagari Magek saat pertemuan bulanan kelompoktani Prancihse Jorong Koto Kaciak Nagari Magek, Rabu tanggal 23 Maret 2016. Sebagai penyuluh lapangan wajib bagi PPL mengutamakan pembinaan administrasi kelompok seperti kelengkapan AD/ART kelompok, profil kelompok, pembukuan kelompok dan mengusahakan Badan Hukum bagi kelompok yang mempunyai usaha yang jelas dan mempunyai visi jangka panjang.
Kelompoktani Prancihse sebagai salah satu kelompok yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian berupa kerupuk mempunyai prospek yang terang untuk maju secara potensi anggota. Sebagian besar anggota adalah pengolah kerupuk kamang dan mempunyai pasar masing-masing. Selain itu tingkat disipliin anggota terhadap kewajiban cukup tinggi seperti tidak ada tunggakan dalam pembayaran simpanan wajib dan sosial per bulan.
Walaupun sempat terjadi kevakuman pengurus beberapa waktu yang lalu terkait tidak adanya transparansi kepengurusan, namun melalui dorongan yang kuat kelompok mencoba bangkit kembali. Yose mengingatkan supaya tidak terjadi lagi kasus kepengurusan yang tidak mendapat kepercayaan dari anggotanya sendiri. Majunya sebuah kelompok ditentukan oleh kepengurusan yang jujur dan dipercaya.
Zul Ikhsan selaku wakil rakyat di DPRD Kabupaten Agam mempunyai komitmen siap turun ke tingkat terbawah mendengar aspirasi petani. Hal ini dibuktikan lagi dengan kehadirannya pada pertemuan kelompoktani. Hal ini tidak lepas dari rasa tanggung jawabnya terhadap kemajuan petani mengingat Zul Ikhsan yang tergabung pada Komisi II yang membawahi perekonomian dan keuangan.
Zul Ikhsan mengingatkan lagi akan pentingnya AD/ART suatu organisasi, sebab dalam AD/ART tertuang poin-poin kepengurusan, keanggotaan, pembiayaan, hak dan kewajiban dan sanksi yang mengikat anggota kelompok. Seandainya terjadi konflik dalam kelompok, kelompok harus berpegang kembali kepada AD/ART. Pengurus harus memahami AD/ART dan anggota harus diberitahu tentang AD/ART tersebut.
Terkait kegiatan simpan pinjam kelompok, Zul Ikhsan berpesan bahwa faktor keuangan adalah sesuatu yang sangat sensitif dan berhati-hatilah dengan hal tersebut. Diperlukan komitmen khusus terkait kegiatan simpan pinjam. Kelompok disarankan supaya bekerjasama dengan lembaga keuangan terdekat sehingga dapat memajukan dan memudahkan pembiayaan kelompok mengingat asset kelompoktani Prancihse saat ini yang telah mencapai 30 juta rupiah (Sang T).

Minggu, 20 Maret 2016

Kelompok PKK Kamang Hilia Siap Bentuk Koperasi

Liburan kali ini kembali lagi untuk mengabdikan diri dan melayani masyarakat, begitulah resiko menjadi wakil rakyat. Menjadi wakil rakyat bukan berarti berpijak dari rakyat, namun justru menjadi wakil rakyat adalah melayani rakyat dan mendengar keluh kesah mereka serta menjemput impian mereka.
Minggu sore tanggal 20 Maret ini, kembali Zul Ikhsan mengabdikan diri kepada rakyat yang telah memperjuangkannya dulu. Bertempat di Mushalla Kubang Putiah Nagari Kamang Hilia, kehadirannya ternyata sudah ditunggu ibu-ibu PKK dan Koperasi IV Kampuang. Tergabung dalam kegiatan simpan pinjam, ibu-ibu yang awalnya adalah pengrajin kerupuk kamang tersebut sepakat untuk menyampaikan aspirasi mereka terhadap perkembangan usaha kelompok mereka.
Kelompok usaha yang terbentuk sejak tahun 2008 silam, telah mempunyai keanggotaaan sebanyak 40 orang dan asset kelompok sebanyak 40 juta rupiah. Kelompok yang mereka sebutkan sebagai Koperasi PKK IV Kampuang ini sangat dinamis, ini dibuktikan dengan perputaran simpan pinjam yang berjalan terus sehingga tidak ada kas yang tersisa pada bendahara.
Zul Ikhsan sangat menyayangkan kelompok simpan pinjam tersebut tidak terkelola secara administratif, padahal seandainya hal tersebut dikelola dengah baik dan terstruktur, maka akan dapat berkembang dengan sangat maju mengingat disiplin anggota dalam pengembalian simpan pinjam sudah teruji. Zul Ikhsan mengingatkan kelompok yang terbentuk sekarang ini tidak lebih dari sekedar kelompok arisan, sebab usaha simpan pinjam yang mereka kelola tanpa adanya administrasi. Hanya bersandarkan kepada pengurus, tidak lebih dari itu tidak ada kegiatan tertulis lainnya seperti AD/ART, keanggotaan tertulis, Badan Hukum, buku kegiatan maupun lembaga keuangan yang membawahi.
Melalui forum diskusi tersebut Zul Ikhsan menyarankan agar kelompok yang terbentuk sejak Tahun 2008 tersebut mengusahakan terbentuknya sebuah Koperasi yang berbadan hukum dan mempunyai legalitas hukum dari Dinas Koperindag Agam. Hal ini dipandang dapat meningkatkan pengembangan usaha anggota yang terbentur dengan permasalahan klasik mereka. Seandainya ada lembaga keuangan (Koperasi) yang mewadahi mereka, maka akan dapat menampung aspirasi anggota dan menjadi jembatan bagi pemerintah. Melalui wadah koperasi inilah anggota dapat berpijak untuk pengembangan usaha yang lebih baik, melalui koperasi bantuan/program pemerintah dapat ditampung.
Ke depan, diharapkan masyarakat tidak hanya menunggu program pemerintah saja, namun masyarakat melalui wadah organisasi harus menjemput dan rajin mencari informasi ke Balai Penyuluhan Kecamatan. Zul Ikhsan mengistilahkan “Sia Nan Rajin Manyapo, Itu Nan Mandapek”. Artinya, bagaimana diri kita bisa dikenali orang lain kalau kita tidak memperkenalkan diri kita sendiri? (Sang T).