Selasa, 06 Oktober 2015

Gerakan Serentak, Berburu Walang Sangit Di Nagari Kamang Mudiak


Dalam bahasa ilmiah namanya keren “Leptocoria Oratorius”. Namun oleh masyarakat tani di kelompok tani Kanagarian Kamang Mudik Kecamatan kamang Magek, dikenal dengan sebutan “Pianggang”. Bentuknya cantik warna hijau, dan warna hijau kemerahan untuk yang sudah tua.
Saat ini dibanyak kelompok tani pelaksana kegiatan Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Ketahanan Pangan dari APBNP tahun 2015 Kanagarian Kamang Magek sedang diserang oleh walang sangit,dengan luasan kurang lebih mencapai 200 ha.
Khususnya pada kelompok Tani Sadar Mandiri, Kapecong Jaya, Balai Baru dan Sarasah Jaya pelaksana kegiatan Rehap Jaringan Irigasi tersier. Juga pada kelompok tani Binuang Sati pelaksana kegiatan SRI, Kelompok tani Ulu Aia pelaksana kegiatan OPLA dan Kelompok Indang Saiyo pelaksana DMB (desa mandiri benih).
Serangan pianggang saat ini cukup mengkhawatirkan terhadap keberhasilan peningkatan indek panen kegiatan UPSUS karena kondisi padi yang ditanam tidak serentak sehingga ketersediaan makanan bagi pianggang tersedia setiap saat.
Saat ini secara umum pada fase masak susu yang merupakan fase rawan serangan pianggang.  Tanaman padi kelompok pelaksana UPSUS Kamang Mudik adalah varietas “kuruiak kusueik”, Saganggam Panuah dan Putiah lamo, semua terserang pianggang.
Pianggang ini menghisap cairan butiran gabah yang sedang mengisi atau masak susu, sehingga gabah menjadi hampa berubah menjadi coklat dan saat panen hasil turun juha rasa beras kurang enak. Pianggang juga menjadi vektor (penyebar virus tungro) yang menyebabkan penyakit tanaman padi.
Untuk pengendalian terpadu Senin (5/10) dilaksanakan gerakan pengendalaian OPT yang dilaksanakan oleh seluruh anggota kelompok tani pelaksana Upsus 2015 Kamang Mudik dan dihadiri oleh rombongan BPTH Provinsi Sumatera Barat, Petugas Labor PHT Bukittinggi, Petugas PHP Kamang Magek, Petugas TPP Upsus 2015 Kamang Magek, Ka. UPT, Bakhrizal ,S.Sos,  Koord Penyuluh,  PPL, Danramil dan Babinsa serta acara dibuka oleh Walinagari Kamang Magek.
Pengendalian alami membuat perangkap berupa tongkat yang digantungkan botol air mineral bekas berukuran besar yang 1 liter yang telah dilubangi kurang lebih 1 cm agar pianggang nya tidak dapat keluar lagi dan terkumpul di ujung botol bagian atas.
Tongkat tersebut sebaiknya diletakkan di sawah jauh-jauh hari sehingga saat pianggang muda mulai terbang telah ada perangkap menunggu. Pemasangan perangkap tergantung kerapatan tanaman padi setidaknya berjarak 5 m.
Untuk jangka panjang pengendalian alami ini harus menggunakan berbagai cara alternatif, dilakukan secara massal, dan berulang-ulang atau berkesinambungan.
Semoga serangan pianggang ini dapat diatasi dan panen padi kegiatan upsus dapat mencapai target. Dilaporkan TPP upsus Kamang Magek. (noni 6/10 2015).

Jumat, 02 Oktober 2015

MUSNA Magek: Perbaikan Ampangan Tigo Lurah Harus Terdepan



Dalam mengimplementasikan PP Nomor 18 Tahun 2015 tentang Penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan Nagari, Nagari Magek gelar Musna (Musyawarah Nagari) yang dilaksanakan Jumat, tanggal 2 Oktober 2015 bertempat di Aula pertemuan Kantor Nagari Magek.
Musyawarah yang dihadiri oleh pemuka masyarakat Nagari Magek bersama perangkat Jorong dan SKPD terkait membahas RKP (Rencana Kegiatan Pemerintahan) Nagari Magek Tahun 2016. Termasuk di dalamnya pembahasan tentang Perna Kerjasama Nagari antara lain menyangkut kerjasama pengelolaan pasar antara Nagari Magek dengan Nagari Kamang Hilir.
Namun saya tidak akan berpanjang lebar membahas yang bukan bidang saya tersebut, karena bisa menyebabkan kesalahan dalam pengertian. Saya lebih memfokuskan terhadap bidang saya di sektor peternakan dan pertanian.
Yose Elfiranto, SST selaku Penyuluh Peternakan dan Pertanian Nagari Magek menyampaikan program-program yang telah selesai dan tengah dilaksanakan di Nagari Magek yang meliputi:
1.       JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) di Koto Marapak
2.       JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) di Lurah Bawah
3.       JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) di Sawah Ladang
4.       OPL (Optimalisasi Pemanfaatan Lahan) di Cubadak
5.       SRI (System Of Rice Intensification) di Kubang
6.       PPK (Penggilingan Padi Kecil) di Koto Marapak
Yose menekankan pentingnya memetakan potensi peternakan yang ada di Nagari Magek dan membagi Magek menjadi dua kawasan yaitu Barat Magek meliputi: Kasiak, Sawah Ladang, Kubang, Pulai, Gatah, Pincuran sebagai kawasan pengembangan ternak itik dan Timur Magek meliputi: Kampuang Bawah, Lurah Bawah, Lurah Ateh, Koto Marapak dan Koto Kaciak sebagai kawasan pengembangan ternak kambing.
Yose juga memfokuskan perbaikan Ampangan Tigo Lurah yang terletak di Kasiak yang mengairi 6 jorong di Nagari Magek. Hal ini menjadi prioritas utama bagi pengembangan pertanian Nagari Magek mengingat timpangnya kegiatan bercocok tanam petani pada kawasan tersebut. Kawasan Barat Magek selalu bisa dieksploitasi sumberdayanya untuk bercocok tanam sepanjang tahun, sementara Timur Magek malahan selalu dilanda kekeringan. Sungguh ironis mengingat Nagari Magek merupakan kawasan dengan topografi yang datar.
Helendra selaku Sekretaris BAMUS dan juga Ketua kelompoktani Prancihse mengaminkan masukan dari Yose Elfiranto mengenai perbaikan Ampangan Tigo Lurah dan berharap itu adalah hal utama dan sangat vital dalam pembangunan Nagari Magek karena pertanian merupakan mata pencaharian masyarakat Nagari Magek sehingga akan meningkatkan kesejahteraan petani.
Rikki Ilhamsyah selaku Nyiak Jorong Kubang menyampaikan permasalahan utama yang dihadapi dalam pengairan tersebut adalah sudah rusaknya kincir pemutar dan pembagi air di Ampangan tersebut dan juga tidak berfungsinya peran P3A. Selain itu air yang seharusnya mengairi sawah di 6 jorong tersebut hilang di tengah jalan karena banyaknya irigasi yang dijebol oknum tertentu.
Menutup Musyawarah Nagari, Ir. H. Wirman Syafrul selaku Walinagari Magek menyampaikan P3A dan BAMUS harus duduk bersama membahas hal ini dan perlu dipikirkan insentif terhadap petugas P3A tersebut (Sang T).

Senin, 28 September 2015

Penyusunan Programa Sesuaikan Permintaan Dengan Kebutuhan

Pembangunan  Pertanian  yang baik adalah perencanaan yang memadukan kebutuhan masyarakat pertanian, pelaku  usaha dengan keinginan pemerintah yang diwujudkan dalam perencanaan partisifatif dalam bentuk programa penyuluhan pertanian tingkat Desa. Begitulah sebenarnya hakikat dan kebenaran sebuah programa pertanian tingkat Kecamatan.

Dalam penyusunan programa penyuluhan pertanian Kecamatan Kamang Magek Tahun 2016 pada Senin, 28 September 2015 yang dihadiri kelompoktani dan para penyuluh bertempat di aula pertemuan UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek dibuka oleh sekelumit pujian dan harapan besar dari Drs. Surya Wendri selaku Camat Kamang Magek terhadap validitas data yang dimiliki oleh UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek. Surya Wendri menyampaikan bahwa programa yang baik dan tepat sasaran akan dapat diperoleh melalui aspirasi para petani yang disusun melalui suatu telaah dan pemahaman yang benar terhadap permasalahan petani. Surya Wendri juga menyampaikan pujian terhadap kinerja para penyuluh sehingga data yang tersusun dalam programa UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek banyak yang diambil menjadi database Kecamatan karena lebih akurat dan terukur.
Sementara itu, Monisfar, S.Sos selaku Kepala BP4K2P Kabupaten Agam menegaskan dalam penyusunan programa, petani harus menyesuaikan permintaan dengan kebutuhan. Program yang diberikan pemerintah hendaknya berkembang dari satu menjadi dua, dari dua menjadi empat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani tersebut. Hal ini akan berdampak terhadap rasa memiliki kelompok terhadap suatu kegiatan yang diberikan. Monisfar juga menyampaikan bahwa programa penyuluhan merupakan upaya memadukan keinginan petani dengan program yang diberikan pemerintah.
Sementara itu Bakhrizal, S.Sos selaku Kepala UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek lebih menekankan kepada penguatan kelembagaan kelompoktani melalui kelengkapan data pada Simluhtan. “Tidak ada kelompoktani tanpa Simluhtan, Tidak ada program untuk kelompok tanpa terdata Simluhtan” tegas Bakhrizal. “Kelompoktani hendaknya melakukan rembug tani dalam penyusunan programa melalui RUK sehingga akan menghasilkan suatu programa yang benar-benar menyampaikan aspirasi para petani” pungkas Bakhrizal (Sang T).

Jumat, 25 September 2015

KAMANG HILIR: Dari Petani JERUK KE PENGUSAHA perabot

KAMANG HILIR: Dari Petani JERUK KE PENGUSAHA perabot
Dibuat
Fakhri

Kamang Hilir merupakan sebuah nagari Yang terletak di Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam. Suatu perubahan Besar Pernah terjadi di Kamang Hilir, HA yaitu ketika St Samiak memperkenalkan budidaya Tanaman jeruk atau lebih dikenal sebutan Artikel Baru limau Dibuat Masyarakat setempat. Keberhasilan HA St Samiak KESAWAN melakukan budidaya Tanaman jeruk Menarik Minat sebagian Besar Masyarakat Kamang Hilir Lainnya, terutama ketika HA St Samiak rumah permanen untuk BERHASIL Membuat Orang tuanya Dari Hasil Bertani jeruk.
Sebagian Besar penduduk Nagari Kamang Hilir mengharapkan Hasil pertanian dapat memenuhi kebutuhan Hidup. Masa Dari years 1970 Sampai 1985 years Artikel Baru merupakan Masa jaya BAGI Tanaman jeruk di Nagari Kamang Hilir. Kepopuleran Tanaman jeruk bahkan Membuat para perantau Yang regular tidak begitu beruntung di perantauannya pulang ke kampung Dilaporkan dan menjadi Petani jeruk. Selain butir ITU pelaku industri perabot di Kamang Hilir Juga BANYAK Tanaman jeruk beralih ke, KARENA menurut mereka Prospek Tanaman jeruk lebih Besar Dari PADA Tetap menekuni industri meubel.
Mata pencaharian Masyarakat Kamang Hilir berubah Dari Yang semula menanam palawija Tanaman Hanya untuk konsumsi Pribadi atau over ke pasar-pasar tradisional menjadi Bertani jeruk. Semenjak ITU Nagari Kamang Hilir Daerah terkenal sebagai penghasil jeruk berkualitas Unggul, rasanya manis dan gurih, ciri Khas jeruk Yang berasal Dari Nagari Kamang Hilir terutama adalah baunya harum yang. Jeruk asal Kamang Hilir Nama terkenal Artikel Baru “jeruk kamang”. PADA Masa jayanya jeruk kamang Sampai merambah ke Luar Daerah Pembongkaran Medan, Palembang, dan Jakarta. Kepopuleran jeruk kamang Suami terlihat Dari banyaknya kunjungan Yang Datang ke Nagari Kamang Hilir Pembongkaran Dari Aceh, Bengkulu, dan Pulau DKI. Kunjungan tamu regular tidak KESAWAN Hanya Datang Dari Negeri tetapi Juga Datang Dari Luar Negeri Dari misalnya Filipina, India, dan Bangladesh.
At dimulainya Penanaman jeruk Dibuat H. Adnan St Samiak, di Nagari Kamang Hilir terdapat BANYAK Lahan kosong. Selain Bertani sawah penduduk Kamang Hilir Juga menanami ladang mereka berumur Artikel Baru Tanaman muda Pembongkaran Singkong, ubi, jagung, ataupun cabai. Melihat kondisi demikian Maka Yang muncullah keinginan Dari salah seorang anak Nagari Kamang Hilir Yang Pernah menempuh Pendidikan di Sekolah Pertanian Sukarami Solok. Anak nagari tersebut kemudian Yang Bernama Adnan Penghasilan kena pajak Menikah Samiak bergelar St. PADA years 1984 beliau menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah sehingga namanya ditambah di Depan Gelar Haji, sehingga namanya kemudian menjadi Haji Adnan St Samiak.
Keinginan ataupun ide untuk membudidayakan Tanaman jeruk didapatkan HA St Samiak Dari kawannya Harison Yang telah memulai menanam jeruk di kampung halamannya di Payakumbuh. Canada kawannya Suami HA St.Samiak belajar cara membudidayakan jeruk Dari proses menyiapkan, Pengolahan, hingga PADA Tahap Penambahan yakni memanen Hasil Tanaman jeruk. Untuk memulai usahanya, PADA years 1962 HA St Samiak memesan bibit jeruk ke Pasar Minggu Jakarta sebanyak 2.000 batang. Lahan Yang disiapkan seluas 1 Ha Yang Hanya dapat menampung 400 batang bibit jeruk. Sisanya dibagikan kepada Masyarakat Luas Secara gratis, akan tetapi regular tidak tertarik Masyarakat BANYAK yang. Hanya beberapa Orang Yang tertarik dan mengambil beberapa bibit Lainnya sehingga akhirnya tersisa 1,300 batang.
PADA 1965 years jeruk ditanam Yang Dibuat HA St Samiak telah dipanen Bisa untuk. Hasil Panen Pertama Tanaman jeruk Gagal Boleh dikatakan, penyebabnya ialah julian pemanenan Yang Kurang tepat. HA St Samiak ketika memanen jeruknya berwarna kuning jeruk Masih Masih Keras dan buahnya, Suami menandakan kalau jeruk dipanen hal Yang Dibuat HA St Samiak Masih Belum Matang. Akibatnya jeruk kamang Hanya dihargai Rp. 25, -/kg regular tidak mencapai setengah harga jeruk medan Dari Yang ketika ITU dihargai Rp.75, -/kg.
Untuk Panen berikutnya HA St Samiak memutuskan untuk menunggu hingga buah jeruknya Benar-Benar Matang. PADA 1966 HA St Samiak Dilaporkan memanen jeruknya, Panen untuk Yang kedua Suami Hat mendapati buah jeruknya Samiak memiliki Yang bagus Bentuk (Besar), bahkan lebih bagus Dari jeruk medan, tebal kulitnya, disimpan dan untuk tahan. Membuat Suami hal harga jeruk kamang meningkat Dari Rp. 25, -/kg menjadi Rp. 85, -/kg. Para pedagang pun BANYAK Yang membeli Artikel Baru beralih jeruk kamang. Dari Hasil Panen jeruknya Suami, PADA years 1968, HA St Samiak BERHASIL membangun rumah permanen untuk orangtuanya.
Puncak kejayaan Dari Tanaman jeruk di Kamang ialah ketika HA St Samiak menerima penghargaan Dari Pemerintah Jakarta PADA Tanggal 5 Juni 1984 bertepatan Artikel Baru Yang momen hari Lingkungan Hidup. Beliau menerima penghargaan Kalpataru sebagai Perinits Lingkungan Hidup. Hal Suami Secara regular tidak Langsung telah mengharumkan Nama Nagari Kamang Hilir. Di Masa jaya Tanaman jeruk, Nagari Kamang model merupakan nagari-nagari BAGI Lainnya di Sumatera Barat untuk pembudidayaan Tanaman jeruk. HA St Samiak Pernah Sendiri Oleh Pemerintah Daerah dibawa ke Suliki dan Kabupaten Pesisir Selatan untuk memberikan penjelasan kepada Petani setempat mengenai proses pembudidayaan Tanaman jeruk.
Masa leemasan Tanaman jeruk kamang berakhir ketika virus Citrus Vein Floem Degeneration (CVPD) menyerang PADA years Tanaman jeruk 1985. Suami virus menyebabkan perekonomian Masyarakat Kamang Hilir merosot drastis. Virus CVPD menyerang buah dan daun jeruk Tanaman, regular tidak Langsung menyerang keseluruhan batang melainkan menyerang per-ranting. Tanaman jeruk telah diserang virus Yang Dibuat Suami menyebabkan buahnya menjadi Kecil-Kecil dan Keras, sedangkan daunnya Kecil-Kecil dan bewarna kuning.
Pertanian jeruk Suami Yang selama merupakan mata pencaharian penduduk Hilir Utama BAGI Serius mendapat tantangan Kamang. Akibatnya penduduk BANYAK Yang beralih Profesi ke disektor industri, ADA sebagian Yang Masih Tetap bertahan di pertanian c. Kepemilikan Modal, mereka Dilaporkan menanan Tanaman lama misalnya ubi, Kentang, cabai, pisang, dan jagung. Sektor industri Bukan merupakan hal BAGI Baru Masyarakat Kamang Hilir at KARENA Masa Tanaman jeruk mereka telah menekuni industri meubel, terutama kaum laki-laki. KESAWAN Kepandaian bertukang (Istilah Yang lebih dikenal Dibuat penduduk setempat untuk industri meubel) telah ADA years semenjak 1930. Kepandaian KESAWAN bertukang diperkenalkan Dibuat Inyiak Marah dan Inyiak Sati. Semula Produksi Hanya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan Pribadi mereka, Masyarakat kemudian diajarkan kepada kepandaian Suami Yang Ingin Membuat perabot rumahtangga. Akhirnya berkembang menjadi keahlian bertukang pun Luas di Masyarakat.
Kepandaian perabot merupakan kepandaian bertukang Suami Yang telah mendarah Daging BAGI penduduk Nagari Kamang Hilir Yang terutama laki-laki. Jadi tidaklah mengherankan jika industri Suami menjadi pekerjaan akternatif BAGI Petani Kamang Hilir. Untuk memperoleh Bahan baku tidaklah Very BAGI butir tukang perabot. Bahan baku tersebut dapat diperoleh di beberapa Daerah Dari Pembongkaran Tarusan, Maninjau, Batusangkar, Malalak, Muarobungo, Sijunjuang dan. Bahkan ADA Yang Dari Luar Sumatera Barat Dari Pembongkaran Provinsi Riau dan Jambi. Interest Rate kayu Yang perlengkapan sebagai Bahan baku kayu Surian ialah, marantiah, bayua dan
Proses Pemasaran Hasil Produksi meubel tidaklah susah, setidaknya BAGI para tukang. Mereka cukup menjual Hasil Produksi mereka ke toko-toko Yang Juga dimiliki Dibuat Orang Kamang Hilir. Toko-toko ITU mulanya terletak di Pasar Jawi kemudian dipindahkan ke Pasar Banto Bukittinggi.
Selain menjual kepada pemilik toko di Bukittinggi, tukang-tukang Suami Juga menerima pesanan Langsung ke bengkel mereka. Keuntungan Dari pesanan Suami Chicken ialah dapat menentukan Sendiri Pembongkaran APA corak / mode hingga warna kucing perlengkapan yang. Kekurangannya pesanan ialah mereka regular tidak Langsung Jadi, untuk menyelesaikan Satu buah lemari dibutuhkan minimal julian Satu Minggu. Akan tetapi, Hasil Yang memuaskan diperoleh JAUH KARENA lebih berdasarkan pesanan.
PADA years 1997 Produksi proses industri perabot sempat terganggu, akibat krisis Barang Ekonomi Barang Produksi untuk perabot melonjak Mahal, namun sayangnya di lain pihak harga Hasil Produksi Tetap. Kehidupan industri perabot Mulai Dilaporkan mengeliat PADA years 2000-sebuah Artikel Baru seiring semakin membaiknya kondisi perekonomian Negara, sehingga perlahan-Lahan Hasil permintaan meningkat terhadap industri Suami Mulai.
PADA years 2007 keadaan industri perabot di Kamang Hilir terganggu Dilaporkan, penyebab utamanya ialah KESAWAN kesulitan memperoleh Bahan baku untuk industri. KESAWAN Seriusnya pemerintah memberantas diperketatnya perizinan loging dan ilegal untuk menebang kayu kayu-kayu telah menyebabkan Yang biasanya perlengkapan sebagai Bahan baku untuk industri meubel di Kamang Hilir semakin Very untuk didapatkan.
Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Andalas.
Sumber: http://witrianto.blogdetik.com/2010/12/10/sejarah-ekonomi-kamang-hilir/