KAMANG HILIR: Dari Petani JERUK KE PENGUSAHA perabot
Dibuat
Kamang Hilir merupakan sebuah
nagari Yang terletak di Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam. Suatu perubahan
Besar Pernah terjadi di Kamang Hilir, HA yaitu ketika St Samiak memperkenalkan
budidaya Tanaman jeruk atau lebih dikenal sebutan Artikel Baru limau
Dibuat Masyarakat setempat. Keberhasilan HA St Samiak KESAWAN melakukan
budidaya Tanaman jeruk Menarik Minat sebagian Besar Masyarakat Kamang Hilir
Lainnya, terutama ketika HA St Samiak rumah permanen untuk BERHASIL Membuat
Orang tuanya Dari Hasil Bertani jeruk.
Sebagian Besar penduduk Nagari
Kamang Hilir mengharapkan Hasil pertanian dapat memenuhi kebutuhan Hidup. Masa
Dari years 1970 Sampai 1985 years Artikel Baru merupakan Masa jaya BAGI Tanaman
jeruk di Nagari Kamang Hilir. Kepopuleran Tanaman jeruk bahkan Membuat para
perantau Yang regular tidak begitu beruntung di perantauannya pulang ke kampung
Dilaporkan dan menjadi Petani jeruk. Selain butir ITU pelaku industri perabot
di Kamang Hilir Juga BANYAK Tanaman jeruk beralih ke, KARENA menurut mereka Prospek
Tanaman jeruk lebih Besar Dari PADA Tetap menekuni industri meubel.
Mata pencaharian Masyarakat
Kamang Hilir berubah Dari Yang semula menanam palawija Tanaman Hanya untuk
konsumsi Pribadi atau over ke pasar-pasar tradisional menjadi Bertani jeruk.
Semenjak ITU Nagari Kamang Hilir Daerah terkenal sebagai penghasil jeruk
berkualitas Unggul, rasanya manis dan gurih, ciri Khas jeruk Yang berasal Dari
Nagari Kamang Hilir terutama adalah baunya harum yang. Jeruk asal Kamang Hilir
Nama terkenal Artikel Baru “jeruk kamang”. PADA Masa jayanya jeruk kamang
Sampai merambah ke Luar Daerah Pembongkaran Medan, Palembang, dan Jakarta.
Kepopuleran jeruk kamang Suami terlihat Dari banyaknya kunjungan Yang Datang ke
Nagari Kamang Hilir Pembongkaran Dari Aceh, Bengkulu, dan Pulau DKI. Kunjungan
tamu regular tidak KESAWAN Hanya Datang Dari Negeri tetapi Juga Datang Dari
Luar Negeri Dari misalnya Filipina, India, dan Bangladesh.
At dimulainya Penanaman jeruk Dibuat H. Adnan St Samiak, di Nagari Kamang
Hilir terdapat BANYAK Lahan kosong. Selain Bertani sawah penduduk Kamang Hilir
Juga menanami ladang mereka berumur Artikel Baru Tanaman muda Pembongkaran
Singkong, ubi, jagung, ataupun cabai. Melihat kondisi demikian Maka Yang
muncullah keinginan Dari salah seorang anak Nagari Kamang Hilir Yang Pernah
menempuh Pendidikan di Sekolah Pertanian Sukarami Solok. Anak nagari tersebut
kemudian Yang Bernama Adnan Penghasilan kena pajak Menikah Samiak bergelar St.
PADA years 1984 beliau menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah sehingga namanya
ditambah di Depan Gelar Haji, sehingga namanya kemudian menjadi Haji Adnan St
Samiak.
Keinginan ataupun ide untuk membudidayakan Tanaman jeruk didapatkan HA St
Samiak Dari kawannya Harison Yang telah memulai menanam jeruk di kampung
halamannya di Payakumbuh. Canada kawannya Suami HA St.Samiak belajar cara
membudidayakan jeruk Dari proses menyiapkan, Pengolahan, hingga PADA Tahap
Penambahan yakni memanen Hasil Tanaman jeruk. Untuk memulai usahanya, PADA
years 1962 HA St Samiak memesan bibit jeruk ke Pasar Minggu Jakarta sebanyak
2.000 batang. Lahan Yang disiapkan seluas 1 Ha Yang Hanya dapat menampung 400
batang bibit jeruk. Sisanya dibagikan kepada Masyarakat Luas Secara gratis,
akan tetapi regular tidak tertarik Masyarakat BANYAK yang. Hanya beberapa Orang
Yang tertarik dan mengambil beberapa bibit Lainnya sehingga akhirnya tersisa
1,300 batang.
PADA 1965 years jeruk ditanam Yang Dibuat HA St Samiak telah dipanen Bisa
untuk. Hasil Panen Pertama Tanaman jeruk Gagal Boleh dikatakan, penyebabnya
ialah julian pemanenan Yang Kurang tepat. HA St Samiak ketika memanen jeruknya
berwarna kuning jeruk Masih Masih Keras dan buahnya, Suami menandakan kalau
jeruk dipanen hal Yang Dibuat HA St Samiak Masih Belum Matang. Akibatnya jeruk
kamang Hanya dihargai Rp. 25, -/kg regular tidak mencapai setengah harga jeruk
medan Dari Yang ketika ITU dihargai Rp.75, -/kg.
Untuk Panen berikutnya HA St Samiak memutuskan untuk menunggu hingga buah
jeruknya Benar-Benar Matang. PADA 1966 HA St Samiak Dilaporkan memanen
jeruknya, Panen untuk Yang kedua Suami Hat mendapati buah jeruknya Samiak
memiliki Yang bagus Bentuk (Besar), bahkan lebih bagus Dari jeruk medan, tebal
kulitnya, disimpan dan untuk tahan. Membuat Suami hal harga jeruk kamang
meningkat Dari Rp. 25, -/kg menjadi Rp. 85, -/kg. Para pedagang pun BANYAK Yang
membeli Artikel Baru beralih jeruk kamang. Dari Hasil Panen jeruknya Suami,
PADA years 1968, HA St Samiak BERHASIL membangun rumah permanen untuk
orangtuanya.
Puncak kejayaan Dari Tanaman jeruk di Kamang ialah ketika HA St Samiak
menerima penghargaan Dari Pemerintah Jakarta PADA Tanggal 5 Juni 1984
bertepatan Artikel Baru Yang momen hari Lingkungan Hidup. Beliau menerima
penghargaan Kalpataru sebagai Perinits Lingkungan Hidup. Hal Suami Secara
regular tidak Langsung telah mengharumkan Nama Nagari Kamang Hilir. Di Masa
jaya Tanaman jeruk, Nagari Kamang model merupakan nagari-nagari BAGI Lainnya di
Sumatera Barat untuk pembudidayaan Tanaman jeruk. HA St Samiak Pernah Sendiri
Oleh Pemerintah Daerah dibawa ke Suliki dan Kabupaten Pesisir Selatan untuk
memberikan penjelasan kepada Petani setempat mengenai proses pembudidayaan
Tanaman jeruk.
Masa leemasan Tanaman jeruk
kamang berakhir ketika virus Citrus Vein Floem Degeneration (CVPD)
menyerang PADA years Tanaman jeruk 1985. Suami virus menyebabkan perekonomian
Masyarakat Kamang Hilir merosot drastis. Virus CVPD menyerang buah dan daun
jeruk Tanaman, regular tidak Langsung menyerang keseluruhan batang melainkan
menyerang per-ranting. Tanaman jeruk telah diserang virus Yang Dibuat Suami
menyebabkan buahnya menjadi Kecil-Kecil dan Keras, sedangkan daunnya
Kecil-Kecil dan bewarna kuning.
Pertanian jeruk Suami Yang selama
merupakan mata pencaharian penduduk Hilir Utama BAGI Serius mendapat tantangan
Kamang. Akibatnya penduduk BANYAK Yang beralih Profesi ke disektor industri,
ADA sebagian Yang Masih Tetap bertahan di pertanian c. Kepemilikan Modal,
mereka Dilaporkan menanan Tanaman lama misalnya ubi, Kentang, cabai, pisang,
dan jagung. Sektor industri Bukan merupakan hal BAGI Baru Masyarakat Kamang
Hilir at KARENA Masa Tanaman jeruk mereka telah menekuni industri meubel,
terutama kaum laki-laki. KESAWAN Kepandaian bertukang (Istilah Yang
lebih dikenal Dibuat penduduk setempat untuk industri meubel) telah ADA years
semenjak 1930. Kepandaian KESAWAN bertukang diperkenalkan Dibuat Inyiak Marah
dan Inyiak Sati. Semula Produksi Hanya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan
Pribadi mereka, Masyarakat kemudian diajarkan kepada kepandaian Suami Yang
Ingin Membuat perabot rumahtangga. Akhirnya berkembang menjadi keahlian
bertukang pun Luas di Masyarakat.
Kepandaian perabot merupakan kepandaian bertukang Suami Yang telah mendarah
Daging BAGI penduduk Nagari Kamang Hilir Yang terutama laki-laki. Jadi tidaklah
mengherankan jika industri Suami menjadi pekerjaan akternatif BAGI Petani
Kamang Hilir. Untuk memperoleh Bahan baku tidaklah Very BAGI butir tukang
perabot. Bahan baku tersebut dapat diperoleh di beberapa Daerah Dari
Pembongkaran Tarusan, Maninjau, Batusangkar, Malalak, Muarobungo, Sijunjuang dan.
Bahkan ADA Yang Dari Luar Sumatera Barat Dari Pembongkaran Provinsi Riau dan
Jambi. Interest Rate kayu Yang perlengkapan sebagai Bahan baku kayu Surian
ialah, marantiah, bayua dan
Proses Pemasaran Hasil Produksi meubel tidaklah susah, setidaknya BAGI para
tukang. Mereka cukup menjual Hasil Produksi mereka ke toko-toko Yang Juga
dimiliki Dibuat Orang Kamang Hilir. Toko-toko ITU mulanya terletak di Pasar
Jawi kemudian dipindahkan ke Pasar Banto Bukittinggi.
Selain menjual kepada pemilik toko di Bukittinggi, tukang-tukang Suami Juga
menerima pesanan Langsung ke bengkel mereka. Keuntungan Dari pesanan Suami
Chicken ialah dapat menentukan Sendiri Pembongkaran APA corak / mode hingga
warna kucing perlengkapan yang. Kekurangannya pesanan ialah mereka regular tidak
Langsung Jadi, untuk menyelesaikan Satu buah lemari dibutuhkan minimal julian
Satu Minggu. Akan tetapi, Hasil Yang memuaskan diperoleh JAUH KARENA lebih
berdasarkan pesanan.
PADA years 1997 Produksi proses industri perabot sempat terganggu, akibat
krisis Barang Ekonomi Barang Produksi untuk perabot melonjak Mahal, namun
sayangnya di lain pihak harga Hasil Produksi Tetap. Kehidupan industri perabot
Mulai Dilaporkan mengeliat PADA years 2000-sebuah Artikel Baru seiring semakin
membaiknya kondisi perekonomian Negara, sehingga perlahan-Lahan Hasil
permintaan meningkat terhadap industri Suami Mulai.
PADA years 2007 keadaan industri perabot di Kamang Hilir terganggu
Dilaporkan, penyebab utamanya ialah KESAWAN kesulitan memperoleh Bahan baku
untuk industri. KESAWAN Seriusnya pemerintah memberantas diperketatnya
perizinan loging dan ilegal untuk menebang kayu kayu-kayu telah menyebabkan
Yang biasanya perlengkapan sebagai Bahan baku untuk industri meubel di Kamang
Hilir semakin Very untuk didapatkan.
Sumber: http://witrianto.blogdetik.com/2010/12/10/sejarah-ekonomi-kamang-hilir/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar