Banyak dari petani yang mencoba usaha beternak kelinci.
Salah satunya adalah H. Sastra Maryadi, Bapak paruh baya yang merupakan Ketua
kelompoktani Cubadak Saiyo di Jorong Cubadak, Kanagarian Magek. Minat
yang kuat untuk berusaha beternak kelinci coba ditetapkan olehnya sepulang dari
merantau di Jakarta. Memulai usaha beternak kelinci sejak Tahun 2005, Sastra
Maryadi saat ini telah mempunyai 29 ekor induk dan 6 ekor kelinci pejantan yang
menghasilkan ribuan ekor anak kelinci tiap
tahunnya. Untuk pemasaran, Sastra tidak kesulitan karena selalu saja ada
toke yang datang ke kandang menjemput untuk dipasarkan ke daerah Jambi, Riau
maupun ke Medan. Dengan harga jual Rp 25.000,- per ekor anak kelinci umur 25
hari, Sastra mampu menjual sekitar lebih dari 60-70 ekor kelinci tiap bulannya.
Permasalahan
utama yang dihadapi peternak kelinci pada umumnya adalah faktor penyakit. Yose
Elfiranto, SST selaku penyuluh peternakan menerangkan beberapa faktor penyebab
timbulnya penyakit adalah kelengahan dalam menjaga sanitasi kandang. Pemberian
pakan berkualitas jelek, volume pakan kurang, air minum kotor atau
kurang, kekurangan nutrisi (protein, vitamin, mineral), perubahan suhu,
dan ketidaktahuan mengenai penyakit kelinci. Kelinci sakit menunjukkan
gejala yang menyolok antara lain lesu, nafsu makan hilang, mata sayu, suhu
badan naik turun. Kelinci yang menunjukkan gejala-gejala tersebut
sebaiknya dipisahkan dikandang karantina (dipisahkan dengan kelinci
lain) untuk dirawat sendiri.
Menutup
diskusi, Yose menyampaikan bahwa beternak kelinci merupakan pekerjaan yang
ringan dan sangat bermanfaat bagi kehidupan di masyarakat. Peternak harus
benar-benar mengetahui tanda-tanda kelinci yang sedang birahi dan juga
mengetahui cara mengawinkan kelinci yang benar. Beternak kelinci dengan
cara yang baik dan benar serta memakai cara-cara yang benar maka akan membawa
keberhasilan yang memuaskan. Selain itu beternak kelinci tidak membutuhkan
modal terlalu besar, serta tempat yang tidak terlalu luas, maka beternak
kelinci mudah dikembangkan sebagai usaha sambilan (Sang T).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar