Kunjungan petugas dan petani dari UPT Pelatihan Tanaman Pangan Hortikultutra dan Peternakan Provinsi Riau sebanyak 60 orang dalam rangka Pelatihan Agribisnis Padi Bagi Petugas dan Petani disambut dengan hangat dan penuh keakraban oleh kelompoktani Usaha Bersama yang terletak di Joorong Guguk Rang Pisang Kanagarian Kamang Hilir Kecamatan Kamang Magek, Senin tanggal 7 September 2015.
Sebagai pelaksana Kegiatan SRI (System Of Rice Intensification) Tahun 2015, kelompoktani Usaha Bersama telah melaksanakan teknologi padi sawah sesuai anjuran pemerintah dan menerapkan sistem tanam jajar legowo 2 : 1 dan 4 : 1. Hamparan sawah kiri-kanan jalan sepanjang jalan masuk menuju Jorong Guguk Rang Pisang telah dipenuhi dengan pemandangan 2 : 1 dan 4 : 1. Hampir 90 % petani telah melakukan tanam Jajar Legowo.
Jasman Sutan Sajatino selaku Ketua kelompoktani Usaha Bersama menyampaikan merupakan hal yang sulit untuk merubah imej dan tradisi leluhur dalam bercocok tanam. Dibutuhkan suatu kesabaran, kerja keras, tidak ada unsur paksaan, keterbukaan dan juga saling berbagi dalam menerapkan teknologi baru yang disampaikan oleh penyuluh pertanian. Hal itulah yang mendasari terhadap dinamika kelompoktani walaupun sebelumnya kelompok sempat mengalami kevakuman.
Para peserta kunjungan dari Riau tersebut dibuat berdecak kagum dengan keindahan alam Kamang Hilir, apalagi melihat hasil yang telah dicapai oleh para petani. Selanjutnya Jasman menjelaskan untuk mendapatkan hasil seperti sekarang ini diperlukan beberapa trik, yaitu: memotivasi anggota kelompok untuk membuat kemajuan dan inovasi, menyampaikan informasi dan teknologi terbaru, harus mengetahui pH tanah, melakukan perawatan secara alami/non kimia dan mencoba mengarah kepada teknologi organik.
Dari hasil yang diperoleh, petani di Jorong Guguk Rang Pisang umumnya tidak menjual padi lagi, namun sudah banyak yang merintis usaha penjualan beras Kuriak Kusuik. Hal ini dilakukan kelompok untuk memotong rantai pemasaran sehingga keuntungan yang diperoleh dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Karena berdasarkan diskusi dengan para peserta, harga beras Kuriak Kusuik di Pekan Baru berkisar antara harga Rp 140.000,- sampai dengan Rp 150.000,- sedangkan harga Tingkat lokal hanya berkisar antara Rp 100.000,- sampai dengan Rp 110.000,- saja (Sang T).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar