UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek sebagai salah satu sentra tanaman padi di Kabupaten Agam mendapat kunjungan Fieldtrip dari Provinsi Riau, Senin tanggal 7 September 2015. Peserta Fieldtrip yang merupakan petani dan petugas dari Provinsi Riau tersebut melakukan pelatihan Agribisnis Padi Bagi Petugas dan Petani dan menetapkan Kecamatan Kamang Magek sebagai tujuan Fieldtrip mengingat sungguh bagus dan rapinya kelompoktani binaan UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek. Peserta yang berjumlah 60 orang tersebut merupakan petugas dan petani yang ada di 12 Kabupaten Kota se Provinsi Riau.
Ir. Amrizal selaku Widyaiswara pada UPT Pelatihan Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Riau menyampaikan terima kasih atas sambutan dan waktu yang diberikan oleh UPT kepada rombongan. Amrizal berharap para peserta dapat belajar tentang teknis tanaman padi, pengolahan,benih unggul, sistem tanam dan pemupukan yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Kamang Magek. Hasil akhir dari Fiedtrip ini hendaknya menjadi inspirasi dan catatan khusus bagi kemajuan pertanian Proinsi Riau pungkas Amrizal.
Zufren, SP selaku Sekretaris BP4K2P Kabupaten Agam menyampaikan tentang visi dan misi Kabupaten Agam dalam mengembangkan teknologi pertanian melalui kegiatan Agam Menyemai yang dikomandoi oleh Ir. H.Indra Catri, Dt. Malako Nan Putiah selaku Bupati Agam. Zufren mengingatkan peran strategis para penyuluh lingkup pertanian dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan dan penyampaian teknologi dan informasi kepada pelaku utama dan keluarganya. Untuk itu BP4K2P selalu mencari celah menggali potensi penyuluh untuk mengoptimalkan SDM yang dimiliki sehingga pelayanan yang diberikan kepaada pelaku utama tidak menjadi sia-sia. Salah satu caranya melalui training yang dilaksanakan setiap bulan oleh UPT BP4K2P Kecamatan.
Bakhrizal, S.Sos selaku Kepala UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek memaparkan bahwa Kecamatan Kamang Magek merupakan sentra tanaman padi bersama Kecamatan Tilatang Kamang dan Kecamatan Ampek Angkek. Penerapan sistem tanam padi sawah di Kecamatan Kamang Magek telah berangsur-angsur dilakukan dengan sistem tanam Jajar Legowo. Salah satu keunggulan Kecamatan Kamang Magek adalah mampu memanfaatkan potensi lokalita untuk dikembangkan menjadi produk unggulan melalui benih berlabel “Kuriak Kusuik” yang dilepas secara Nasional pada Tahun 2009. Dengan produktifitas rata-rata 6,5 Ton/Ha, dapat disimpulkan bahwa Kecamatan Kamang Magek mampu menjadi penopang kebutuhan para konsumen di Provinsi tetangga dalam pemenuhan kebutuhan beras Kuriak Kusuik (Sang T).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar