Jumat, 04 September 2015

Pelaksanaan JITUT Penghubung Irigasi Tigo Lurah Di Magek

Keberhasilan swasembada beras, tidak terlepas dari peran besar pembangunan dan pengembangan sarana irigasi baik ekstensif maupun intensif. Dalam rangka mendukung pelaksanaan UPSUS, Kecamatan Kamang Magek sebagai salah satu lumbung pertanian di Kabupaten Agam ikut serta dalam kegiatan dan pelaksanaannya. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah program JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani).  Kelompok tani Anau Saiyo sebagai salah satu kelompok pelaksana JITUT di Nagari Magek yang terletak di Jorong Lurah Bawah merupakan kelompok yang potensial untuk dikembangkan namun saat ini kelompok baru menggeliat lagi.
Pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan merupakan jalur pokok dari aliran Irigasi Tigo Lurah yang meliputi Jorong Lurah Ateh, Jorong Lurah Bawah dan Jorong Kampung Bawah. Saluran irigasi ini dirasa sangat vital demi kelancaran pertanian masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Jorong Lurah Bawah, Ardiansyah disela kunjungan penyuluh pertanian ke lapangan, Jumat tanggal 4 September 2015. Saat ini puluhan Hektar sawah tidak dapat diolah karena kekeringan dan menjadi lahan terlantar. Ardiansyah berharap dengan selesainya pembangunan JITUT ini, petani dapat merasakan manfaat yang besar karena aliran air yang dirasa lancar.
Kondisi saat ini, pelaksanaan kegiatan telah mencapai 90 % dengan panjang total 110 meter, melebihi dari RAB yang hanya 90 meter. Diharapkan seminggu ke depan kegiatan telah selesai 100 %. Dari total panjang saluran Irigasi Tigo Lurah sepanjang 2.500 meter baru hanya sekitar 760 meter yang telah terlaksana irigasi. Hal ini merupakan tantangan berat yang dihadapi para petani di tiga Jorong tersebut.
Ardiansyah menyampaikan permasalahan utama yang dihadapi dalam mendapatkan debet air adalah tidak terkontrol dan terkelolanya Ampangan Tigo Lurah di Kasiak yang mengairi 6 Jorong di Nagari Magek meliputi: Jorong Kasiak, Jorong Simpang Kacang, Jorong Lurah Ateh, Jorong Lurah Bawah, Jorong Kampung Bawah dan Jorong Koto Kaciak. “Seandainya Ampangan Tigo Lurah ini dikelola dan dikontrol dengan sebaik-baiknya oleh petugas P3A, dan pemerintah membuatkan plang penahan air dari besi  yang bisa diputar-putar, Insya Allah aliran air akan lancar dan dapat mengairi lahan pertanian di 6 Jorong di Kanagarian Magek” pungkas Ardiansyah (Sang T).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar