Keberhasilan swasembada beras, tidak
terlepas dari peran besar pembangunan dan pengembangan sarana irigasi baik
ekstensif maupun intensif. Dalam rangka mendukung pelaksanaan UPSUS, Kecamatan
Kamang Magek sebagai salah satu lumbung pertanian di Kabupaten Agam ikut serta
dalam kegiatan dan pelaksanaannya. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah
program JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani). Kelompok tani Anau Saiyo sebagai salah satu kelompok pelaksana JITUT di Nagari
Magek yang terletak di Jorong Lurah Bawah merupakan
kelompok yang potensial untuk dikembangkan namun saat ini kelompok baru
menggeliat lagi.
Pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan merupakan
jalur pokok dari aliran Irigasi Tigo Lurah yang meliputi Jorong Lurah Ateh,
Jorong Lurah Bawah dan Jorong Kampung Bawah. Saluran irigasi ini dirasa sangat
vital demi kelancaran pertanian masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala
Jorong Lurah Bawah, Ardiansyah disela kunjungan penyuluh pertanian ke lapangan,
Jumat tanggal 4 September 2015. Saat ini puluhan Hektar sawah tidak dapat
diolah karena kekeringan dan menjadi lahan terlantar. Ardiansyah berharap
dengan selesainya pembangunan JITUT ini, petani dapat merasakan manfaat yang
besar karena aliran air yang dirasa lancar.
Kondisi saat ini, pelaksanaan kegiatan
telah mencapai 90 % dengan panjang total 110 meter, melebihi dari RAB yang
hanya 90 meter. Diharapkan seminggu ke depan kegiatan telah selesai 100 %. Dari
total panjang saluran Irigasi Tigo Lurah sepanjang 2.500 meter baru hanya
sekitar 760 meter yang telah terlaksana irigasi. Hal ini merupakan tantangan berat yang dihadapi para petani di tiga Jorong tersebut.
Ardiansyah menyampaikan permasalahan
utama yang dihadapi dalam mendapatkan debet air adalah tidak terkontrol dan
terkelolanya Ampangan Tigo Lurah di Kasiak yang mengairi 6 Jorong di Nagari
Magek meliputi: Jorong Kasiak, Jorong Simpang Kacang, Jorong Lurah Ateh, Jorong
Lurah Bawah, Jorong Kampung Bawah dan Jorong Koto Kaciak. “Seandainya Ampangan
Tigo Lurah ini dikelola dan dikontrol dengan sebaik-baiknya oleh petugas P3A,
dan pemerintah membuatkan plang penahan air dari besi yang bisa diputar-putar, Insya Allah aliran
air akan lancar dan dapat mengairi lahan pertanian di 6 Jorong di Kanagarian
Magek” pungkas Ardiansyah (Sang T).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar